Home ยป IPS Kelas 9 ยป Langkah-Langkah Metode Penelitian Sejarah: Tahapan dan Contoh
Posted in

Langkah-Langkah Metode Penelitian Sejarah: Tahapan dan Contoh

Langkah-Langkah Metode Penelitian Sejarah: Tahapan dan Contoh (AiStudio)
Langkah-Langkah Metode Penelitian Sejarah: Tahapan dan Contoh (AiStudio)

Langkah-langkah metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi untuk mengkaji peristiwa masa lalu.

Langkah-Langkah dalam Metode Penelitian Sejarah

Sejarah tidak hanya dipelajari dengan cara menghafalkan nama tokoh, tempat, dan tahun terjadinya suatu peristiwa. Untuk memahami peristiwa masa lalu secara lebih mendalam, diperlukan proses penelitian yang sistematis. Bagaimana Langkah-Langkah Metode Penelitian Sejarah?

Metode penelitian sejarah merupakan cara yang digunakan untuk mencari, menguji, menafsirkan, dan menyusun informasi mengenai peristiwa masa lalu. Dalam salah satu pendekatan yang banyak digunakan, penelitian sejarah mencakup lima langkah, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.

Empat tahap utama yang sering diringkas dalam metode sejarah adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Beberapa pendekatan menempatkan pemilihan topik sebagai langkah awal sebelum empat tahap tersebut.

Memahami langkah-langkah tersebut penting bagi siswa karena membantu mereka membedakan antara fakta sejarah, sumber sejarah, interpretasi, dan pendapat.

Pengertian Metode Penelitian Sejarah

Metode penelitian sejarah adalah prosedur yang digunakan untuk mengkaji peristiwa masa lalu berdasarkan sumber-sumber sejarah yang tersedia.

Melalui metode ini, peneliti berusaha memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dengan cara:

  1. Menentukan topik penelitian.
  2. Mengumpulkan sumber.
  3. Menguji sumber.
  4. Menafsirkan fakta.
  5. Menyusun hasil penelitian dalam bentuk tulisan.

Penelitian sejarah pada dasarnya melibatkan proses menguji dan menganalisis sumber atau peninggalan masa lalu secara kritis.

Lima Langkah dalam Metode Penelitian Sejarah

Secara sederhana, langkah-langkah penelitian sejarah dapat digambarkan sebagai berikut:

Pemilihan Topik โ†’ Heuristik โ†’ Kritik Sumber โ†’ Interpretasi โ†’ Historiografi

Mari kita bahas satu per satu.

1. Pemilihan Topik

Langkah pertama adalah menentukan topik sejarah yang akan diteliti.

Topik harus jelas dan memiliki batasan agar penelitian tidak terlalu luas. Peneliti perlu menentukan peristiwa, waktu, tempat, atau aspek tertentu yang ingin dikaji.

Contoh topik:

Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Topik tersebut masih dapat dipersempit menjadi:

Proses Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945.

Dengan topik yang lebih spesifik, peneliti akan lebih mudah menentukan sumber dan informasi yang diperlukan.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Memilih Topik

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Apakah topik berkaitan dengan peristiwa sejarah?
  • Apakah sumber informasinya tersedia?
  • Apakah topik cukup jelas?
  • Apakah topik dapat diteliti?
  • Apakah cakupan waktunya dapat dibatasi?
  • Apakah topik sesuai dengan tujuan penelitian?

Pemilihan topik menjadi penting karena menentukan arah penelitian selanjutnya. Dalam salah satu model penelitian sejarah, pemilihan topik ditempatkan sebagai tahap pertama sebelum heuristik.

2. Heuristik atau Pengumpulan Sumber

Setelah menentukan topik, langkah berikutnya adalah heuristik.

Heuristik merupakan kegiatan mencari, menemukan, dan mengumpulkan sumber yang berkaitan dengan topik penelitian. Sumber dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.

