Advertisement
Advertisement
PJJ IPS KELAS 9

Pertempuran Surabaya Pada tanggal 25 Oktober 1945

Advertisement

Pertempuran Surabaya Pada tanggal 25 Oktober 1945, Sekutu dibawah Komando Brigjen A.W.S. Mallaby tiba di Surabaya. Pada tanggal 28 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara rakyat Surabaya. melawan Sekutu yang menewaskan Brigjen A.W.S. Mallaby.

Kemudian sekutu di bawah pimpinan Mayjen R.C Mansergh mengeluarkan ultimatum, agar semua orang yang bersenjata menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945 sebelum pukul 18.00. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Sekutu akan menyerang Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Karena ultimatum tersebut tidak dihiraukan, maka terjadilah pertempuran Surabaya. Peristiwa 10 November 1945 ini kemudian ditetapkan sebagai hari Pahlawan.

Advertisement

Salah Seorang tokoh dalam pertempuran Surabaya ialah Bung Tomo, beliau berhasil membakar semangat rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap agresi Sekutu dan NICA. Tokoh lainnya adalah Gubernur Suryo, Residen Surabaya Sudirman, Dul Arnowo, dr. Mustofa, dan Ruslan Abdulgani.

Bandung Lautan Api

Pada tanggal 13 Oktober 1945 Sekutu memasuki kota Bandung. Kedatangan diboncengi NICA. Dengan alasan hendak melucuti dan menawan tentara Jepang, mereka mulai menduduki bagian-bagian penting di kota Bandung.

Pada tanggal 27 November 1945 Sekutu mengeluarkan ultimatum agar para pejuang segera meninggalkan Bandung Utara. Para pejuang menolak. Baru setelah Pemerintah Pusat Jakarta turun tangan Tentara Republik Indonesia (TRI) bersedia mengosongkan Bandung.

Sebelum meninggalkan Bandung, pada tanggal 24 Maret 1946 para pejuang menyerbu pos-pos Sekutu dan membumi hanguskan kota Bandung. Tokoh-tokoh dari pertempuran Bandung, antara lain: Ariji Kartawinata, Sutoko, Nawawi Alib, Kolonel Hidayat, Otto Iskandardinata, dan Kolonel A.H. Nasution.

Bandung Lautan Api
Peristiwa Bandung Lautan Api (ilustrasi foto/Netralnews.com)

Peristiwa Merah Putih

Tanggal 22 Agustus 1945 rakyat Minahasa bergerak mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang. Dewan Minahasa menjadi penguasa tertinggi daerah. Rakyat Minahasa menyambut proklamasi dengan penuh semangat. Bendera Merah Putih dikibarkan di seluruh Minahasa.

Sekutu datang diboncengi NICA, dan melarang bendera Merah Putih dikibarkan di tanah Minahasa. Pada tanggal 14 Februari 1946, rakyat Minahasa bangkit melawan Sekutu di bawah pimpinan Ch. Taulu.

Advertisement

Pertempuran Puputan Margarana

Pertempuran ini di pimpin oleh I Gusti Ngurah Rai dengan pasukannya Ciung Wanara, beberapa kali memperoleh kemenangan. Pertempuran ini dimulai bulan April 1946 di Denpasar. Karena keterbatasan senjata yang mereka miliki, pasukan Ciung Wanara akhirnya terdesak.

Mereka bertahan di Desa Marga. Di daerah ini pasukan I Gusti Ngurah Rai mengadakan perang habis-habisan (puputan), akhirnya I Gusti Ngurah Rai dengan sebagian besar pasukannya meninggal. Perang ini juga disebut Pertempuran Puputan Margarana (29 November 1946).

Baca juga Peristiwa Bandung Lautan Api Membara di Kota Bandung

Advertisement

Pertempuran Medan Area

Tanggal 9 Oktober 1945 tentara Sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Medan dipimpin oleh T.E.D. Kelly. Sebelumnya NICA telah mendaratkan pasukan di bawah pimpinan Westerling. Para pemuda Medan segera membentuk TKR. Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang dikenal dengan nama Medan Area. Dan pada tanggal 10 Desember 1945 Sekutu menyerang secara besar-besaran.

Referensi : MODUL PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 UNTUK JENJANG SMP/MTs Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VIII Semester Gasal. Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Advertisement
Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button