Jenis-jenis mobilitas sosial meliputi mobilitas vertikal naik, vertikal turun, horizontal, antargenerasi, intragenerasi, dan struktural. Pelajari pengertian, perbedaan, contoh dalam kehidupan sehari-hari, serta faktor pendorong dan penghambatnya.
Pendahuluan
Mobilitas sosial merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengalami perubahan kedudukan atau status sosial, baik menjadi lebih tinggi, lebih rendah, maupun berpindah ke posisi yang sederajat. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pendidikan, pekerjaan, kondisi ekonomi, perkawinan, dan berbagai faktor lainnya. Kenali Jenis-Jenis Mobilitas Sosial Beserta Pengertian dan Contohnya!
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, mobilitas sosial dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan, seperti keluarga, sekolah, tempat kerja, organisasi, dan masyarakat umum. Contohnya, seorang anak petani yang berhasil menjadi dokter mengalami perubahan kedudukan sosial dibandingkan dengan orang tuanya.
Mobilitas sosial memiliki beberapa jenis yang perlu dipahami agar kita dapat mengetahui bagaimana perubahan status sosial berlangsung dalam masyarakat.
Lalu, apa saja jenis-jenis mobilitas sosial? Apa pengertian dan contoh masing-masing jenisnya? Simak pembahasan lengkap berikut ini.
Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial adalah perpindahan kedudukan atau status seseorang maupun kelompok dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya.
Perubahan status sosial dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti pendidikan, pekerjaan, kekayaan, prestasi, perkawinan, dan perubahan struktur masyarakat.
Mobilitas sosial menunjukkan bahwa kedudukan seseorang dalam masyarakat tidak selalu tetap. Seseorang yang awalnya memiliki status sosial rendah dapat meningkatkan kedudukannya melalui usaha, kemampuan, dan kesempatan yang tersedia.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki kedudukan tinggi juga dapat mengalami penurunan status sosial akibat kegagalan usaha, kehilangan pekerjaan, atau faktor lainnya.
Jenis-Jenis Mobilitas Sosial
Secara umum, mobilitas sosial dapat dibedakan berdasarkan arah perpindahan status dan hubungan antargenerasi. Berikut jenis-jenis mobilitas sosial beserta pengertian dan contohnya.
A. Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan kedudukan seseorang atau kelompok dari satu lapisan sosial menuju lapisan sosial lainnya yang berbeda tingkatannya.
Mobilitas vertikal dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu mobilitas vertikal naik dan mobilitas vertikal turun.
1. Mobilitas Sosial Vertikal Naik (Social Climbing)
Mobilitas sosial vertikal naik merupakan perpindahan seseorang menuju kedudukan sosial yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
Perubahan ini biasanya terjadi karena peningkatan pendidikan, prestasi, keberhasilan pekerjaan, atau keberhasilan ekonomi.
Contoh mobilitas sosial vertikal naik:
- Seorang karyawan biasa dipromosikan menjadi manajer perusahaan.
- Anak seorang petani berhasil menjadi dokter.
- Pedagang kecil berkembang menjadi pengusaha besar.
- Seorang guru diangkat menjadi kepala sekolah.
- Seorang anggota organisasi terpilih menjadi ketua karena kemampuan kepemimpinannya.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa seseorang dapat meningkatkan status sosial melalui kemampuan, prestasi, dan kesempatan yang dimiliki.
2. Mobilitas Sosial Vertikal Turun (Social Sinking)
Mobilitas sosial vertikal turun merupakan perpindahan seseorang menuju kedudukan sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan kedudukan sebelumnya.
Perubahan ini dapat terjadi karena kegagalan usaha, kehilangan pekerjaan, penurunan jabatan, atau pelanggaran aturan.
Contoh mobilitas sosial vertikal turun:
- Seorang manajer diturunkan jabatannya menjadi staf.
- Pengusaha mengalami kebangkrutan sehingga kehilangan sebagian besar kekayaannya.
- Pejabat kehilangan jabatannya akibat pelanggaran hukum.
- Seorang kepala bagian kembali menjadi karyawan biasa.
Mobilitas sosial vertikal turun menunjukkan bahwa kedudukan sosial seseorang dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih rendah.
B. Mobilitas Sosial Horizontal
Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan seseorang dari satu posisi sosial ke posisi lain yang sederajat tanpa mengalami perubahan tingkatan status sosial.
Dalam mobilitas horizontal, seseorang mengalami perubahan lingkungan, tempat kerja, atau kelompok sosial, tetapi kedudukannya tetap setara.
Contoh mobilitas sosial horizontal:
- Seorang guru pindah mengajar dari SMP Negeri A ke SMP Negeri B dengan jabatan yang sama.
- Seorang dokter berpindah bekerja dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain dengan kedudukan profesional setara.
- Seorang pegawai pindah perusahaan tetapi tetap bekerja pada posisi yang sama.
- Seorang anggota organisasi berpindah ke organisasi lain dengan kedudukan setara.
Mobilitas horizontal tidak selalu meningkatkan atau menurunkan status sosial seseorang, tetapi menunjukkan adanya perpindahan posisi yang sederajat.
C. Mobilitas Sosial Antargenerasi
Mobilitas sosial antargenerasi adalah perubahan kedudukan sosial yang terjadi antara generasi yang berbeda dalam satu keluarga.
Perubahan ini biasanya dapat dilihat dengan membandingkan status sosial orang tua dan anak.
Mobilitas antargenerasi dapat terjadi ke arah naik maupun turun.
Contoh mobilitas sosial antargenerasi naik:
- Orang tua bekerja sebagai petani, sedangkan anaknya menjadi dokter.
- Ayah bekerja sebagai buruh, sementara anaknya berhasil menjadi pengusaha.