Contoh sumber sejarah:

  • arsip;
  • surat;
  • surat kabar;
  • foto;
  • dokumen resmi;
  • catatan harian;
  • rekaman;
  • benda peninggalan;
  • wawancara;
  • buku;
  • jurnal;
  • sumber digital.
Sumber Primer

Sumber primer adalah sumber yang memiliki hubungan langsung dengan peristiwa yang diteliti.

Contohnya:

  • dokumen yang dibuat pada masa peristiwa;
  • surat dari tokoh yang terlibat;
  • foto sezaman;
  • catatan harian;
  • arsip resmi;
  • kesaksian pelaku atau saksi.
Sumber Sekunder

Sumber sekunder adalah sumber yang memberikan informasi mengenai suatu peristiwa berdasarkan penelitian atau sumber yang telah tersedia sebelumnya.

Contohnya:

  • buku sejarah;
  • artikel ilmiah;
  • jurnal;
  • hasil penelitian;
  • ensiklopedia.

Kedua jenis sumber tersebut dapat membantu peneliti memperoleh informasi yang lebih lengkap.

Contoh Heuristik

Misalnya seorang siswa ingin meneliti:

Perkembangan organisasi pergerakan nasional Indonesia.

Siswa tersebut dapat mencari:

  • buku sejarah;
  • surat kabar masa pergerakan;
  • arsip organisasi;
  • foto tokoh;
  • dokumen organisasi;
  • artikel jurnal;
  • hasil penelitian sebelumnya.

Semua sumber yang ditemukan kemudian dicatat dan dikelompokkan berdasarkan relevansinya.

3. Kritik atau Verifikasi Sumber

Setelah sumber dikumpulkan, peneliti tidak boleh langsung menganggap semua informasi sebagai fakta.

Sumber perlu diperiksa melalui kritik sumber atau verifikasi.

Tujuan tahap ini adalah mengetahui apakah sumber dapat digunakan dan seberapa dapat dipercaya informasi yang terdapat di dalamnya. Kritik sumber umumnya terdiri atas kritik ekstern dan kritik intern.

A. Kritik Ekstern

Kritik ekstern digunakan untuk menguji keaslian atau autentisitas sumber.

Beberapa hal yang dapat diperiksa:

  • siapa pembuat sumber;
  • kapan sumber dibuat;
  • di mana sumber dibuat;
  • apakah dokumen asli;
  • bahan yang digunakan;
  • bentuk tulisan;
  • kondisi fisik;
  • asal-usul dokumen.

Dalam penelitian sejarah, pemeriksaan terhadap kertas, tinta, gaya tulisan, bahasa, dan karakteristik lainnya dapat digunakan sebagai bagian dari kritik ekstern.

Contoh Kritik Ekstern

Seorang siswa menemukan sebuah dokumen yang diklaim sebagai surat dari tahun 1940.

Siswa tersebut tidak langsung menggunakannya.

Ia memeriksa:

  • tanggal surat;
  • bahan kertas;
  • tulisan;
  • asal dokumen;
  • identitas pembuat;
  • apakah terdapat arsip pembanding.

Tujuannya adalah mengetahui apakah dokumen tersebut benar berasal dari periode yang disebutkan.

B. Kritik Intern

Kritik intern digunakan untuk menilai kredibilitas isi sumber.

Pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:

  • Apakah penulis mengetahui peristiwa secara langsung?
  • Apakah informasi tersebut sesuai dengan sumber lain?
  • Apakah penulis memiliki kepentingan tertentu?
  • Apakah terdapat kemungkinan bias?
  • Apakah isi sumber konsisten?

Kritik intern dapat dilakukan dengan membandingkan isi sumber dengan sumber sejarah lain yang relevan.

Contoh Kritik Intern

Seorang siswa menemukan dua sumber mengenai suatu peristiwa.

Sumber A menyebutkan bahwa peristiwa terjadi pada tanggal tertentu.

Sumber B menyebutkan tanggal yang berbeda.

Siswa tidak boleh langsung memilih salah satu informasi tanpa pemeriksaan. Ia perlu mencari sumber tambahan untuk mengetahui informasi mana yang memiliki dukungan bukti lebih kuat.

