Home ยป IPS Kelas 9 ยป Dampak Perdagangan Internasional
Posted in

Dampak Perdagangan Internasional

Dampak Perdagangan Internasional (AiStudio)
Dampak Perdagangan Internasional (AiStudio)

Perdagangan internasional memberikan berbagai dampak bagi kehidupan ekonomi suatu negara. Kegiatan ekspor dan impor dapat membuka pasar yang lebih luas, meningkatkan penerimaan devisa, menyediakan barang yang dibutuhkan masyarakat, serta mendorong perkembangan produksi dan teknologi. Namun, perdagangan internasional juga dapat menimbulkan tantangan, seperti persaingan yang semakin ketat, ketergantungan terhadap produk atau pasar luar negeri, dan tekanan terhadap industri tertentu. Artikel ini membahas dampak positif dan negatif perdagangan internasional beserta contoh yang mudah dipahami.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah kegiatan pertukaran barang dan jasa antara satu negara dengan negara lain. Kegiatan tersebut terutama dilakukan melalui ekspor dan impor. Bagaimana Dampak Perdagangan Internasional?

Ekspor adalah kegiatan menjual atau mengirim barang dan jasa dari dalam negeri ke negara lain. Sementara itu, impor adalah kegiatan membeli atau memasukkan barang dan jasa dari negara lain ke dalam negeri.

Perdagangan internasional terjadi karena setiap negara memiliki perbedaan sumber daya alam, kondisi geografis, teknologi, kemampuan produksi, kebutuhan, serta biaya produksi.

Untuk memahami konsep dasarnya, baca juga artikel Pengertian Perdagangan Internasional.


Mengapa Perdagangan Internasional Penting?

Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara berhubungan dengan pasar dunia.

Misalnya, Indonesia dapat menjual produk seperti hasil pertanian, produk industri, hasil perikanan, dan berbagai barang lainnya ke pasar luar negeri. Pada saat yang sama, Indonesia juga dapat membeli bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi dari negara lain.

Data BPS menunjukkan bahwa sepanjang 2025 nilai ekspor Indonesia mencapai sekitar US$282,91 miliar, sedangkan nilai impor mencapai sekitar US$241,86 miliar. Neraca perdagangan Indonesia pada tahun tersebut tercatat surplus sekitar US$41,05 miliar.

Data tersebut menunjukkan bahwa perdagangan internasional merupakan bagian penting dari kegiatan perekonomian Indonesia.


Dampak Positif Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional dapat memberikan berbagai manfaat apabila dikelola dengan baik.

1. Memperluas Pasar Produk Dalam Negeri

Perdagangan internasional memungkinkan produsen menjual barang tidak hanya kepada konsumen di dalam negeri, tetapi juga kepada konsumen di negara lain.

Pasar yang lebih luas dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi.

Contoh:

Pengusaha kopi di Indonesia dapat menjual produknya kepada konsumen di luar negeri. Dengan demikian, pasar produk kopi tersebut tidak hanya terbatas pada konsumen Indonesia.


2. Meningkatkan Pendapatan Negara

Kegiatan perdagangan internasional dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian negara.

Ekspor menghasilkan penerimaan dalam transaksi internasional dan dapat berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, produksi, serta pendapatan pelaku usaha.

Semakin berkembang kegiatan perdagangan, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan produksi, distribusi, transportasi, dan jasa pendukung lainnya.


3. Menambah Devisa Negara

Ekspor dapat menghasilkan penerimaan dalam mata uang asing yang menjadi bagian dari devisa.

Devisa dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi internasional, termasuk pembayaran impor.

Contoh:

Ketika perusahaan Indonesia menjual produk ke luar negeri dan menerima pembayaran dalam dolar Amerika Serikat, transaksi tersebut menghasilkan penerimaan valuta asing.


4. Mendorong Peningkatan Produksi

Permintaan dari pasar internasional dapat mendorong produsen meningkatkan jumlah produksinya.

