Kehidupan ekonomi Indonesia pada masa Orde Baru berlangsung sejak akhir 1960-an hingga 1998. Pada awal periode ini, pemerintah menghadapi inflasi yang sangat tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Pemerintah kemudian menjalankan berbagai kebijakan untuk melakukan stabilisasi ekonomi, meningkatkan produksi, membangun infrastruktur, mengembangkan pertanian dan industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Pembangunan Lima Tahun atau Pelita menjadi salah satu ciri penting pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru. Di sisi lain, menjelang akhir periode tersebut Indonesia menghadapi krisis ekonomi Asia 1997โ1998 yang memberikan dampak besar terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat.
Pengertian Kehidupan Ekonomi pada Masa Orde Baru
Kehidupan ekonomi pada masa Orde Baru adalah keadaan dan perkembangan kegiatan ekonomi Indonesia selama pemerintahan Orde Baru, terutama sejak akhir 1960-an sampai 1998.
Pada awal Orde Baru, pemerintah mewarisi kondisi ekonomi yang sangat sulit. Inflasi pada 1966 tercatat sekitar 635% dalam salah satu kajian ekonomi yang diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Pemerintah kemudian menjalankan program stabilisasi, antara lain melalui pengendalian anggaran dan kebijakan untuk mendorong investasi serta produksi. Kajian tersebut mencatat inflasi turun menjadi sekitar 10% pada 1969 dan 2,5% pada 1971.
Kebijakan ekonomi pada masa Orde Baru kemudian berkembang dari stabilisasi ekonomi menuju pembangunan jangka panjang melalui program Repelita atau Pelita (Pembangunan Lima Tahun).
Kondisi Ekonomi pada Awal Orde Baru
Ketika Orde Baru mulai menjalankan pemerintahan, Indonesia menghadapi beberapa persoalan ekonomi.
Beberapa masalah tersebut antara lain:
- inflasi yang sangat tinggi;
- harga kebutuhan pokok meningkat;
- produksi belum berkembang dengan baik;
- kondisi keuangan negara sulit;
- kegiatan investasi masih terbatas;
- infrastruktur belum memadai;
- kehidupan masyarakat masih menghadapi banyak kesulitan.
Kondisi tersebut membuat stabilisasi ekonomi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah.
Contoh
Bayangkan sebuah keluarga memiliki pendapatan Rp500.000 per bulan, tetapi harga kebutuhan sehari-hari naik sangat cepat. Meskipun pendapatan keluarga tetap, jumlah barang yang dapat dibeli menjadi semakin sedikit.
Kondisi seperti ini menggambarkan bagaimana inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat.
Upaya Stabilisasi Ekonomi
Pemerintah Orde Baru berusaha menstabilkan ekonomi melalui berbagai kebijakan.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah menjaga agar pengeluaran negara dan jumlah uang beredar lebih terkendali, sekaligus mendorong peningkatan produksi dan investasi. Kajian mengenai kebijakan inflasi Indonesia mencatat bahwa pemerintah Orde Baru mencanangkan program stabilisasi melalui prinsip anggaran berimbang serta mendorong investasi dalam dan luar negeri.
Stabilisasi ekonomi diperlukan agar kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih teratur.
Tujuan stabilisasi ekonomi antara lain:
- mengendalikan inflasi;
- meningkatkan produksi;
- meningkatkan investasi;
- memperbaiki kondisi keuangan negara;
- menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil;
- meningkatkan kegiatan perdagangan.
Pembangunan Lima Tahun atau Pelita
Salah satu ciri utama pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru adalah pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun (Pelita).
Program ini dilaksanakan secara bertahap dalam periode lima tahunan. Sumber dari Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud menjelaskan bahwa program pembangunan Orde Baru tersusun dalam Repelita dan berlangsung hingga Repelita VI.
Secara umum, pembangunan lima tahun tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan berbagai sektor.