- Orang tua memiliki pendidikan dasar, sedangkan anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan menjadi dosen.
Contoh mobilitas sosial antargenerasi turun:
- Orang tua memiliki usaha besar, sedangkan anaknya mengalami kesulitan ekonomi.
- Orang tua memiliki kedudukan sosial tinggi, sedangkan anaknya memiliki kedudukan sosial lebih rendah.
Mobilitas antargenerasi menunjukkan adanya perubahan status sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.
D. Mobilitas Sosial Intragenerasi
Mobilitas sosial intragenerasi adalah perubahan kedudukan sosial yang dialami seseorang selama perjalanan hidupnya sendiri.
Dengan kata lain, perubahan status sosial terjadi dalam satu generasi atau selama kehidupan individu yang sama.
Contoh mobilitas sosial intragenerasi naik:
- Seorang karyawan memulai karier sebagai staf kemudian menjadi kepala bagian dan direktur.
- Pedagang kaki lima berkembang menjadi pemilik toko besar.
- Seorang pegawai memperoleh promosi jabatan setelah menunjukkan prestasi kerja.
Contoh mobilitas sosial intragenerasi turun:
- Seorang manajer mengalami penurunan jabatan menjadi staf.
- Pengusaha sukses mengalami kebangkrutan sehingga kedudukan ekonominya menurun.
Mobilitas intragenerasi memperlihatkan bahwa perubahan status sosial dapat dialami seseorang berkali-kali selama perjalanan hidupnya.
E. Mobilitas Sosial Struktural
Mobilitas sosial struktural adalah perubahan kedudukan sosial yang terjadi akibat perubahan struktur masyarakat secara luas.
Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi, industrialisasi, teknologi, kebijakan pemerintah, atau perubahan sistem pekerjaan.
Contoh mobilitas sosial struktural:
- Perkembangan industri menciptakan banyak pekerjaan baru sehingga masyarakat beralih dari sektor pertanian ke sektor industri.
- Perkembangan teknologi digital membuka peluang pekerjaan sebagai pengembang aplikasi, kreator konten, dan tenaga pemasaran digital.
- Pembangunan kawasan industri memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memperoleh pekerjaan baru.
Mobilitas struktural dapat memengaruhi kedudukan sosial banyak orang sekaligus, bukan hanya satu individu.
Perbedaan Jenis-Jenis Mobilitas Sosial
Agar lebih mudah memahami setiap jenis mobilitas sosial, perhatikan tabel berikut.
| Jenis Mobilitas Sosial | Pengertian | Contoh |
| Vertikal naik | Perpindahan ke status lebih tinggi | Staf menjadi manajer |
| Vertikal turun | Perpindahan ke status lebih rendah | Manajer menjadi staf |
| Horizontal | Perpindahan pada status sederajat | Guru pindah sekolah dengan jabatan sama |
| Antargenerasi | Perubahan status antara generasi berbeda | Anak petani menjadi dokter |
| Intragenerasi | Perubahan status dalam kehidupan individu yang sama | Staf menjadi direktur |
| Struktural | Perubahan akibat perubahan struktur masyarakat | Peralihan pekerjaan akibat industrialisasi |
Perlu dipahami bahwa jenis-jenis tersebut menggunakan sudut pandang yang berbeda. Vertikal dan horizontal menunjukkan arah perpindahan, sedangkan antargenerasi dan intragenerasi menunjukkan hubungan perubahan status berdasarkan generasi. Mobilitas struktural berkaitan dengan perubahan struktur masyarakat.
Link Internal
Menghubungkan artikel ini dengan artikel lain dalam seri pembelajaran Mobilitas Sosial agar pembaca dapat mempelajari materi secara berurutan.
- Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, dan Contohnya
- Faktor Pendorong Mobilitas Sosial di Indonesia yang Perlu Diketahui
- Faktor Penghambat Mobilitas Sosial dan Dampaknya bagi Masyarakat Indonesia
- Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari di Indonesia
- Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya
- Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Mobilitas Sosial di Indonesia
- Dampak Positif dan Negatif Mobilitas Sosial bagi Individu dan Masyarakat
Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
Terjadinya mobilitas sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk mengubah kedudukan sosialnya.
Berikut beberapa faktor pendorong mobilitas sosial:
A. Pendidikan
Pendidikan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang untuk memperoleh pekerjaan dan kedudukan sosial yang lebih baik.
B. Keadaan Ekonomi
Keinginan meningkatkan pendapatan mendorong seseorang untuk bekerja lebih keras, mengembangkan usaha, dan mencari peluang ekonomi.
C. Prestasi dan Kerja Keras
Prestasi serta kemampuan individu dapat membuka kesempatan memperoleh jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi.
D. Kesempatan Kerja
Tersedianya lapangan pekerjaan memberikan peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan.
E. Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi memberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan usaha melalui berbagai platform digital.
F. Sistem Sosial Terbuka
Masyarakat dengan sistem sosial terbuka memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk meningkatkan status sosial berdasarkan kemampuan dan prestasi.
Faktor Penghambat Mobilitas Sosial
Selain faktor pendorong, terdapat beberapa kondisi yang dapat menghambat seseorang dalam meningkatkan kedudukan sosialnya.
Beberapa faktor penghambat mobilitas sosial meliputi:
- Kemiskinan yang membatasi akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
- Diskriminasi berdasarkan latar belakang sosial.
- Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan.
- Terbatasnya kesempatan kerja.
- Ketimpangan sosial dan ekonomi.
- Sistem pelapisan sosial yang tertutup.
- Keterbatasan akses teknologi dan informasi.
Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan kesempatan untuk meningkatkan status sosial tidak merata di antara anggota masyarakat.