Jika permintaan ekspor meningkat, perusahaan mungkin perlu menambah bahan baku, tenaga kerja, mesin, dan kapasitas produksinya.

Contoh:

Sebuah perusahaan pakaian memperoleh pesanan dari pembeli luar negeri dalam jumlah besar. Perusahaan tersebut kemudian meningkatkan produksi untuk memenuhi pesanan.


5. Menciptakan Lapangan Kerja

Peningkatan produksi dan aktivitas ekspor dapat meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.

Lapangan kerja tidak hanya muncul di perusahaan yang memproduksi barang, tetapi juga pada sektor pendukung seperti transportasi, pergudangan, pelabuhan, pengemasan, perbankan, dan jasa logistik.

Contoh:

Ketika permintaan ekspor produk makanan meningkat, perusahaan dapat membutuhkan lebih banyak pekerja untuk proses produksi dan pengemasan.


6. Memenuhi Kebutuhan Barang yang Tidak Dapat Diproduksi di Dalam Negeri

Tidak semua barang dapat diproduksi dengan jumlah dan biaya yang sama di setiap negara.

Melalui impor, suatu negara dapat memperoleh barang yang belum tersedia atau belum dapat diproduksi secara mencukupi di dalam negeri.

Contoh:

Indonesia dapat mengimpor mesin atau peralatan tertentu yang dibutuhkan oleh industri dalam negeri.


7. Memperoleh Bahan Baku dan Barang Modal

Impor tidak hanya berupa barang konsumsi. Banyak barang impor yang digunakan untuk kegiatan produksi.

Data BPS menunjukkan bahwa pada 2025 impor Indonesia didominasi oleh bahan baku dan barang penolong dengan nilai sekitar US$169,22 miliar atau 70,11% dari total impor. Barang modal mencapai sekitar US$49,72 miliar atau 20,60%, sedangkan barang konsumsi sekitar US$22,42 miliar atau 9,29%.

Artinya, sebagian besar impor Indonesia pada 2025 berupa barang yang digunakan untuk mendukung kegiatan produksi dan investasi.


8. Mendorong Transfer Teknologi

Hubungan perdagangan internasional dapat membuka kesempatan bagi suatu negara untuk memperoleh teknologi, mesin, pengetahuan, dan metode produksi dari negara lain.

Teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Contoh:

Perusahaan Indonesia mengimpor mesin produksi modern. Setelah menggunakan mesin tersebut, perusahaan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksinya.

Baca juga Perkembangan Iptek Memengaruhi Ekonomi Suatu negara untuk mengetahui hubungan teknologi dengan kegiatan ekonomi.


9. Mendorong Persaingan yang Sehat

Masuknya produk dari berbagai negara membuat produsen dalam negeri menghadapi persaingan.

Persaingan tersebut dapat mendorong perusahaan meningkatkan:

  • kualitas produk;
  • efisiensi produksi;
  • inovasi;
  • desain;
  • pelayanan;
  • teknologi; dan
  • strategi pemasaran.

Dengan demikian, perdagangan internasional dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan daya saing.


10. Mempererat Hubungan Ekonomi Antarnegara

Perdagangan tidak hanya berkaitan dengan jual beli barang.

Hubungan perdagangan juga dapat mendorong kerja sama di bidang investasi, teknologi, transportasi, keuangan, dan berbagai bidang ekonomi lainnya.

Untuk mempelajari hubungan tersebut, baca Kerja Sama Ekonomi Antarnegara.


Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Selain memberikan manfaat, perdagangan internasional juga dapat menimbulkan tantangan atau dampak yang perlu dikelola.

1. Persaingan Produk Dalam Negeri Semakin Ketat

Produk luar negeri yang masuk ke pasar domestik dapat bersaing dengan produk buatan dalam negeri.

Jika produk dalam negeri memiliki kualitas, harga, atau inovasi yang kurang kompetitif, konsumen dapat memilih produk lain.

