Ascribed status dalam interaksi sosial lengkap beserta pengertian, faktor, contoh, fungsi, dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat.
Pengertian Ascribed Status
Ascribed status adalah status sosial yang diperoleh seseorang sejak lahir tanpa melalui usaha atau prestasi tertentu. Status ini biasanya ditentukan oleh faktor keturunan, jenis kelamin, usia, suku bangsa, maupun latar belakang keluarga. Bagaimana Ascribed Status dalam Interaksi Sosial: Pengertian, Faktor, dan Contohnya?
Dalam ilmu sosiologi, ascribed status termasuk salah satu jenis status sosial selain achieved status dan assigned status.
Ascribed status memiliki hubungan erat dengan interaksi sosial karena status yang dimiliki seseorang sejak lahir dapat memengaruhi cara masyarakat memperlakukan dan berhubungan dengan individu tersebut.
Contohnya, seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan atau tokoh masyarakat biasanya mendapatkan penghormatan tertentu dalam lingkungan sosialnya.
Menurut Soerjono Soekanto, status sosial adalah posisi seseorang dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak, kewajiban, dan hubungan sosialnya dengan orang lain.
Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok dalam kehidupan masyarakat.
Interaksi sosial terjadi karena adanya komunikasi dan hubungan sosial antaranggota masyarakat.
Dalam interaksi sosial, ascribed status dapat memengaruhi:
- Cara seseorang diperlakukan
- Kedudukan sosial dalam kelompok
- Hak dan kewajiban sosial
- Hubungan sosial antarmasyarakat
Contoh:
- Orang tua dihormati karena faktor usia
- Anak keturunan tokoh adat lebih dikenal masyarakat
- Perbedaan jenis kelamin memengaruhi pembagian peran sosial
Hubungan Ascribed Status dan Interaksi Sosial
Ascribed status sangat memengaruhi interaksi sosial karena status tersebut diperoleh sejak lahir dan sering menjadi identitas sosial seseorang.
Dalam kehidupan masyarakat, ascribed status dapat menentukan:
- Posisi sosial seseorang
- Cara masyarakat memberikan penghormatan
- Pembagian peran sosial
- Pola hubungan sosial
Contoh:
Seseorang yang berasal dari keluarga terpandang biasanya lebih mudah dikenal dalam lingkungan masyarakat.
Ciri-Ciri Ascribed Status
Ascribed status memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis status sosial lainnya.
1. Diperoleh Sejak Lahir
Status ini dimiliki seseorang sejak lahir tanpa usaha tertentu.
Contoh:
- Anak bangsawan
- Anak kepala adat
2. Tidak Memerlukan Usaha
Status sosial ini diperoleh secara otomatis.
Contoh:
Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
3. Ditentukan oleh Faktor Keturunan
Ascribed status biasanya diwariskan oleh keluarga.
Contoh:
Keturunan keluarga kerajaan.
4. Sulit atau Tidak Mudah Berubah
Status ini umumnya tetap karena berkaitan dengan identitas seseorang.
Contoh:
Suku bangsa dan garis keturunan.
5. Berkaitan dengan Budaya dan Tradisi
Ascribed status dipengaruhi oleh adat istiadat masyarakat.
Contoh:
Sistem kasta dalam masyarakat tertentu.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ascribed Status
Beberapa faktor utama yang memengaruhi ascribed status antara lain:
1. Keturunan Keluarga
Faktor keluarga menjadi penentu utama status sosial seseorang sejak lahir.
Contoh:
Anak keluarga bangsawan memperoleh status sosial tertentu.
2. Jenis Kelamin
Jenis kelamin sering memengaruhi peran sosial dalam masyarakat.
Contoh:
Laki-laki dan perempuan memiliki pembagian tugas berbeda dalam budaya tertentu.
3. Usia
Usia memengaruhi hak dan kewajiban sosial seseorang.
Contoh:
Orang dewasa memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding anak-anak.
4. Suku Bangsa
Suku bangsa menjadi identitas sosial seseorang sejak lahir.
Contoh:
Seseorang menjadi anggota suku Jawa atau Sunda berdasarkan keturunan keluarga.
5. Budaya dan Tradisi
Budaya masyarakat memengaruhi pembentukan status sosial.
Contoh:
Masyarakat adat yang masih mempertahankan sistem keturunan tertentu.
Baca juga: Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif: Persaingan, Kontravensi, dan Konflik
Contoh Ascribed Status dalam Interaksi Sosial
Ascribed status dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan kehidupan masyarakat.
