Home ยป IPS Kelas 8 ยป Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi dalam Kehidupan Nyata
Posted in

Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi dalam Kehidupan Nyata

Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi dalam Kehidupan Nyata (AiStudio)
Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi dalam Kehidupan Nyata (AiStudio)

Mobilitas sosial antargenerasi dan intragenerasi menjelaskan perubahan status sosial dalam keluarga maupun perjalanan hidup seseorang. Pelajari pengertian, perbedaan, contoh nyata, faktor yang memengaruhi, serta latihan soal bergaya TKA lengkap dengan kunci jawaban.

Mobilitas sosial merupakan fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Seseorang dapat mengalami perubahan kedudukan sosial karena pendidikan, pekerjaan, usaha, atau faktor lainnya. Perubahan tersebut dapat terjadi antara generasi yang berbeda maupun selama perjalanan hidup seseorang. Oleh karena itu, memahami contoh mobilitas sosial antargenerasi dan intragenerasi penting untuk mengetahui bagaimana status sosial seseorang dapat berubah.

Pengertian Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi

Mobilitas sosial adalah perpindahan kedudukan atau status sosial seseorang maupun kelompok dalam struktur masyarakat. Perubahan ini dapat mengarah pada status yang lebih tinggi, lebih rendah, atau setara dengan status sebelumnya.

Berdasarkan waktu dan pihak yang mengalami perubahan, mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi mobilitas sosial antargenerasi dan intragenerasi.

1. Mobilitas Sosial Antargenerasi

Mobilitas sosial antargenerasi adalah perubahan status sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih dalam satu keluarga. Perbandingan biasanya dilakukan antara orang tua dan anak.

Contohnya, seorang petani memiliki anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan menjadi dokter. Anak tersebut mengalami peningkatan status sosial dibandingkan dengan orang tuanya dalam aspek pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.

Mobilitas antargenerasi tidak selalu mengalami peningkatan. Anak juga dapat memiliki status sosial lebih rendah daripada orang tuanya, misalnya ketika orang tua bekerja sebagai pengusaha sukses, tetapi anak mengalami kesulitan ekonomi dan bekerja dengan penghasilan yang lebih rendah.

2. Mobilitas Sosial Intragenerasi

Mobilitas sosial intragenerasi adalah perubahan status sosial yang dialami seseorang selama masa hidupnya sendiri. Perubahan tersebut tidak membandingkan status seseorang dengan generasi orang tua atau anaknya.

Contohnya, seseorang memulai karier sebagai pegawai administrasi, kemudian diangkat menjadi manajer, dan akhirnya menjadi direktur perusahaan. Perjalanan karier tersebut menunjukkan mobilitas sosial intragenerasi vertikal naik.

Mobilitas intragenerasi juga dapat terjadi ke arah bawah. Misalnya, seorang pengusaha mengalami kebangkrutan sehingga kehilangan sebagian besar kekayaannya dan harus memulai usaha kembali dari skala kecil.

Perbedaan Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi

Perbedaan utama kedua jenis mobilitas sosial tersebut terletak pada siapa yang dibandingkan dan rentang waktunya.

AspekAntargenerasiIntragenerasi
PengertianPerubahan status antara generasi berbedaPerubahan status seseorang sepanjang hidupnya
PerbandinganOrang tua dan anak atau generasi lainIndividu yang sama pada waktu berbeda
Rentang waktuMelibatkan dua generasi atau lebihDalam perjalanan hidup satu individu
Contoh naikAnak buruh menjadi dokterKaryawan menjadi manajer
Contoh turunAnak pengusaha sukses mengalami penurunan status ekonomiPengusaha bangkrut dan kehilangan kekayaan

Kedua jenis mobilitas sosial tersebut dapat terjadi dalam bentuk vertikal maupun horizontal. Mobilitas vertikal menunjukkan perubahan kedudukan ke tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah, sedangkan mobilitas horizontal menunjukkan perpindahan kedudukan yang relatif setara.

Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi dalam Kehidupan Nyata

Berikut beberapa contoh mobilitas sosial antargenerasi yang mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat.

1. Anak Petani Menjadi Dokter

Seorang petani membesarkan anaknya dengan penghasilan terbatas. Melalui pendidikan dan dukungan keluarga, anak tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan bekerja di rumah sakit.