Contoh:

Produsen pakaian lokal harus bersaing dengan produk pakaian impor. Agar mampu bertahan, produsen lokal perlu meningkatkan kualitas, desain, pelayanan, dan efisiensi produksi.


2. Risiko Ketergantungan terhadap Produk Impor

Ketergantungan yang terlalu besar terhadap impor dapat menjadi masalah ketika terjadi gangguan pasokan dari luar negeri.

Gangguan dapat disebabkan oleh perubahan kebijakan perdagangan, masalah transportasi, konflik, bencana, atau gangguan rantai pasok.

Karena itu, suatu negara perlu menjaga keseimbangan antara perdagangan internasional dan kemampuan produksi dalam negeri.


3. Industri Dalam Negeri yang Kurang Kompetitif Dapat Tertekan

Tidak semua industri memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi persaingan global.

Industri yang belum efisien atau memiliki teknologi yang tertinggal dapat mengalami tekanan ketika harus bersaing dengan produk dari negara lain.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi, produktivitas, dan inovasi.


4. Ketergantungan terhadap Pasar Ekspor Tertentu

Selain ketergantungan pada impor, ketergantungan pada pasar ekspor tertentu juga memiliki risiko.

Jika permintaan dari negara tujuan utama mengalami penurunan, eksportir dapat terkena dampaknya.

BPS mencatat bahwa pada Januariโ€“November 2025 tiga tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, dengan kontribusi gabungan sekitar 42,02% dari total ekspor nonmigas pada periode tersebut.

Karena itu, diversifikasi pasar dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi risiko ketergantungan pada pasar tertentu.


5. Produk Lokal Dapat Tersisih

Produk impor yang memiliki harga kompetitif dan pemasaran kuat dapat menarik konsumen.

Jika produsen lokal tidak melakukan inovasi, sebagian produk dalam negeri dapat kehilangan pangsa pasar.

Contoh:

Pengusaha kerajinan lokal harus meningkatkan desain dan kualitas agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari luar negeri.


6. Pengaruh Perubahan Nilai Tukar

Perdagangan internasional melibatkan berbagai mata uang.

Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi harga barang impor dan nilai penerimaan eksportir ketika dikonversikan ke mata uang dalam negeri.

Bagi perusahaan, perubahan kurs dapat menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan biaya dan harga jual.


7. Risiko Terhadap Lingkungan

Peningkatan perdagangan dapat meningkatkan kegiatan produksi, transportasi, dan penggunaan sumber daya.

Jika kegiatan tersebut tidak dikelola dengan baik, dapat muncul tekanan terhadap lingkungan, misalnya peningkatan penggunaan energi, emisi transportasi, limbah industri, dan eksploitasi sumber daya alam.

Karena itu, peningkatan perdagangan perlu disertai dengan penerapan produksi yang lebih efisien dan memperhatikan kelestarian lingkungan.


8. Ketimpangan Manfaat Ekonomi

Manfaat perdagangan internasional tidak selalu dirasakan secara sama oleh semua kelompok masyarakat.

Pelaku usaha yang memiliki modal, teknologi, akses informasi, dan jaringan pasar yang lebih baik mungkin memiliki kemampuan lebih besar untuk memanfaatkan peluang perdagangan internasional.

Karena itu, peningkatan perdagangan perlu diikuti dengan kebijakan yang membantu UMKM, tenaga kerja, dan pelaku usaha agar memiliki kesempatan yang lebih luas.


Dampak Perdagangan Internasional bagi Konsumen

Perdagangan internasional juga memberikan dampak langsung kepada konsumen.

Dampak positif bagi konsumen

Konsumen dapat memperoleh:

  • lebih banyak pilihan barang;
  • produk dari berbagai negara;
  • teknologi dan produk baru;
  • barang yang tidak diproduksi di dalam negeri; dan
  • produk dengan berbagai tingkat harga.

Contoh:

Konsumen Indonesia dapat memilih berbagai jenis telepon seluler, komputer, pakaian, makanan, dan barang lainnya yang berasal dari produsen dalam maupun luar negeri.

