Home » IPS Kelas 8 » Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya
Posted in

Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya

Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya (AiStudio)
Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya (AiStudio)

Ketahui perbedaan mobilitas sosial vertikal dan horizontal melalui pengertian, ciri-ciri, dan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini dilengkapi faktor penyebab, latihan soal bergaya TKA, kunci jawaban, dan soal esai untuk membantu siswa memahami materi IPS.

Mobilitas sosial vertikal dan horizontal merupakan dua bentuk mobilitas sosial yang penting dipahami dalam pelajaran IPS. Keduanya menjelaskan perubahan posisi seseorang dalam masyarakat, tetapi memiliki perbedaan utama pada perubahan tingkat kedudukan sosialnya. Apa Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal Beserta Contohnya?

Contohnya, seorang karyawan yang dipromosikan menjadi manajer mengalami mobilitas sosial vertikal naik. Sementara itu, guru yang berpindah mengajar ke sekolah lain dengan jabatan setara mengalami mobilitas sosial horizontal.

Lalu, apa saja perbedaan mobilitas sosial vertikal dan horizontal? Simak pengertian, ciri-ciri, contoh, faktor penyebab, serta latihan soal bergaya TKA berikut ini.

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi atau kedudukan seseorang maupun kelompok dalam struktur sosial masyarakat. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan pekerjaan, jabatan, tingkat ekonomi, pendidikan, atau kedudukan dalam organisasi sosial.

Mobilitas sosial dapat terjadi secara vertikal maupun horizontal. Perubahan kedudukan ini bisa dialami seseorang selama hidupnya atau terlihat ketika membandingkan kedudukan sosial antara generasi orang tua dan anak.

Apa Itu Mobilitas Sosial Vertikal?

Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan kedudukan sosial seseorang ke tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam struktur masyarakat.

Mobilitas sosial vertikal dibagi menjadi dua jenis, yaitu mobilitas vertikal naik dan mobilitas vertikal turun.

1. Mobilitas Sosial Vertikal Naik

Mobilitas vertikal naik adalah perubahan kedudukan sosial menuju tingkat yang lebih tinggi.

Contoh mobilitas sosial vertikal naik:

  • Karyawan dipromosikan dari staf menjadi supervisor.
  • Supervisor diangkat menjadi manajer.
  • Pedagang kecil mengembangkan usaha hingga menjadi pengusaha yang memiliki banyak cabang.
  • Seseorang memperoleh pekerjaan baru yang meningkatkan kedudukan sosialnya.
  • Anggota organisasi dipercaya menduduki jabatan dengan tanggung jawab lebih tinggi.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa seseorang mengalami peningkatan kedudukan atau tanggung jawab sosial. Namun, perubahan pekerjaan atau peningkatan pendapatan tidak selalu otomatis berarti kenaikan status sosial; konteks dan kedudukan yang berubah perlu diperhatikan.

2. Mobilitas Sosial Vertikal Turun

Mobilitas vertikal turun adalah perubahan kedudukan sosial menuju tingkat yang lebih rendah.

Contoh mobilitas sosial vertikal turun:

  • Manajer diturunkan jabatannya menjadi staf.
  • Pejabat kehilangan jabatan yang sebelumnya dimiliki.
  • Pengusaha mengalami kebangkrutan sehingga kehilangan sebagian besar kedudukan ekonominya.
  • Seseorang kehilangan posisi kepemimpinan dalam organisasi dan kembali menjadi anggota biasa.

Mobilitas vertikal turun dapat terjadi akibat penurunan jabatan, masalah ekonomi, perubahan organisasi, atau faktor lain yang memengaruhi kedudukan sosial seseorang.

Apa Itu Mobilitas Sosial Horizontal?

Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan posisi sosial seseorang ke posisi lain yang relatif setara, sehingga tidak terjadi perubahan tingkat kedudukan sosial yang berarti.