Peristiwa ini merupakan contoh mobilitas sosial antargenerasi vertikal naik. Status sosial anak mengalami peningkatan dibandingkan dengan status sosial orang tuanya.

2. Anak Buruh Menjadi Guru

Seorang buruh pabrik berusaha menyekolahkan anaknya hingga lulus perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan, anak tersebut menjadi guru dan memperoleh pekerjaan yang relatif stabil.

Contoh ini memperlihatkan bahwa pendidikan dapat menjadi salah satu saluran mobilitas sosial antargenerasi.

3. Anak Pedagang Kecil Menjadi Pengusaha Besar

Orang tua yang berjualan di pasar tradisional memiliki anak yang kemudian membangun perusahaan distribusi dan mempekerjakan banyak orang.

Keberhasilan anak tersebut menunjukkan perubahan status sosial antargenerasi melalui kewirausahaan, keterampilan, jaringan usaha, dan pengelolaan modal.

4. Anak Nelayan Menjadi Pegawai Negeri

Seorang nelayan memiliki anak yang rajin belajar dan berhasil mengikuti seleksi menjadi pegawai negeri. Pekerjaan anak tersebut dapat memberikan perubahan dalam kedudukan pekerjaan, pendapatan, serta keamanan ekonomi keluarga.

Peristiwa ini dapat digolongkan sebagai mobilitas sosial antargenerasi apabila status anak dibandingkan dengan status orang tuanya.

5. Anak Keluarga Berada Mengalami Penurunan Status Sosial

Seseorang berasal dari keluarga pengusaha yang memiliki kekayaan besar. Namun, ketika dewasa, ia mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu mempertahankan usaha keluarganya.

Jika kedudukan sosial ekonominya lebih rendah daripada generasi orang tuanya, peristiwa tersebut dapat menjadi contoh mobilitas sosial antargenerasi vertikal turun.

Contoh Mobilitas Sosial Intragenerasi dalam Kehidupan Nyata

Mobilitas sosial intragenerasi berkaitan dengan perubahan kedudukan seseorang selama perjalanan hidupnya. Berikut contoh-contohnya.

1. Karyawan Menjadi Manajer

Seorang karyawan memulai karier dari posisi staf. Setelah menunjukkan kinerja yang baik, mengikuti pelatihan, dan memperoleh pengalaman, ia dipromosikan menjadi supervisor lalu manajer.

Perubahan ini merupakan mobilitas sosial intragenerasi vertikal naik karena terjadi peningkatan kedudukan dalam pekerjaan selama hidup orang yang sama.

2. Guru Menjadi Kepala Sekolah

Seorang guru mengawali karier sebagai tenaga pendidik. Setelah memenuhi persyaratan, memperoleh pengalaman, dan menunjukkan kemampuan kepemimpinan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.

Perubahan kedudukan tersebut termasuk mobilitas intragenerasi vertikal naik.

3. Pedagang Kecil Mengembangkan Usaha

Seseorang memulai usaha dengan menjual makanan dari rumah. Seiring meningkatnya pelanggan, ia membuka toko, merekrut karyawan, dan mengembangkan merek dagang sendiri.

Perubahan skala usaha dan kedudukan ekonominya dapat menunjukkan mobilitas sosial intragenerasi vertikal naik.

4. Pengusaha Mengalami Kebangkrutan

Seorang pengusaha pernah memiliki beberapa cabang usaha. Akibat pengelolaan keuangan yang buruk dan penurunan permintaan, bisnisnya mengalami kerugian besar hingga ia harus menutup sebagian besar cabangnya.

Jika kerugian tersebut menurunkan kedudukan sosial ekonominya, peristiwa ini termasuk mobilitas sosial intragenerasi vertikal turun.

5. Pindah Pekerjaan dengan Kedudukan Setara

Seorang pegawai administrasi berpindah dari perusahaan A ke perusahaan B dengan jabatan dan tingkat tanggung jawab yang relatif sama.

Peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai mobilitas sosial intragenerasi horizontal karena orang yang sama berpindah lingkungan kerja tanpa perubahan berarti pada tingkat status sosialnya.