Tantangan bagi konsumen

Konsumen juga perlu mempertimbangkan kualitas, keamanan, harga, dan manfaat barang sebelum membeli.

Banyaknya pilihan tidak selalu berarti semua produk memiliki kualitas yang sama.


Dampak Perdagangan Internasional bagi Produsen

Bagi produsen, perdagangan internasional memberikan peluang sekaligus tantangan.

Peluang
  • pasar menjadi lebih luas;
  • kesempatan meningkatkan produksi;
  • peluang memperoleh pendapatan dari ekspor;
  • kesempatan melakukan inovasi;
  • peluang membangun kerja sama dengan perusahaan luar negeri.
Tantangan
  • persaingan semakin ketat;
  • harus memenuhi standar pasar internasional;
  • harus mengikuti perkembangan teknologi;
  • menghadapi perubahan kurs;
  • menghadapi perubahan permintaan pasar.

Dampak Perdagangan Internasional bagi Pemerintah

Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan perdagangan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  1. meningkatkan kualitas infrastruktur;
  2. memperbaiki sistem logistik;
  3. meningkatkan kualitas sumber daya manusia;
  4. membantu UMKM memasuki pasar yang lebih luas;
  5. meningkatkan kualitas produk ekspor;
  6. melakukan diplomasi perdagangan;
  7. membuka akses pasar baru; dan
  8. menjaga keseimbangan kepentingan konsumen dan produsen.

Kemendag pada 2026 menyampaikan bahwa penguatan ekspor nonmigas, perluasan akses pasar, promosi dagang, dan pemanfaatan perjanjian perdagangan menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perdagangan Indonesia.


Contoh Dampak Perdagangan Internasional

Perhatikan contoh berikut.

Sebuah perusahaan Indonesia memproduksi sepatu dan menjual produknya ke luar negeri.

Dampak positif

Perusahaan memperoleh pasar baru sehingga produksinya meningkat. Peningkatan produksi dapat menyebabkan perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan bahan baku.

Jika ekspor berkembang, kegiatan transportasi, pengemasan, pergudangan, dan jasa lainnya juga dapat meningkat.

Dampak negatif atau tantangan

Perusahaan harus bersaing dengan produsen dari negara lain. Perusahaan juga harus memenuhi standar kualitas negara tujuan dan menghadapi kemungkinan perubahan nilai tukar.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa satu kegiatan perdagangan dapat memberikan peluang sekaligus tantangan.


Dampak Perdagangan Internasional terhadap Perekonomian Indonesia

Perdagangan internasional merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian Indonesia.

BPS mencatat bahwa sepanjang 2025 nilai ekspor Indonesia meningkat 6,15% dibandingkan 2024, sedangkan impor meningkat 2,83%. Neraca perdagangan Indonesia pada 2025 mencatat surplus US$41,05 miliar.

Namun, angka surplus perdagangan tidak berarti seluruh sektor selalu mengalami kondisi yang sama. Pada 2025, BPS mencatat surplus nonmigas sebesar US$60,75 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit US$19,70 miliar.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perdagangan internasional perlu dilihat berdasarkan jenis komoditas dan sektor, bukan hanya berdasarkan angka total.

Untuk memahami hubungan perdagangan dengan perkembangan ekonomi, baca juga Pembangunan Perekonomian Indonesia.


Perbedaan Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional

Dampak PositifDampak Negatif/Tantangan
Memperluas pasarPersaingan semakin ketat
Menambah devisaRisiko ketergantungan impor
Meningkatkan produksiIndustri tertentu dapat tertekan
Menciptakan lapangan kerjaProduk lokal dapat tersisih
Memenuhi kebutuhan barangKetergantungan pada pasar tertentu
Mendorong transfer teknologiRisiko perubahan nilai tukar
Meningkatkan pilihan konsumenTekanan terhadap lingkungan
Mendorong inovasiManfaat ekonomi dapat tidak merata
Mempererat hubungan ekonomiRisiko gangguan rantai pasok

Cara Memaksimalkan Dampak Positif Perdagangan Internasional

Agar manfaat perdagangan internasional dapat dirasakan secara luas, beberapa langkah dapat dilakukan.