Dalam mobilitas horizontal, seseorang dapat berpindah tempat kerja, lingkungan, atau kelompok sosial tanpa mengalami kenaikan maupun penurunan status secara signifikan.

Contoh mobilitas sosial horizontal:

  • Guru pindah dari sekolah A ke sekolah B dengan jabatan setara.
  • Karyawan dipindahkan dari kantor cabang Jakarta ke kantor cabang Surabaya dengan posisi yang sama.
  • Perawat berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain dengan tingkat jabatan setara.
  • Seorang pegawai berpindah ke perusahaan lain dengan kedudukan dan tanggung jawab yang relatif sama.
  • Anggota organisasi berpindah ke organisasi lain dengan peran yang setara.

Dengan demikian, hal utama yang menentukan mobilitas horizontal bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan kesetaraan kedudukan sosial sebelum dan sesudah perpindahan.

Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal

Berikut tabel perbedaan mobilitas sosial vertikal dan horizontal yang mudah dipahami.

AspekMobilitas VertikalMobilitas Horizontal
PengertianPerpindahan ke tingkat kedudukan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendahPerpindahan ke posisi sosial yang relatif setara
Perubahan statusMengalami kenaikan atau penurunanRelatif tetap
JenisVertikal naik dan vertikal turunPerpindahan ant posisi yang setara
Contoh pekerjaanStaf menjadi manajerGuru pindah sekolah dengan jabatan setara
Arah perubahanNaik atau turunSejajar atau setara
Dampak yang mungkin terjadiPerubahan tanggung jawab, kewenangan, atau prestise sosialPerubahan lingkungan atau tempat kerja tanpa perubahan status yang berarti

Kesimpulan utama: Mobilitas vertikal mengubah tingkat kedudukan sosial, sedangkan mobilitas horizontal memindahkan seseorang ke posisi yang relatif setara.

Link Internal

Tautan internal berikut untuk menghubungkan artikel ini dengan materi mobilitas sosial lainnya. Silahkan di baca:

  1. Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, dan Contohnya 
  2. Apa Itu Mobilitas Sosial? Pengertian, Bentuk, dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
  3. 5 Jenis Mobilitas Sosial Beserta Contoh dan Penjelasannya 
  4. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial yang Bisa Meningkatkan Status Seseorang
  5. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial dan Dampaknya bagi Masyarakat 
  6. Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari yang Mudah Dipahami 

10 Contoh Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh mobilitas sosial vertikal

1. Staf menjadi manajer

Seorang staf bekerja dengan baik selama beberapa tahun dan kemudian dipromosikan menjadi manajer. Peristiwa ini merupakan mobilitas vertikal naik karena jabatan dan tanggung jawabnya meningkat.

2. Kepala bagian diturunkan menjadi staf

Seorang kepala bagian kehilangan jabatannya dan kembali menjadi staf. Peristiwa ini termasuk mobilitas vertikal turun.

3. Pedagang kecil menjadi pengusaha besar

Seorang pedagang mengembangkan usaha rumahan hingga memiliki beberapa cabang. Jika perkembangan tersebut meningkatkan kedudukan sosialnya, peristiwa ini dapat menjadi contoh mobilitas vertikal naik.

4. Anggota organisasi menjadi ketua

Seseorang yang sebelumnya menjadi anggota biasa terpilih sebagai ketua organisasi. Perubahan kedudukan dan kewenangan ini dapat menunjukkan mobilitas vertikal naik.

5. Anak memiliki kedudukan sosial lebih tinggi daripada orang tua

Orang tua bekerja sebagai buruh, sedangkan anaknya menjadi profesional dengan kedudukan sosial yang lebih tinggi. Jika dibandingkan berdasarkan kedudukan sosial, hal ini dapat menjadi contoh mobilitas vertikal antargenerasi.

Contoh mobilitas sosial horizontal

6. Guru berpindah sekolah

Seorang guru pindah ke sekolah lain dengan jabatan dan tanggung jawab yang relatif sama. Ini merupakan mobilitas horizontal.