Link Internal

Tautan internal berikut untuk menghubungkan artikel ini dengan konten terkait:

  1. Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, dan Contohnya
  2. Apa Itu Mobilitas Sosial? Pengertian, Bentuk, dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
  3. 5 Jenis Mobilitas Sosial Beserta Contoh dan Penjelasannya
  4. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial yang Bisa Meningkatkan Status Seseorang
  5. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial dan Dampaknya bagi Masyarakat
  6. Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari yang Mudah Dipahami
  7. Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya
  8. Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Mobilitas Sosial di Indonesia
  9. Saluran Mobilitas Sosial: Pendidikan, Pekerjaan, Organisasi, dan Perkawinan
  10. Hubungan Mobilitas Sosial dan Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat

Faktor yang Memengaruhi Mobilitas Sosial Antargenerasi dan Intragenerasi

Mobilitas sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat mendukung maupun menghambat perubahan status seseorang.

1. Pendidikan

Pendidikan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan memperoleh pekerjaan. Anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang memperoleh akses pendidikan berkualitas berpeluang memperbaiki kedudukan sosialnya.

2. Kondisi Ekonomi Keluarga

Ketersediaan sumber daya ekonomi dapat memengaruhi akses terhadap pendidikan, kesehatan, modal usaha, dan jaringan pekerjaan. Namun, kondisi ekonomi keluarga bukan satu-satunya penentu keberhasilan seseorang.

3. Kesempatan Kerja

Pasar kerja yang menyediakan peluang berdasarkan kompetensi dapat mendukung mobilitas sosial. Sebaliknya, terbatasnya lapangan pekerjaan dapat menghambat peningkatan status sosial.

4. Keterampilan dan Prestasi

Kemampuan profesional, pengalaman, kreativitas, dan prestasi dapat membantu seseorang mendapatkan promosi atau mengembangkan usaha.

5. Struktur Sosial dan Diskriminasi

Masyarakat yang memberikan kesempatan secara adil cenderung membuka lebih banyak jalur mobilitas. Sebaliknya, diskriminasi dan ketimpangan akses dapat membatasi kesempatan kelompok tertentu.

6. Perubahan Ekonomi dan Teknologi

Perkembangan teknologi dapat menciptakan jenis pekerjaan baru, tetapi juga mengurangi kebutuhan terhadap pekerjaan tertentu. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan mobilitas sosial.

Dampak Mobilitas Sosial bagi Individu dan Masyarakat

Mobilitas sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif, bergantung pada proses dan kondisi yang menyertainya.

Dampak Positif
  • Meningkatkan motivasi untuk belajar dan mengembangkan keterampilan.
  • Membuka kesempatan memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik.
  • Mendorong peningkatan taraf hidup keluarga.
  • Memperluas kesempatan seseorang untuk berpartisipasi dalam masyarakat.
  • Mendorong perubahan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dampak Negatif
  • Menimbulkan tekanan ketika seseorang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
  • Memicu konflik jika perubahan status menimbulkan kecemburuan sosial.
  • Menyebabkan ketidakpastian ekonomi ketika mobilitas berlangsung ke arah bawah.
  • Memperkuat kesenjangan apabila kesempatan untuk meningkatkan status hanya tersedia bagi kelompok tertentu.

Mobilitas sosial yang sehat perlu didukung oleh akses pendidikan, kesempatan kerja yang adil, perlindungan sosial, dan penghargaan terhadap kemampuan seseorang.

Kesimpulan

Mobilitas sosial antargenerasi adalah perubahan status sosial antara generasi yang berbeda, sedangkan mobilitas sosial intragenerasi merupakan perubahan status yang dialami seseorang sepanjang hidupnya.

Contoh mobilitas antargenerasi antara lain anak petani menjadi dokter dan anak pedagang kecil menjadi pengusaha besar. Sementara itu, contoh mobilitas intragenerasi adalah karyawan yang menjadi manajer, guru yang menjadi kepala sekolah, atau pengusaha yang mengalami kebangkrutan.

Memahami kedua konsep tersebut membantu kita melihat bahwa perubahan status sosial dipengaruhi oleh pendidikan, keterampilan, kesempatan kerja, kondisi ekonomi, dan struktur masyarakat. Karena itu, kesempatan mobilitas sosial perlu didukung oleh sistem yang adil agar setiap orang memiliki peluang mengembangkan potensinya.


Evaluasi Soal-Soal Berbasis TKA

Soal berikut merupakan latihan bergaya TKA, bukan soal resmi TKA. Gunakan pemahaman konsep dan analisis situasi untuk menjawab setiap pertanyaan.