1. Meningkatkan Kualitas Produk Indonesia

Produk harus memiliki kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam dan luar negeri.

2. Meningkatkan Produktivitas

Penggunaan teknologi dan perbaikan proses produksi dapat membantu meningkatkan efisiensi.

3. Mengembangkan Produk Bernilai Tambah

Produk yang telah diolah menjadi barang jadi atau produk dengan nilai tambah lebih tinggi dapat memberikan peluang ekonomi yang lebih besar dibandingkan hanya menjual bahan mentah.

4. Memperluas Pasar Ekspor

Diversifikasi pasar dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu negara tujuan.

5. Meningkatkan Kemampuan UMKM

UMKM perlu mendapatkan akses terhadap informasi, pembiayaan, teknologi, pelatihan, dan pasar agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan internasional.

6. Meningkatkan Infrastruktur

Infrastruktur transportasi, pelabuhan, pergudangan, dan sistem logistik yang baik dapat membantu memperlancar arus barang.

Untuk pembahasan yang berkaitan dengan pembangunan dan pemerataan ekonomi, baca Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi.


Peran Pelajar dalam Menghadapi Perdagangan Internasional

Pelajar merupakan bagian dari generasi yang akan menghadapi perekonomian global.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • mempelajari perkembangan ekonomi dunia;
  • meningkatkan kemampuan teknologi;
  • mengembangkan kreativitas;
  • menghargai produk berkualitas dari dalam negeri;
  • memahami pentingnya kualitas dan inovasi;
  • mempelajari bahasa asing;
  • mengembangkan kemampuan kewirausahaan; dan
  • menggunakan produk secara bijak.

Dengan kemampuan tersebut, generasi muda diharapkan dapat menjadi konsumen yang cerdas sekaligus calon pelaku ekonomi yang mampu menghadapi persaingan global.


Kesimpulan

Dampak perdagangan internasional dapat bersifat positif maupun negatif.

Dampak positifnya antara lain memperluas pasar, meningkatkan produksi, menambah devisa, menciptakan lapangan kerja, memenuhi kebutuhan barang, memperoleh teknologi, meningkatkan pilihan konsumen, dan mempererat hubungan ekonomi antarnegara.

Sementara itu, perdagangan internasional juga menghadirkan tantangan seperti persaingan yang semakin ketat, risiko ketergantungan terhadap impor atau pasar tertentu, tekanan terhadap industri yang kurang kompetitif, perubahan nilai tukar, serta potensi dampak terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, perdagangan internasional perlu dikelola dengan baik. Peningkatan kualitas produk, teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, inovasi, dan diversifikasi pasar dapat membantu Indonesia memanfaatkan peluang perdagangan internasional sekaligus menghadapi berbagai tantangannya.


Soal Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Salah satu dampak positif perdagangan internasional adalah ….

A. mempersempit pasar
B. mengurangi pilihan barang
C. memperluas pasar produk dalam negeri
D. menghentikan kegiatan produksi

Jawaban: C


2. Kegiatan ekspor dapat memberikan manfaat berupa ….

A. berkurangnya pasar produk
B. bertambahnya penerimaan valuta asing
C. berhentinya kegiatan produksi
D. berkurangnya kerja sama antarnegara

Jawaban: B


3. Perdagangan internasional dapat menciptakan lapangan kerja karena ….

A. kegiatan produksi dan distribusi dapat meningkat
B. semua perusahaan menghentikan produksi
C. kegiatan perdagangan semakin berkurang
D. kebutuhan tenaga kerja selalu menurun