7. Karyawan pindah kantor cabang

Karyawan dipindahkan dari kantor cabang Bandung ke kantor cabang Surabaya tanpa perubahan jabatan. Perpindahan tersebut termasuk mobilitas horizontal.

8. Perawat berpindah rumah sakit

Seorang perawat bekerja di rumah sakit baru dengan posisi dan tingkat tanggung jawab yang setara. Hal ini merupakan contoh mobilitas horizontal.

9. Pegawai berpindah perusahaan dengan posisi setara

Seorang pegawai pindah ke perusahaan lain dengan tingkat jabatan yang sama. Jika kedudukan sosialnya relatif tidak berubah, perpindahan tersebut dapat dikategorikan sebagai mobilitas horizontal.

10. Pindah lingkungan tanpa perubahan kedudukan sosial

Seseorang berpindah tempat tinggal ke daerah lain, tetapi pekerjaan dan kedudukan sosialnya tetap relatif sama. Perpindahan tempat tinggal saja belum cukup untuk menentukan mobilitas sosial; contoh ini menjadi mobilitas horizontal jika perpindahan tersebut disertai perubahan posisi sosial yang setara.

Faktor Penyebab Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal

Mobilitas sosial dapat terjadi karena berbagai faktor. Beberapa faktor berikut dapat mendorong terjadinya perubahan posisi sosial.

1. Pendidikan

Pendidikan membantu seseorang memperoleh pengetahuan dan kualifikasi untuk mengakses pekerjaan atau jabatan tertentu. Pendidikan dapat membuka peluang mobilitas vertikal naik, meskipun hasilnya juga dipengaruhi kesempatan kerja dan kondisi sosial ekonomi.

2. Prestasi dan keterampilan

Prestasi kerja, pengalaman, dan keterampilan dapat menjadi pertimbangan dalam promosi jabatan. Keterampilan juga dapat membantu seseorang berpindah pekerjaan dengan kedudukan yang setara.

3. Kondisi ekonomi

Modal, akses pembiayaan, dan perkembangan usaha dapat memengaruhi peluang seseorang untuk meningkatkan kedudukan ekonominya.

4. Perubahan organisasi

Restrukturisasi perusahaan, rotasi pegawai, atau perubahan kepemimpinan dapat menyebabkan seseorang berpindah jabatan maupun tempat kerja.

5. Perubahan sosial dan teknologi

Perkembangan teknologi dapat menciptakan jenis pekerjaan baru serta mengubah kebutuhan tenaga kerja. Perubahan tersebut bisa membuka peluang kenaikan kedudukan atau perpindahan ke pekerjaan lain yang setara.

6. Kebijakan dan kesempatan kerja

Kebijakan promosi, sistem rekrutmen, serta kesempatan memperoleh pelatihan dapat memengaruhi peluang seseorang mengalami mobilitas sosial.

Mengapa Penting Memahami Perbedaan Mobilitas Sosial?

Memahami perbedaan mobilitas sosial vertikal dan horizontal membantu siswa mengidentifikasi perubahan kedudukan sosial secara tepat.

Manfaat mempelajari materi ini antara lain:

  • Membantu memahami struktur dan dinamika masyarakat.
  • Melatih kemampuan menganalisis contoh peristiwa sosial.
  • Memahami pengaruh pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi terhadap kedudukan sosial.
  • Meningkatkan kemampuan menjawab soal IPS berbasis kasus.
  • Menumbuhkan kesadaran bahwa kesempatan mobilitas sosial dipengaruhi usaha individu sekaligus kondisi masyarakat.

Kesimpulan

Mobilitas sosial vertikal dan horizontal dibedakan berdasarkan perubahan tingkat kedudukan sosial seseorang. Mobilitas vertikal terjadi ketika seseorang mengalami kenaikan atau penurunan status sosial, sedangkan mobilitas horizontal terjadi ketika seseorang berpindah ke posisi yang relatif setara.