A. Pilihan Ganda

1. Pak Darto bekerja sebagai petani. Anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan bekerja sebagai dokter di rumah sakit. Peristiwa tersebut termasuk ….

A. mobilitas horizontal intragenerasi
B. mobilitas vertikal naik antargenerasi
C. mobilitas vertikal turun intragenerasi
D. mobilitas horizontal antargenerasi

2. Rina memulai karier sebagai staf administrasi. Sepuluh tahun kemudian, ia diangkat menjadi direktur perusahaan. Contoh tersebut menunjukkan ….

A. mobilitas sosial antargenerasi
B. mobilitas horizontal antargenerasi
C. mobilitas vertikal naik intragenerasi
D. mobilitas vertikal turun antargenerasi

3. Perhatikan dua peristiwa berikut.

  1. Anak buruh menjadi dosen perguruan tinggi.
  2. Seorang guru diangkat menjadi kepala sekolah.

Pasangan jenis mobilitas sosial yang tepat adalah ….

A. (1) intragenerasi, (2) antargenerasi
B. (1) horizontal, (2) horizontal
C. (1) antargenerasi, (2) intragenerasi
D. (1) vertikal turun, (2) vertikal naik antargenerasi

4. Seorang pegawai berpindah dari perusahaan A ke perusahaan B dengan jabatan, pendapatan, dan tanggung jawab yang relatif sama. Peristiwa tersebut paling tepat disebut ….

A. mobilitas vertikal naik
B. mobilitas vertikal turun
C. mobilitas horizontal
D. mobilitas antargenerasi vertikal

5. Faktor yang dapat membantu seorang anak dari keluarga kurang mampu meningkatkan kedudukan sosialnya adalah ….

A. pembatasan akses pendidikan
B. diskriminasi dalam pekerjaan
C. kesempatan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas
D. pengurangan kesempatan kerja

6. Seorang pengusaha mengalami kebangkrutan setelah sebelumnya memiliki beberapa cabang usaha. Jika dibandingkan dengan kedudukannya sendiri pada masa lalu, peristiwa tersebut termasuk ….

A. mobilitas vertikal turun intragenerasi
B. mobilitas vertikal naik antargenerasi
C. mobilitas horizontal antargenerasi
D. mobilitas horizontal intragenerasi

7. Pernyataan yang paling tepat mengenai perbedaan mobilitas antargenerasi dan intragenerasi adalah ….

A. Antargenerasi hanya terjadi di perkotaan.
B. Intragenerasi selalu mengarah pada peningkatan status.
C. Antargenerasi membandingkan status antargenerasi, sedangkan intragenerasi membandingkan status individu pada waktu berbeda.
D. Intragenerasi hanya berkaitan dengan perpindahan tempat tinggal.

8. Pemerintah menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga berpenghasilan rendah. Kebijakan ini dapat mendorong mobilitas sosial karena ….

A. menghilangkan semua bentuk perbedaan sosial secara langsung
B. memperluas akses pendidikan dan kesempatan memperbaiki status sosial
C. memastikan setiap penerima beasiswa menjadi orang kaya
D. membatasi persaingan dalam dunia kerja

9. Seorang anak berasal dari keluarga pengusaha sukses, tetapi ketika dewasa ia memiliki kedudukan ekonomi yang lebih rendah daripada orang tuanya. Jika perbandingan dilakukan antara dua generasi, kondisi tersebut termasuk ….

A. mobilitas vertikal turun antargenerasi
B. mobilitas vertikal naik intragenerasi
C. mobilitas horizontal antargenerasi
D. mobilitas horizontal intragenerasi

10. Kesimpulan yang paling tepat tentang mobilitas sosial adalah ….

A. Mobilitas sosial hanya ditentukan oleh kekayaan orang tua.
B. Setiap perubahan pekerjaan selalu merupakan mobilitas vertikal.
C. Mobilitas sosial dapat terjadi antargenerasi maupun intragenerasi, dengan arah vertikal atau horizontal.
D. Mobilitas sosial hanya terjadi ketika seseorang pindah tempat tinggal.