1. Di Lingkungan Keluarga
Contoh:
- Anak pertama
- Anak kepala keluarga terpandang
Pengaruh dalam Interaksi Sosial
- Mendapat tanggung jawab tertentu
- Lebih dihormati dalam keluarga
2. Di Lingkungan Sekolah
Contoh:
- Jenis kelamin siswa
- Usia siswa
Pengaruh dalam Interaksi Sosial
- Memengaruhi pembagian kegiatan tertentu
- Menentukan kelompok usia belajar
3. Di Lingkungan Masyarakat
Contoh:
- Keturunan bangsawan
- Anak tokoh adat
- Anggota suku tertentu
Pengaruh dalam Interaksi Sosial
- Mendapat penghormatan sosial tertentu
- Memiliki pengaruh dalam kegiatan adat
4. Di Lingkungan Budaya Adat
Contoh:
- Pewaris jabatan adat
- Keturunan pemimpin suku
Pengaruh dalam Interaksi Sosial
- Memiliki kedudukan penting dalam upacara adat
- Dihormati masyarakat adat
Fungsi Ascribed Status dalam Interaksi Sosial
Ascribed status memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan masyarakat.
1. Menentukan Kedudukan Sosial
Status sosial membantu menentukan posisi seseorang dalam kelompok sosial.
2. Membantu Pembagian Peran Sosial
Masyarakat membagi peran berdasarkan usia, jenis kelamin, dan keturunan.
Contoh:
Orang tua bertugas membimbing anak-anak.
3. Menjaga Tradisi dan Budaya
Ascribed status membantu mempertahankan adat istiadat masyarakat.
4. Membentuk Identitas Sosial
Status sejak lahir menjadi bagian dari identitas seseorang.
Dampak Ascribed Status dalam Interaksi Sosial
Ascribed status memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan sosial.
Dampak Positif Ascribed Status
1. Menjaga Keteraturan Sosial
Masyarakat memiliki pembagian peran yang jelas.
2. Melestarikan Budaya dan Tradisi
Nilai budaya diwariskan dari generasi ke generasi.
3. Memperkuat Solidaritas Sosial
Kesamaan identitas dapat mempererat hubungan sosial.
Dampak Negatif Ascribed Status
1. Diskriminasi Sosial
Perbedaan status sejak lahir dapat menyebabkan perlakuan tidak adil.
2. Kesenjangan Sosial
Masyarakat dapat terbagi berdasarkan keturunan atau kasta.
3. Hambatan Mobilitas Sosial
Seseorang mungkin sulit meningkatkan status sosialnya.
Karena itu, masyarakat perlu menghargai setiap individu tanpa membedakan status sosial sejak lahir.
Perbedaan Ascribed Status dengan Jenis Status Sosial Lainnya
| Jenis Status Sosial | Cara Memperoleh | Contoh |
| Ascribed Status | Sejak lahir | Anak bangsawan |
| Achieved Status | Melalui usaha | Dokter |
| Assigned Status | Diberikan masyarakat | Pahlawan nasional |
Pentingnya Memahami Ascribed Status dalam Interaksi Sosial
Memahami ascribed status penting karena:
- Membantu memahami struktur sosial masyarakat
- Menghargai keberagaman budaya
- Menghindari diskriminasi sosial
- Menumbuhkan sikap toleransi
Dengan memahami ascribed status, masyarakat dapat menciptakan hubungan sosial yang lebih harmonis.
Kesimpulan
Ascribed status adalah status sosial yang diperoleh seseorang sejak lahir tanpa usaha tertentu. Dalam interaksi sosial, status ini memengaruhi cara masyarakat memperlakukan dan berhubungan dengan individu tertentu.
Faktor-faktor yang memengaruhi ascribed status antara lain keturunan, jenis kelamin, usia, suku bangsa, dan budaya masyarakat. Contoh ascribed status dapat ditemukan dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan adat.
Ascribed status memiliki fungsi penting dalam menjaga keteraturan sosial dan budaya, tetapi juga dapat menimbulkan diskriminasi sosial jika tidak disikapi secara bijak.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa yang dimaksud dengan ascribed status?
Ascribed status adalah status sosial yang diperoleh sejak lahir tanpa usaha tertentu.
2. Apa hubungan ascribed status dengan interaksi sosial?
Ascribed status memengaruhi cara masyarakat memperlakukan dan berinteraksi dengan seseorang.
3. Apa contoh ascribed status?
Contohnya jenis kelamin, suku bangsa, usia, dan keturunan bangsawan.
4. Apa faktor utama ascribed status?
Faktor utamanya meliputi keturunan, usia, jenis kelamin, dan budaya masyarakat.
5. Apa dampak negatif ascribed status?
Dapat menimbulkan diskriminasi dan kesenjangan sosial.
Referensi
- Kemdikbud RI
- Kemendikdasmen RI
- Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar.
- Ralph Linton. The Study of Man.
- Bruce J. Cohen. Sociology: An Introduction.
ย