Pelita I
Pelita I berlangsung pada 1969โ1974.
Pembangunan banyak diarahkan pada sektor pertanian, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pembangunan sarana prasarana.
Pertanian menjadi perhatian penting karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.
Contoh
Pemerintah membangun atau memperbaiki irigasi agar sawah mendapatkan pasokan air yang lebih baik.
Dengan irigasi yang baik, petani diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian.
Pelita II
Pelita II berlangsung pada 1974โ1979.
Perhatian pembangunan semakin luas, termasuk:
- pangan;
- sandang;
- perumahan;
- sarana dan prasarana;
- kesempatan kerja;
- kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan tidak hanya diarahkan pada produksi pertanian, tetapi juga pada berbagai kebutuhan masyarakat.
Pelita III
Pelita III berlangsung pada 1979โ1984.
Pembangunan pada periode ini berkaitan dengan pelaksanaan Trilogi Pembangunan, yang secara umum menekankan stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan.
Pelita IV
Pelita IV berlangsung pada 1984โ1989.
Sektor pertanian tetap mendapatkan perhatian, termasuk usaha mencapai swasembada pangan. Pemerintah juga mulai memberikan perhatian lebih besar kepada pengembangan industri.
Pelita V
Pelita V berlangsung pada 1989โ1994.
Pembangunan diarahkan pada sektor pertanian dan industri. Perkembangan industri diharapkan dapat meningkatkan produksi dan menyediakan lapangan kerja.
Pelita VI
Pelita VI dimulai pada 1994 dan direncanakan berlangsung sampai 1999.
Pembangunan tetap menekankan sektor ekonomi, terutama industri dan pertanian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, pelaksanaannya terganggu oleh krisis ekonomi yang dimulai pada 1997.
Perkembangan Sektor Pertanian
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting pada masa Orde Baru.
Pemerintah berusaha meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai program, seperti:
- pembangunan irigasi;
- penggunaan bibit unggul;
- penggunaan pupuk;
- pemberantasan hama;
- penyuluhan pertanian;
- intensifikasi pertanian.
Program intensifikasi bertujuan meningkatkan hasil pertanian dari lahan yang tersedia.
Swasembada Beras
Salah satu pencapaian penting pembangunan pertanian pada masa Orde Baru adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 1985.
Bank Indonesia mencatat bahwa melalui intensifikasi pertanian, produksi beras meningkat hingga sekitar 26 juta ton dan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 1985.
Swasembada beras berarti kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan berasnya terutama dari produksi dalam negeri.
Contoh
Jika kebutuhan beras masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi petani Indonesia sendiri, kebutuhan untuk mengimpor beras dapat dikurangi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian.
Namun, capaian swasembada tersebut tidak berlangsung selamanya. Berbagai persoalan pertanian, seperti kondisi sosial-ekonomi petani, pemeliharaan irigasi, intensifikasi lahan yang berlebihan, dan investasi teknologi pangan, kemudian memengaruhi keberlanjutan capaian tersebut.
Perkembangan Industri
Selain pertanian, industri berkembang menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia.
Pemerintah berusaha mendorong perkembangan industri melalui investasi dan pembangunan infrastruktur.
Industri yang berkembang antara lain:
- industri makanan dan minuman;
- industri tekstil;
- industri pengolahan;
- industri kimia;
- industri semen;
- industri barang konsumsi.
Perkembangan industri dapat memberikan beberapa manfaat, seperti:
- meningkatkan produksi;
- menciptakan lapangan kerja;
- meningkatkan kegiatan perdagangan;
- menambah pendapatan masyarakat;
- mendorong perkembangan wilayah.
Contoh
Sebuah pabrik tekstil membutuhkan tenaga kerja untuk proses produksi. Pabrik juga membutuhkan bahan baku, transportasi, listrik, dan jasa lainnya.
Dengan demikian, perkembangan industri dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang saling berkaitan.
Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi.
Infrastruktur yang dibangun dan dikembangkan antara lain:
- jalan;
- jembatan;
- bendungan;
- irigasi;
- pelabuhan;
- fasilitas listrik;
- sarana transportasi;
- fasilitas komunikasi.
Infrastruktur membantu memperlancar kegiatan ekonomi.
Contoh
Jika sebuah desa memiliki jalan yang baik, petani akan lebih mudah membawa hasil panen ke pasar.
Sebaliknya, jika jalan rusak, biaya dan waktu transportasi dapat meningkat.
Perkembangan Perdagangan
Perdagangan juga mengalami perkembangan pada masa Orde Baru.
Stabilitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur membantu meningkatkan kegiatan perdagangan.
Perdagangan dilakukan di dalam negeri maupun dengan negara lain.
Kegiatan ekspor menjadi salah satu sumber penerimaan bagi perekonomian Indonesia.
Komoditas ekspor Indonesia pada masa tersebut antara lain berasal dari sektor:
- minyak dan gas;
- pertanian;
- perkebunan;
- kehutanan;
- industri pengolahan.
Peran Minyak dan Gas Bumi
Minyak dan gas bumi memiliki peranan besar dalam perekonomian Indonesia, terutama ketika harga minyak dunia meningkat pada 1970-an.
Pendapatan dari sektor minyak memberikan tambahan penerimaan bagi pemerintah.
Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan.
Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada komoditas tertentu juga memiliki risiko. Jika harga komoditas mengalami perubahan besar, penerimaan negara dapat ikut berubah.
Perkembangan Perbankan dan Investasi
Pemerintah juga berusaha mengembangkan sistem perbankan dan investasi.
Investasi diperlukan untuk membangun industri, meningkatkan produksi, dan membuka lapangan kerja.
Kajian ekonomi mengenai periode awal Orde Baru mencatat bahwa kebijakan untuk mendorong investasi dalam dan luar negeri menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan produksi.
Contoh
Jika perusahaan mendapatkan modal untuk membangun pabrik baru, perusahaan dapat membeli mesin dan mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja.
Hal tersebut dapat meningkatkan kegiatan produksi sekaligus membuka kesempatan kerja.
Link Internal
- Pembangunan Perekonomian Indonesia
- Kondisi Perekonomian pada Masa Kemerdekaan
- Kehidupan Ekonomi Indonesia pada Awal Kemerdekaan
- Pemerataan Pembangunan Indonesia
- Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi
- Lembaga Keuangan untuk Kesejahteraan Rakyat
- Manfaat Lembaga Keuangan
- Proses Pelaksanaan Kemerdekaan Indonesia
Perubahan Kehidupan Masyarakat
Pembangunan ekonomi membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.
Beberapa perubahan yang dapat diamati antara lain:
- berkembangnya kawasan perkotaan;
- bertambahnya kegiatan industri;
- meningkatnya penggunaan kendaraan;
- berkembangnya perdagangan;
- meningkatnya pembangunan sekolah dan fasilitas kesehatan;
- berkembangnya sarana komunikasi;
- semakin luasnya penggunaan listrik.
Pembangunan tersebut ikut mengubah pola kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu.
Dampak Pembangunan Ekonomi pada Masa Orde Baru
Perkembangan ekonomi pada masa Orde Baru memberikan berbagai dampak.
Dampak yang Terlihat dalam Pembangunan
Beberapa hasil pembangunan antara lain:
- peningkatan produksi pertanian;
- pembangunan infrastruktur;
- perkembangan industri;
- peningkatan kegiatan perdagangan;
- pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan;
- peningkatan akses listrik dan transportasi;
- keberhasilan mencapai swasembada beras pada 1985.
Keberhasilan swasembada beras pada 1985 merupakan salah satu perkembangan penting sektor pertanian pada masa tersebut.