Kunci Jawaban dan Pembahasan
  1. B. Perubahan status dibandingkan antara orang tua dan anak serta menunjukkan peningkatan kedudukan.
  2. C. Perubahan karier dialami Rina sendiri selama hidupnya dan bergerak ke kedudukan yang lebih tinggi.
  3. C. Peristiwa pertama membandingkan dua generasi, sedangkan peristiwa kedua membandingkan kedudukan guru yang sama pada waktu berbeda.
  4. C. Perpindahan pekerjaan dengan tingkat kedudukan relatif setara merupakan mobilitas horizontal.
  5. C. Pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan serta membuka akses terhadap peluang pekerjaan.
  6. A. Penurunan status ekonomi dibandingkan dengan masa lalu individu yang sama merupakan mobilitas vertikal turun intragenerasi.
  7. C. Perbedaan utamanya adalah pihak yang dibandingkan.
  8. B. Beasiswa dapat mengurangi hambatan biaya dan memperluas kesempatan pendidikan.
  9. A. Perbandingan dilakukan antara status anak dan orang tuanya, dengan arah penurunan.
  10. C. Mobilitas sosial memiliki dua dimensi perbandingan generasi dan dapat bergerak vertikal atau horizontal.
B. Soal Esai

1. Jelaskan perbedaan mobilitas sosial antargenerasi dan intragenerasi. Berikan masing-masing dua contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Pedoman jawaban: Mobilitas antargenerasi membandingkan status sosial orang-orang dari generasi berbeda, misalnya anak petani menjadi dokter dan anak buruh menjadi dosen. Mobilitas intragenerasi membandingkan status individu yang sama pada waktu berbeda, misalnya staf menjadi manajer dan guru menjadi kepala sekolah.

2. Mengapa pendidikan dapat menjadi saluran penting bagi mobilitas sosial antargenerasi? Jelaskan dengan contoh.

Pedoman jawaban: Pendidikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, memberikan kualifikasi untuk pekerjaan tertentu, serta memperluas peluang kerja. Contohnya, anak dari keluarga berpenghasilan rendah memperoleh beasiswa, lulus perguruan tinggi, lalu bekerja sebagai tenaga profesional.

3. Analisislah jenis mobilitas sosial yang dialami seseorang yang awalnya menjadi pegawai biasa, kemudian dipromosikan menjadi manajer, tetapi beberapa tahun kemudian mengalami penurunan jabatan.

Pedoman jawaban: Peristiwa tersebut merupakan mobilitas intragenerasi karena dialami individu yang sama. Promosi menjadi manajer merupakan mobilitas vertikal naik, sedangkan penurunan jabatan merupakan mobilitas vertikal turun.

4. Sebutkan tiga faktor yang dapat menghambat mobilitas sosial dan jelaskan pengaruhnya.

Pedoman jawaban: Contohnya, keterbatasan biaya pendidikan mengurangi akses belajar; diskriminasi membatasi peluang kerja; dan minimnya lapangan pekerjaan mengurangi kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Jawaban lain yang relevan dapat diterima.

5. Sebuah daerah memberikan beasiswa, pelatihan kerja, dan bantuan modal usaha kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Jelaskan bagaimana kebijakan tersebut dapat memengaruhi mobilitas sosial.

Pedoman jawaban: Beasiswa memperluas akses pendidikan, pelatihan meningkatkan kompetensi, dan bantuan modal mendukung kewirausahaan. Ketiganya dapat membuka peluang peningkatan status sosial antargenerasi maupun intragenerasi, meskipun hasilnya bergantung pada pelaksanaan program dan kondisi masyarakat.

Rubrik Penilaian Esai

Setiap soal esai bernilai maksimal 4 poin, sehingga total nilai esai adalah 20 poin.

  • 4 poin: Konsep tepat, penjelasan lengkap, dan contoh atau analisis relevan.
  • 3 poin: Konsep tepat, tetapi penjelasan atau contoh kurang lengkap.
  • 2 poin: Memahami sebagian konsep, tetapi terdapat kekeliruan penting.
  • 1 poin: Jawaban sangat terbatas dan kurang menunjukkan pemahaman.
  • 0 poin: Tidak menjawab atau jawaban tidak relevan.

Guru dapat menyesuaikan bobot penilaian sesuai tujuan pembelajaran.


Link Referensi

Gunakan sumber tepercaya berikut untuk memperdalam materi dan memeriksa informasi pendukung.

  1. Badan Pusat Statistik (BPS): https://www.bps.go.id/
  2. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: https://www.kemendikdasmen.go.id/
  3. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia: https://kemnaker.go.id/
  4. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas): https://www.bappenas.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.