PJJ IPS KELAS 9

Dua Sikap Manusia Dalam Menghadapi Arus Globalisasi

Dua Sikap Manusia Dalam Menghadapi Arus Globalisasi, terkait dengan sikap manusia dalam menghadapi globalisasi, secara garis besar dapat dibedakan adanya dua sikap yaitu sikap positif dan sikap negatif dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi.

1. Sikap Positif

Sikap positif menunjukkan bentuk penerimaan masyarakat terhadap arus modernisasi dan globalisasi. Sikap positif mengandung unsur-unsur sebagai berikut.

  1. Penerimaan secara terbuka (open minded); Sikap terbuka membuat seseorang lebih dinamis, menerima perubahan dan kemajuan jaman dengan cepat, tidak terbelenggu dengan hal-hal lama yang bersikap kolot.
  2. Sikap antisipatif dan selektif; sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap terbuka. Setelah sesorang dapat membuka diri pada hal-hal baru, langkah selanjutnya adalah berupaya memiliki kepekaan (antisipatif) dalam menilai hal-hal yang sedang terjadi. Melalui kepekaan sesorang dapat memilih (selektif) hal-hal mana yang berpengaruh baik dan mana yang pengaruh buruk.
  3. Sikap Adaptif, merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif dan selektif. Sikap adaptif artinya mampu menyesuaikan diri terhadap perkembangan yang diakibatkan modernisasi dan globalisasi. Tentu saja penyesuaian diri dilakukan secara selektif, memilih hal-hal yang berpengaruh positif bagi seseorang.
  4. Sikap tidak meninggalkan unsur-unsur budaya asli, seringkali kemajuan zaman mengubah perilaku manusia, mengaburkan kebudayaan yang sudah ada dan bahkan menghilangkannya sama sekali. Kondisi ini menyebabkan seseorang dapat kehilangan jati diri mereka. Kondisi ini dapat dihindari dengan cara memiliki rasa bangga dan percaya diri sebagai bangsa Indonesia.

Sikap Negatif

Berbeda dari sikap positif yang menerima terjadinya perubahan akibat modernisasi dan globalisasi, sikap negatif menunjukkan bentuk penolakan terhadap arus modernisasi dan globalisasi. Sikap negatif mengandung unsur-unsur berikut ini:

a. Tertutup dan was-was (apatis);

sikap ini umumnya dimiliki oleh seseorang atau masyarakat yang merasa telah nyaman dengan kondisi kehidupan yang lama. Hal ini mengakibatkan mereka merasa was-was, curiga, dan menutup diri dari segala pengaruh kemajuan zaman.

Sikap menutup diri pada perubahan meskipun berguna untuk menjaga kebudayaan tetapi kurang baik karena dapat menjauhkan diri dari kemajuan dan perkembangan dunia.

b. Acuh tak acuh;

Sikap ini pada umumnya ditunjukkan oleh masyarakat awam yang kurang memahami dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi.

Masyarakat awam pada umumnya tidak terlalu peduli untuk mengurusi dampak yang dapat ditimbulkan oleh modernisasi dan globalisasi karena mempercayakan sepenuhnya pada kebijakan pemerintah. Mereka hanya sebagai pengikut saja sehingga dapat dikatakan cenderung pasif dan tidak memiliki inisiatif.

Salah satu dampak globalisasi (ilustrasi foto/istimewa)

c. Kurang selektif dalam menyikapi modernisasi dan globalisasi;

Sikap ini ditunjukkan dengan menerima setiap hal baru tanpa melakukan seleksi. Sikap kurang selektif menempatkan segala bentuk kemajuan zaman sebagai hal yang baik dan benar meski tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.

Jika seseorang atau suatu masyarakat memiliki sikap kurang elektif maka maka unsurunsur budaya asli yang dimiliki mereka dapat sedikit demi sedikit terkikis dan hilang akibat arus modernisasi yang mereka ikuti. Sebagai akibatnya masyarakat tersebut akan mengalami kehilangan kepercayaan diri akibat kehilangan jati diri mereka.

Baca juga Modernisasi Dan Globalisasi Pengaruh Perubahan Masyarakat Dunia

Referensi :
MODUL PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 UNTUK JENJANG SMP/MTs Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VIII Semester Gasal. Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button