Advertisement
Advertisement
Pelajaran IPSPelajaran SMPSejarah

Teori Cina dan Saluran Masuknya Islam ke Indonesia

Advertisement

Teori Cina Islam disebarkan dari Cina telah dibahas oleh SQ Fatimi, Beliau mendasarkan teorinya ini kepada perpindahan orang-orang Islam dari Canton ke Asia tenggara sekitar tahun 876 .

Teori Cina, Perpindahan ini dikarenakan adanya pemberontakan yang mengorbankan hingga 150.000 muslim. Menurut Syed Naquib Alatas, tumpuan mereka adalah ke Kedah danPalembang.

Hijrahnya mereka ke Asia Tenggaran telah membantu perkembangan Islam di kawasan ini. Selain Palembang dan Kedah, sebagian mereka juga menetap di Campa, Brunei, pesisir timir tanah melayu (Patani, Kelantan, Terengganu dan Pahang) serta Jawa Timur.

Advertisement

Di samping itu, ada argumentasi laian yang menyatakan bahwa orang Cina telah berhubungan dengan masyarakat Indonesia jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia.

Pada masa Hindu-Buddha, etnis Cina atau Tiongkok telah berbaur dengan penduduk Indonesia, terutama melalui kontak dagang. Bahkan, ajaran Islam telah sampai di Cina pada abad ke- 7 M, masa di mana agama ini baru berkembang.

Pemeluk agama islam di cina (foto/istimewa)

Sumanto Al Qurtuby dalam bukunya Arus Cina-Islam-Jawa menyatakan, menurut kronik masa Dinasti Tang (618- 960) di daerah Kanton, Zhang-zhao, Quanzhou, dam pesisir Cina bagian selatan, telah terdapat sejumlah pemukiman Islam.

Teori Cina bila dilihat dari beberapa sumber luar negeri (kronik) maupun lokal (babad dan hikayat), dapat diterima. Bahkan menurut sejumlah sumber lokat tersebut ditulis bahwa raja Islam pertama di Jawa, yakni Raden Patah dari Bintoro Demak, merupakan keturunan Cina.

Ibunya disebutkan berasal dari Campa, Cina bagian selatan (sekarang termasuk Vietnam). Berdasarkan Sajarah Banten dan Hikayat Hasanuddin, nama dan gelar raja-raja Demak beserta leluhurnya ditulis dengan menggunakan istilah Cina, seperti “Cek Ko Po”, “Jin Bun”, “Cek Ban Cun”, “Cun Ceh”, serta “Cu-cu”. Nama-nama seperti “Munggul” dan “Moechoel” ditafsirkan merupakan kata lain dari Mongol, sebuah wilayah di utara Cina yang berbatasan dengan Rusia.

Bukti-bukti yang menunjukan bahwa penyebaran Islam dimulai dari Cina adalah ditemukannya: batu nisan syekh Abdul Kadir bin Husin syah Alam diLanggar, Kedah bertarikh 903 M, batu bertulis Phan-rang di Kamboja bertahun 1025 M, batu nisan di Pahang bertahun 1028 M, batu nisan puteri Islam Brunei bertahun 1048 M, batu bersurat Trengganu bertahun 1303 M dan batu nisan Fathimah binti Maimun di Jawa Timur bertarik 1082 M.

Advertisement

Baca juga Kapan Datangnya Islam ke Nusantara dan Asal Usulnya

Bukti-bukti lainnya adalah masjid- masjid tua yang bernilai arsitektur Tiongkok yang didirikan oleh komunitas Cina di berbagai tempat, terutama di Pulau Jawa. Pelabuhan penting sepanjang pada abad ke-15 seperti Gresik, misalnya, menurut catatan-catatan Cina, diduduki pertama-tama oleh para pelaut dan pedagang Cina.

Saluran Islamisasi Dalam Proses Masuk dan Berkembangnya Islam, Adapun saluran islamisasi dalam proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia melalui beberapa cara atau saluran sebagai berikut.

Advertisement

a. Perdagangan

Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia dan Gujarat singgah berbulan- bulan di Malaka dan pelabuhan-pelabuhan diIndonesia.

b. Perkawinan

Adapula diantara para pedagang Arab, Persia dan Gujarat tinggal lama di Indonesia bahkan adapula yang menetap. Maka banyak diantara mereka yang menikah dengan wanita-wanita Indonesia.

Dengan perkawinan terbentuklah ikatan kekerabatan besar beragama Islam yang merupakan awal terbentuknya masyarakat Islam.

Advertisement

c. Pendidikan di Pondok Pesantren

Di Pondok Pesantren para santri dari berbagai daerah mendapatkan pendidikan agama Islam secara mendalam. Setelah tamat mereka berkewajiban menyebarkan ajaran Islam.

d. Seni Budaya

Seni Gamelan dan Wayang mengundang masyarakat untuk berkumpul, saat itulah dilakukan dakwahkeagamaan.

e. Ajaran Tasawuf

Tasawuf mengajarkan umat Islam agar selalu membersihkan jiwanya dan mendekatkan diri dengan Tuhannya. Hal ini sesuai dengan keadaanmasyarakat saat itu yang banyak dipengaruhi oleh ajaran dan budaya Hindu-Budha yang memelihara hidup kebatinan.

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button