Tantangan dan Permasalahan
Di sisi lain, pembangunan ekonomi juga menghadapi berbagai tantangan.
Beberapa di antaranya adalah:
- kesenjangan antardaerah;
- ketergantungan terhadap komoditas tertentu;
- masalah pemerataan hasil pembangunan;
- ketergantungan terhadap modal dan teknologi;
- persoalan lingkungan;
- kerentanan terhadap perubahan ekonomi dunia.
Dalam mempelajari sejarah ekonomi, penting untuk melihat perkembangan dan tantangannya secara bersamaan.
Krisis Ekonomi 1997โ1998
Menjelang akhir Orde Baru, Indonesia menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat.
Krisis Asia mulai memengaruhi Indonesia pada 1997. Nilai rupiah mengalami tekanan besar, sektor perbankan menghadapi masalah, dan kegiatan ekonomi mengalami gangguan.
Bank Indonesia menyediakan laporan perekonomian Indonesia untuk periode 1998/1999 yang mendokumentasikan perkembangan ekonomi pada masa tersebut.
Krisis tersebut berdampak pada:
- melemahnya nilai rupiah;
- meningkatnya harga berbagai barang;
- masalah pada sektor perbankan;
- meningkatnya kesulitan dunia usaha;
- meningkatnya pengangguran;
- menurunnya daya beli masyarakat;
- meningkatnya jumlah masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
BPS juga menerbitkan Statistik Indonesia 1998, yang memuat gambaran berbagai kondisi sosial dan ekonomi Indonesia pada periode tersebut.
Kehidupan Masyarakat Saat Krisis Ekonomi
Krisis ekonomi tidak hanya berdampak pada pemerintah dan perusahaan, tetapi juga masyarakat.
Ketika harga barang meningkat sementara pendapatan tidak meningkat dengan kecepatan yang sama, masyarakat mengalami penurunan daya beli.
Perusahaan yang mengalami kesulitan juga dapat mengurangi produksi atau tenaga kerja.
Contoh
Sebuah keluarga sebelumnya dapat membeli:
- beras;
- minyak goreng;
- telur;
- pakaian;
- kebutuhan sekolah.
Ketika harga barang meningkat dan pendapatan tetap, keluarga tersebut harus mengurangi atau menunda sebagian pembelian.
Hal tersebut menunjukkan bagaimana krisis ekonomi dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Berakhirnya Orde Baru
Krisis ekonomi 1997โ1998 tidak hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga berlangsung bersamaan dengan perubahan politik dan sosial.
Pada 1998, pemerintahan Orde Baru berakhir dan Indonesia memasuki masa Reformasi.
Dengan demikian, perkembangan ekonomi masa Orde Baru dapat dipahami sebagai periode yang mengalami beberapa tahap: stabilisasi ekonomi, pembangunan melalui Pelita, perkembangan pertanian dan industri, serta krisis ekonomi pada akhir periode.
Contoh Kehidupan Ekonomi pada Masa Orde Baru
Contoh 1: Petani dan Irigasi
Pemerintah membangun jaringan irigasi untuk membantu petani mendapatkan air bagi sawah.
Dampak: produksi pertanian dapat meningkat.
Pelajaran: pembangunan infrastruktur dapat mendukung kegiatan ekonomi.
Contoh 2: Pabrik dan Lapangan Kerja
Pembangunan industri menyebabkan munculnya berbagai pabrik.
Dampak: masyarakat mendapatkan kesempatan bekerja di sektor industri.
Pelajaran: perkembangan industri dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Contoh 3: Swasembada Beras
Produksi beras meningkat melalui berbagai program pertanian hingga Indonesia mencapai swasembada beras pada 1985.
Pelajaran: peningkatan produktivitas pertanian dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
Contoh 4: Krisis Ekonomi
Ketika krisis ekonomi terjadi pada 1997โ1998, masyarakat menghadapi kenaikan harga dan kesulitan ekonomi.
