PJJ IPS KELAS 8

Pengaruh Integrasi Sosial di Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat

Pengaruh Integrasi Sosial di Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat, Bagaimana pengaruh integrasi sosial di kehidupan sosial dan budaya masyarakat saat ini? Ananda pasti sudah paham bahwa pengaruh itu bisa positif tetapi juga bisa negatif. Apabila negatif bisa merupakan ancaman bagi negara. Sebelum mempelajari lebih lanjut maka perlu dipelajari lebih dahulu faktor-faktor pendorong integrasi sosial antara lain:

  1. Toleransi terhadap perbedaan
  2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
  3. Sikap saling menghargai orang lain
  4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
  5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
  6. Perkawinan campuran (amalgamation)
  7. Adanya musuh bersama dari luar

Pengaruh integrasi antara lain ancaman integrasi sosial budaya yang dapat dibedakan atas ancaman dari dalam dan ancaman dari luar.

1. Ancaman integrasi sosial budaya dari dalam

Ancaman terhadap integrasi nasional bidang sosial budaya dari dalam didorong oleh faktor-faktor sebagai berikut: Isu kemiskinan ,Isu kebodohan, Isu keterbelakangan, Isu ketidakadilan, Isu-isu tersebut dapat menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan dalam bangsa Indonesia, antara lain:

Separatisme, Terorisme, Kekerasan, Bencana akibat perbuatan manusia, Adanya isu-isu yang mejadi faktor pendorong ancaman terhadap integrasi nasional tersebut akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme dan patriotisme.

2. Ancaman integrasi sosial budaya dari luar

Penyebab ancaman terhadap integrasi sosial budaya dari luar adalah pengaruh negatif globalisasi. Berikut ini beberapa pengaruh negatif globalisasi terhadap integrasi sosial budaya:

a. Munculnya gaya hidup konsumtif. Dampak negatif globalisasi adalah munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengonsumsi barang-barang dari luar negeri.

b. Munculnya sifat hedonisme Hedonisme adalah paham yang menganggap kenikmatan pribadi sebagai suatu nilai hidup tertinggi.

Hedonisme berakibat membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya meski harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Perilaku hedonisme yang dikhawatirkan merebak pada masyarakat adalah mabukmabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan lain-lain.

c. Munculnya sikap individualisme Sikap individualisme adalah sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna. Sikap individualisme dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang lain. Misalnya sikap menghardik pengemis, pengamen dan sebagainya.

d. Munculnya gejala westernisasi, Westernisasi adalah gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu. Misalnya meniru model pakaian yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat Indonesia. Contoh perempuan memakai rok mini, lelaki memakai anting-anting, dan sebagainya.

e. Semakin memudarnya kepribadian luhur bangsa Pengaruh negatif globalisasi di bidang sosial budaya dapat terlihat dari semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial.

f. Semakin lunturnya nilai agama Dampak negatif globalisasi pada bidang sosial budaya yaitu semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ada dua faktor utama yang dapat mendukung terciptanya integrasi sosial di Indonesia.

  1. Dibutuhkan kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama. Kita sangat beruntung dengan memiliki pegangan, pedoman, dan tujuan dari semua kelompok yang ada berupa Pancasila.
  2. Dibutuhkan rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi. Kelompok-kelompok yang ada wajib menyadari sepenuhnya bahwa mereka memiliki satu tanah air, bangsa, dan bahasa. Dengan demikian, keinginan memisahkan diri dari NKRI akan dapat ditekan.

Baca juga Upaya Menanggulangi Arus Urbanisasi yang Terjadi di Antar Negara

Westernisasi adalah gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu (ilustrasi foto/dosensosiologi.com)
Referensi : MODUL PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 UNTUK JENJANG SMP/MTs Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VIII Semester Gasal. Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button