4. Interpretasi atau Penafsiran

Setelah sumber dikritik dan diperoleh fakta yang relevan, tahap berikutnya adalah interpretasi.

Interpretasi adalah proses menafsirkan fakta sejarah dan menghubungkan fakta yang satu dengan fakta lainnya.

Dalam beberapa penjelasan metodologi sejarah, interpretasi mencakup analisis dan sintesis. Analisis berarti menguraikan sumber atau fakta, sedangkan sintesis berarti menghubungkan berbagai fakta menjadi suatu pemahaman yang lebih menyeluruh.

Analisis

Analisis berarti memecah informasi menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami.

Contohnya, dalam penelitian mengenai Proklamasi Kemerdekaan, peneliti dapat menganalisis:

  • latar belakang;
  • tokoh yang terlibat;
  • waktu kejadian;
  • tempat;
  • proses persiapan;
  • jalannya peristiwa;
  • dampak peristiwa.
Sintesis

Sintesis berarti menghubungkan berbagai fakta yang telah dianalisis.

Misalnya:

  • informasi mengenai situasi politik;
  • informasi mengenai pergerakan tokoh;
  • informasi mengenai perkembangan Perang Dunia II;
  • informasi mengenai kondisi masyarakat.

Berbagai informasi tersebut dapat dihubungkan untuk memahami latar belakang suatu peristiwa secara lebih lengkap.

5. Historiografi atau Penulisan Sejarah

Tahap terakhir adalah historiografi, yaitu menyusun hasil penelitian dalam bentuk tulisan sejarah.

Historiografi merupakan proses pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan.

Tulisan sejarah sebaiknya disusun:

  • berdasarkan fakta;
  • sistematis;
  • kronologis;
  • menggunakan sumber yang jelas;
  • mencantumkan referensi;
  • membedakan fakta dan interpretasi.

Dalam penelitian sejarah, hasil penelitian bukan sekadar kumpulan data, tetapi disusun menjadi uraian sejarah yang dapat dipahami pembaca.

Contoh Historiografi

Setelah melakukan penelitian mengenai sebuah peristiwa, siswa dapat menyusun tulisan dengan struktur:

Pendahuluan

Berisi latar belakang dan tujuan penelitian.

Pembahasan

Berisi fakta dan analisis mengenai peristiwa.

Penutup

Berisi kesimpulan berdasarkan hasil penelitian.

Daftar Sumber

Berisi buku, arsip, jurnal, wawancara, atau sumber lain yang digunakan.

Contoh Lengkap Langkah-Langkah Penelitian Sejarah

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penelitian sederhana.

Topik

Perkembangan Sekolah di Daerah X pada Tahun 1950โ€“1970.

Langkah 1: Pemilihan Topik

Siswa memilih perkembangan pendidikan di daerah tertentu dengan batas waktu 1950โ€“1970.

Langkah 2: Heuristik

Siswa mencari:

  • arsip sekolah;
  • foto lama;
  • buku sejarah daerah;
  • surat kabar;
  • dokumen pemerintah;
  • wawancara dengan tokoh atau masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang periode tersebut.
Langkah 3: Kritik Sumber

Siswa memeriksa keaslian dokumen dan membandingkan informasi dari beberapa sumber.

Langkah 4: Interpretasi

Siswa menghubungkan informasi mengenai jumlah sekolah, kondisi pendidikan, kebijakan pemerintah, dan perkembangan masyarakat.

Langkah 5: Historiografi

Siswa menyusun hasil penelitian dalam bentuk tulisan yang sistematis dan mencantumkan sumber.

Dengan mengikuti langkah tersebut, penelitian tidak hanya menghasilkan cerita berdasarkan ingatan, tetapi berdasarkan sumber yang telah diperiksa.

Contoh Penelitian tentang Proklamasi Kemerdekaan

Misalnya topik penelitian adalah:

Proses Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945.

Pemilihan Topik

Menentukan fokus penelitian pada proses persiapan Proklamasi.