Pelajaran: perekonomian suatu negara dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi internasional.
Tabel Ringkasan Kehidupan Ekonomi Masa Orde Baru
| Bidang | Perkembangan |
| Stabilitas ekonomi | Pemerintah melakukan berbagai kebijakan stabilisasi pada awal Orde Baru |
| Pertanian | Dikembangkan melalui intensifikasi dan pembangunan irigasi |
| Pangan | Indonesia mencapai swasembada beras pada 1985 |
| Industri | Mengalami perkembangan melalui investasi dan pembangunan |
| Infrastruktur | Jalan, irigasi, listrik, transportasi, dan fasilitas lainnya dikembangkan |
| Perdagangan | Kegiatan perdagangan dan ekspor berkembang |
| Perbankan | Sistem perbankan dan investasi dikembangkan |
| Krisis ekonomi | Mengalami guncangan berat pada 1997โ1998 |
Nilai yang Dapat Dipelajari
Dari kehidupan ekonomi pada masa Orde Baru, siswa dapat mempelajari beberapa hal.
1. Pentingnya Stabilitas Ekonomi
Kondisi ekonomi yang stabil diperlukan agar kegiatan produksi dan perdagangan dapat berjalan dengan baik.
2. Pentingnya Pembangunan Infrastruktur
Jalan, irigasi, listrik, dan transportasi mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
3. Pentingnya Ketahanan Pangan
Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan ekonomi.
4. Pentingnya Diversifikasi Ekonomi
Suatu negara perlu mengembangkan berbagai sektor ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada satu komoditas.
5. Pentingnya Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan keterampilan diperlukan agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan ekonomi dan teknologi.
Peran Siswa dalam Kehidupan Ekonomi
Siswa dapat mengambil pelajaran dari sejarah ekonomi dengan melakukan kegiatan sederhana, seperti:
- belajar mengelola uang;
- membiasakan menabung;
- tidak boros;
- menghargai pekerjaan orang lain;
- menggunakan barang secara bijak;
- menjaga fasilitas umum;
- meningkatkan keterampilan;
- belajar memahami kegiatan ekonomi;
- menghargai produk dalam negeri;
- menjaga lingkungan.
Kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan ekonomi pada masa depan.
Kesimpulan
Kehidupan ekonomi pada masa Orde Baru mengalami berbagai perubahan. Pada awal periode, pemerintah menghadapi inflasi yang sangat tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Pemerintah kemudian menjalankan kebijakan stabilisasi untuk memperbaiki kondisi ekonomi.
Setelah itu, pembangunan dilaksanakan secara bertahap melalui program Pelita. Pertanian, industri, perdagangan, infrastruktur, dan perbankan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Salah satu pencapaian yang terkenal adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 1985.
Namun, pembangunan ekonomi juga menghadapi berbagai tantangan. Menjelang akhir Orde Baru, Indonesia mengalami krisis ekonomi 1997โ1998 yang berdampak luas terhadap masyarakat, dunia usaha, dan sistem keuangan.
Dengan mempelajari kehidupan ekonomi pada masa Orde Baru, siswa dapat memahami bahwa pembangunan ekonomi membutuhkan stabilitas, perencanaan, sumber daya manusia, infrastruktur, serta kemampuan menghadapi perubahan ekonomi.