Jawaban: A


4. Salah satu dampak perdagangan internasional bagi konsumen adalah ….

A. pilihan barang menjadi lebih beragam
B. semua barang menjadi gratis
C. tidak ada produk luar negeri
D. konsumen tidak memiliki pilihan

Jawaban: A


5. Salah satu dampak negatif perdagangan internasional bagi produsen dalam negeri adalah ….

A. pasar menjadi lebih luas
B. persaingan menjadi semakin ketat
C. teknologi berkembang
D. peluang ekspor meningkat

Jawaban: B


6. Impor bahan baku dapat memberikan dampak positif apabila ….

A. digunakan untuk mendukung kegiatan produksi
B. selalu menghentikan produksi dalam negeri
C. tidak digunakan oleh industri
D. membuat seluruh perusahaan berhenti bekerja

Jawaban: A


7. Salah satu risiko ketergantungan terhadap impor adalah ….

A. semakin banyak pilihan teknologi
B. gangguan pasokan luar negeri dapat memengaruhi kegiatan dalam negeri
C. pasar menjadi lebih luas
D. kualitas produk selalu meningkat

Jawaban: B


8. Perdagangan internasional dapat mendorong transfer teknologi melalui ….

A. pertukaran barang, mesin, pengetahuan, dan kerja sama usaha
B. penghentian hubungan antarnegara
C. pelarangan penggunaan teknologi
D. pengurangan kegiatan produksi

Jawaban: A


9. Salah satu cara meningkatkan daya saing produk Indonesia adalah ….

A. menurunkan kualitas produk
B. mengurangi inovasi
C. meningkatkan kualitas dan produktivitas
D. menghindari teknologi

Jawaban: C


10. Salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap satu pasar ekspor adalah ….

A. menghentikan kegiatan ekspor
B. melakukan diversifikasi pasar
C. mengurangi kualitas produk
D. mengurangi jumlah konsumen

Jawaban: B


B. Soal Essay

1. Jelaskan pengertian perdagangan internasional!

Jawaban:
Perdagangan internasional adalah kegiatan pertukaran barang dan jasa antara satu negara dengan negara lain melalui kegiatan ekspor dan impor.

2. Sebutkan lima dampak positif perdagangan internasional!

Jawaban:
Contohnya memperluas pasar, menambah devisa, meningkatkan produksi, menciptakan lapangan kerja, memenuhi kebutuhan barang, memperoleh teknologi, dan mendorong inovasi.

3. Sebutkan empat dampak negatif atau tantangan perdagangan internasional!

Jawaban:
Contohnya persaingan semakin ketat, risiko ketergantungan terhadap impor, tekanan terhadap industri yang kurang kompetitif, ketergantungan terhadap pasar tertentu, perubahan nilai tukar, dan potensi tekanan terhadap lingkungan.

4. Mengapa perdagangan internasional dapat menciptakan lapangan kerja?

Jawaban:
Karena peningkatan ekspor dan kegiatan produksi membutuhkan tenaga kerja tambahan. Selain itu, perdagangan juga membutuhkan tenaga kerja dalam transportasi, pergudangan, pengemasan, distribusi, dan jasa pendukung lainnya.

5. Bagaimana cara Indonesia meningkatkan manfaat perdagangan internasional?

Jawaban:
Dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas produk, mengembangkan teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki infrastruktur dan logistik, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan kemampuan UMKM dan industri dalam negeri.


Link Internal

Gunakan link internal berikut pada artikel WordPress:

Link Referensi

  • Badan Pusat Statistik (BPS) โ€“ Ekspor dan Impor Indonesia Desember 2025: BPS
  • BPS โ€“ Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Impor 2025: BPS
  • BPS โ€“ Neraca Perdagangan Indonesia: BPS
  • Kementerian Perdagangan RI โ€“ Kinerja Ekspor dan Surplus Nonmigas Semester I 2026: Kementerian Perdagangan RI
  • Satu Data Perdagangan Kemendag โ€“ Neraca Perdagangan Indonesia: Satu Data Perdagangan Kemendag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.