Heuristik

Mengumpulkan dokumen, foto, arsip, surat kabar, buku, dan sumber lain yang relevan.

Kritik Sumber

Memeriksa keaslian sumber dan membandingkan informasi dari berbagai sumber.

Interpretasi

Menghubungkan fakta mengenai situasi politik, tokoh, tempat, dan rangkaian peristiwa.

Historiografi

Menyusun hasil penelitian menjadi tulisan sejarah berdasarkan bukti yang telah dikaji.

Cara Membuat Penelitian Sejarah Sederhana

Bagi siswa, penelitian sejarah tidak harus selalu dilakukan dalam skala besar.

Penelitian sederhana dapat dimulai dari lingkungan sekitar.

Contohnya:

Topik: Sejarah berdirinya sekolah.

Sumber yang dapat digunakan:

  • foto sekolah lama;
  • dokumen sekolah;
  • buku sejarah sekolah;
  • wawancara guru atau alumni;
  • arsip;
  • berita lama.

Setelah sumber diperoleh, siswa melakukan kritik, menyusun kronologi, menafsirkan perkembangan sekolah, kemudian menulis hasil penelitian.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Dalam melakukan penelitian sejarah, beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

  1. Menggunakan sumber tanpa memeriksa keasliannya.
  2. Mengandalkan satu sumber saja.
  3. Menganggap semua informasi internet sebagai fakta.
  4. Tidak mencatat asal sumber.
  5. Mencampurkan opini dengan fakta.
  6. Mengubah informasi sumber tanpa penjelasan.
  7. Mengabaikan perbedaan waktu dan konteks.
  8. Tidak membandingkan sumber yang berbeda.
  9. Menulis tanpa mencantumkan referensi.
  10. Menarik kesimpulan yang tidak didukung bukti.

Manfaat Menggunakan Metode Penelitian Sejarah

Penggunaan metode penelitian sejarah memberikan beberapa manfaat.

1. Melatih Berpikir Kritis

Siswa belajar memeriksa informasi sebelum mempercayainya.

2. Memahami Peristiwa secara Sistematis

Peristiwa sejarah dapat dipahami berdasarkan urutan dan hubungan antarfakta.

3. Menghargai Sumber Sejarah

Siswa memahami bahwa pengetahuan sejarah memiliki dasar sumber.

4. Meningkatkan Kemampuan Meneliti

Siswa belajar mencari, mengelompokkan, membandingkan, dan menganalisis informasi.

5. Meningkatkan Kemampuan Menulis

Hasil penelitian dapat disusun menjadi laporan atau tulisan sejarah.

Ringkasan Langkah-Langkah Metode Penelitian Sejarah

LangkahPengertianKegiatan Utama
Pemilihan topikMenentukan masalah atau peristiwa yang dikajiMenentukan fokus penelitian
HeuristikMengumpulkan sumberMencari arsip, dokumen, buku, foto, wawancara
Kritik sumberMenguji sumberKritik ekstern dan intern
InterpretasiMenafsirkan faktaAnalisis dan sintesis
HistoriografiMenulis sejarahMenyusun hasil penelitian

Dengan demikian, setiap tahap memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berkaitan.

Kesimpulan

Langkah-langkah dalam metode penelitian sejarah membantu peneliti mengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis dan berdasarkan sumber.

Dalam pendekatan lima tahap, penelitian dimulai dengan pemilihan topik, kemudian dilanjutkan dengan heuristik, kritik atau verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi.

Heuristik digunakan untuk mengumpulkan sumber. Kritik sumber digunakan untuk menguji keaslian dan kredibilitas sumber. Interpretasi digunakan untuk menganalisis dan menghubungkan fakta. Historiografi digunakan untuk menyusun hasil penelitian menjadi tulisan sejarah.

Dengan memahami langkah-langkah tersebut, siswa dapat belajar sejarah tidak hanya melalui hafalan, tetapi juga melalui proses mencari bukti, memeriksa sumber, berpikir kritis, dan menyusun informasi secara sistematis.