Soal Evaluasi Pilihan Ganda
1. Apa yang menjadi salah satu masalah ekonomi Indonesia pada awal Orde Baru?
A. Inflasi sangat tinggi
B. Produksi terlalu berlebihan
C. Perdagangan terlalu maju
D. Teknologi sudah sangat modern
Jawaban: A. Inflasi sangat tinggi
2. Apa yang dimaksud dengan Pelita?
A. Program perdagangan internasional
B. Pembangunan Lima Tahun
C. Program industri tahunan
D. Program pendidikan lima tahun
Jawaban: B. Pembangunan Lima Tahun
3. Sektor yang mendapat perhatian besar pada awal Pelita adalah ….
A. pertanian
B. pariwisata digital
C. teknologi informasi
D. perdagangan elektronik
Jawaban: A. pertanian
4. Apa tujuan pembangunan irigasi bagi sektor pertanian?
A. Mengurangi lahan pertanian
B. Membantu menyediakan air bagi pertanian
C. Menghentikan produksi pangan
D. Mengurangi hasil panen
Jawaban: B. Membantu menyediakan air bagi pertanian
5. Indonesia mencapai swasembada beras pada ….
A. 1975
B. 1980
C. 1985
D. 1990
Jawaban: C. 1985
6. Salah satu manfaat perkembangan industri adalah ….
A. mengurangi lapangan pekerjaan
B. meningkatkan kesempatan kerja
C. menghentikan perdagangan
D. mengurangi produksi
Jawaban: B. meningkatkan kesempatan kerja
7. Salah satu infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi adalah ….
A. jalan
B. permainan
C. pakaian
D. buku tulis
Jawaban: A. jalan
8. Krisis ekonomi besar yang terjadi menjelang akhir Orde Baru dimulai pada ….
A. 1970
B. 1985
C. 1990
D. 1997
Jawaban: D. 1997
9. Salah satu dampak krisis ekonomi 1997โ1998 adalah ….
A. meningkatnya daya beli seluruh masyarakat
B. melemahnya nilai rupiah dan meningkatnya kesulitan ekonomi
C. produksi selalu meningkat
D. harga barang selalu menurun
Jawaban: B. melemahnya nilai rupiah dan meningkatnya kesulitan ekonomi
10. Pelajaran penting dari kehidupan ekonomi masa Orde Baru adalah ….
A. ekonomi hanya bergantung pada satu sektor
B. pembangunan tidak membutuhkan perencanaan
C. stabilitas dan pembangunan ekonomi saling berkaitan
D. masyarakat tidak memiliki peran dalam ekonomi
Jawaban: C. stabilitas dan pembangunan ekonomi saling berkaitan
Soal Evaluasi Essay
1. Mengapa pemerintah Orde Baru melakukan stabilisasi ekonomi pada awal pemerintahannya?
Jawaban: Karena Indonesia menghadapi inflasi yang sangat tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Stabilisasi diperlukan agar harga dan kegiatan ekonomi menjadi lebih terkendali.
2. Apa yang dimaksud dengan Pelita?
Jawaban: Pelita adalah singkatan dari Pembangunan Lima Tahun, yaitu program pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dalam periode lima tahun.
3. Mengapa sektor pertanian penting pada masa Orde Baru?
Jawaban: Karena pertanian menjadi sumber pangan dan mata pencaharian bagi banyak masyarakat. Peningkatan produksi pertanian juga membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
4. Apa yang dimaksud dengan swasembada beras?
Jawaban: Swasembada beras adalah kondisi ketika kebutuhan beras suatu negara dapat dipenuhi terutama dari produksi beras dalam negeri.
5. Apa dampak krisis ekonomi 1997โ1998 terhadap kehidupan masyarakat?
Jawaban: Krisis menyebabkan nilai rupiah melemah, harga berbagai barang meningkat, daya beli masyarakat menurun, dunia usaha mengalami kesulitan, dan sebagian masyarakat menghadapi masalah pekerjaan serta pendapatan.
Link Referensi
- Bank Indonesia โ Inflasi di Indonesia
- Bank Indonesia โ Menapak Jejak Ekonomi Rakyat
- Bank Indonesia โ Penataan Ekonomi Pasca Perang
- Bank Indonesia โ Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 1998/1999
- Badan Pusat Statistik โ Statistik Indonesia 1997
- Badan Pusat Statistik โ Statistik Indonesia 1998
- Kementerian PPN/Bappenas โ Sejarah Bappenas
- Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud โ Presiden Hasil Pemilu 1971