Soal Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Langkah pertama dalam model penelitian sejarah yang terdiri atas lima tahap adalah ….

A. interpretasi
B. historiografi
C. pemilihan topik
D. kritik sumber

Jawaban: C

2. Heuristik merupakan kegiatan ….

A. menulis hasil penelitian
B. mengumpulkan sumber sejarah
C. menafsirkan fakta
D. menarik kesimpulan

Jawaban: B

3. Berikut yang termasuk sumber primer adalah ….

A. buku pelajaran yang diterbitkan sekarang
B. artikel ringkasan sejarah
C. dokumen yang dibuat pada masa peristiwa
D. ensiklopedia modern

Jawaban: C

4. Kritik ekstern bertujuan untuk menguji ….

A. keaslian sumber
B. kesimpulan penelitian
C. pendapat pembaca
D. gaya penulisan

Jawaban: A

5. Kritik intern digunakan untuk mengetahui ….

A. ukuran dokumen
B. kredibilitas isi sumber
C. warna kertas
D. bentuk sampul buku

Jawaban: B

6. Tahap penafsiran terhadap fakta sejarah disebut ….

A. heuristik
B. verifikasi
C. interpretasi
D. historiografi

Jawaban: C

7. Analisis dan sintesis merupakan bagian dari tahap ….

A. interpretasi
B. heuristik
C. kritik ekstern
D. pemilihan topik

Jawaban: A

8. Historiografi merupakan tahap ….

A. pencarian sumber
B. pengujian sumber
C. penafsiran sumber
D. penulisan sejarah

Jawaban: D

9. Salah satu cara menguji kredibilitas suatu sumber adalah ….

A. mengabaikan sumber lain
B. membandingkannya dengan sumber yang relevan
C. langsung mempercayai isinya
D. mengubah informasi yang terdapat di dalamnya

Jawaban: B

10. Urutan langkah penelitian sejarah yang tepat adalah ….

A. heuristik โ€“ historiografi โ€“ kritik โ€“ interpretasi
B. kritik โ€“ heuristik โ€“ interpretasi โ€“ historiografi
C. pemilihan topik โ€“ heuristik โ€“ kritik โ€“ interpretasi โ€“ historiografi
D. historiografi โ€“ kritik โ€“ heuristik โ€“ interpretasi

Jawaban: C

B. Soal Essay
  1. Jelaskan pengertian metode penelitian sejarah!
  2. Mengapa pemilihan topik penting dalam penelitian sejarah?
  3. Apa yang dimaksud dengan heuristik?
  4. Jelaskan perbedaan kritik ekstern dan kritik intern!
  5. Apa tujuan dilakukan verifikasi atau kritik sumber?
  6. Jelaskan pengertian interpretasi dalam penelitian sejarah!
  7. Apa yang dimaksud dengan analisis dan sintesis dalam tahap interpretasi?
  8. Jelaskan pengertian historiografi!
  9. Berikan contoh penelitian sejarah sederhana yang dapat dilakukan siswa!
  10. Jelaskan secara berurutan lima langkah dalam metode penelitian sejarah!

Link Internal

Artikel terkait yang dapat digunakan:

Link Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan โ€“ Penelitian Sejarah, Sumber Langka dan Kelangkaan Sumber
    Kemendikbud โ€“ Penelitian Sejarah dan Sumber Sejarah
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan โ€“ Metode Sejarah dalam Kajian Sejarah Maritim
    Kemendikbud โ€“ Sejarah Maritim dan Metode Sejarah
  3. Garuda Kemendikbud โ€“ Tahapan Penelitian Sejarah
    Garuda Kemendikbud โ€“ Penelitian Sejarah dan Tahapan Metode Sejarah
  4. Garuda Kemendikbud โ€“ Metode Penelitian Sejarah
    Garuda Kemendikbud โ€“ Perkembangan Pasar Butik Bukittinggi 1980โ€“2020
  5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan โ€“ Penelitian Sejarah Kerajaan Fatagar
    Kemendikbud โ€“ Kajian Sejarah Kerajaan Fatagar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.