Contoh mobilitas vertikal naik adalah karyawan yang dipromosikan menjadi manajer. Contoh mobilitas vertikal turun adalah manajer yang diturunkan menjadi staf. Sementara itu, guru yang berpindah sekolah dengan jabatan setara merupakan contoh mobilitas horizontal.

Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, dan contoh tersebut, siswa dapat lebih mudah membedakan kedua jenis mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Evaluasi Soal Berbasis TKA: Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal

Soal berikut merupakan latihan bergaya TKA untuk melatih pemahaman konsep, penerapan, dan analisis kasus. Soal ini bukan soal resmi TKA.

A. Soal Pilihan Ganda

1. Rudi bekerja sebagai staf administrasi. Setelah menunjukkan prestasi kerja, ia diangkat menjadi kepala bagian. Peristiwa tersebut merupakan contoh ….

A. mobilitas horizontal
B. mobilitas vertikal naik
C. mobilitas vertikal turun
D. perpindahan geografis tanpa perubahan posisi sosial

2. Seorang guru berpindah dari SMP di Kota A ke SMP di Kota B dengan jabatan dan tanggung jawab yang sama. Peristiwa ini termasuk ….

A. mobilitas vertikal naik
B. mobilitas vertikal turun
C. mobilitas horizontal
D. mobilitas antargenerasi

3. Seorang manajer kehilangan jabatannya dan kembali bekerja sebagai staf. Jenis mobilitas sosial yang terjadi adalah ….

A. vertikal naik
B. vertikal turun
C. horizontal
D. tidak ada kemungkinan perubahan kedudukan sosial

4. Perhatikan peristiwa berikut.

  1. Karyawan dipromosikan menjadi supervisor.
  2. Guru pindah sekolah dengan jabatan setara.
  3. Kepala bagian diturunkan menjadi staf.
  4. Perawat berpindah rumah sakit dengan posisi setara.

Peristiwa yang menunjukkan mobilitas vertikal adalah ….

A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4

5. Faktor yang dapat mendorong seseorang mengalami mobilitas vertikal naik adalah ….

A. peningkatan keterampilan dan prestasi kerja
B. pembatasan kesempatan pendidikan
C. diskriminasi dalam perekrutan
D. penutupan akses terhadap informasi pekerjaan

6. Seseorang pindah perusahaan dan memperoleh jabatan yang setara dengan pekerjaan sebelumnya. Apabila kedudukan sosialnya relatif tetap, peristiwa tersebut termasuk ….

A. mobilitas vertikal naik
B. mobilitas vertikal turun
C. mobilitas horizontal
D. konflik sosial

7. Pernyataan yang paling tepat mengenai mobilitas sosial horizontal adalah ….

A. Selalu menyebabkan peningkatan pendapatan.
B. Selalu mengubah seseorang menjadi pemimpin.
C. Menunjukkan perpindahan ke posisi yang relatif setara.
D. Hanya terjadi ketika seseorang berpindah tempat tinggal.

8. Ayah bekerja sebagai buruh, sedangkan anaknya menjadi dokter dan memiliki kedudukan sosial yang lebih tinggi. Jika dibandingkan antara kedua generasi tersebut, peristiwa ini menunjukkan ….

A. mobilitas horizontal
B. mobilitas vertikal antargenerasi
C. mobilitas horizontal intragenerasi
D. tidak ada perubahan kedudukan sosial

9. Seorang pegawai dipindahkan ke kantor cabang lain dengan jabatan yang sama. Beberapa bulan kemudian, ia dipromosikan menjadi kepala cabang. Analisis yang tepat adalah ….

A. Kedua peristiwa merupakan mobilitas horizontal.
B. Kedua peristiwa merupakan mobilitas vertikal turun.
C. Perpindahan cabang dapat bersifat horizontal, sedangkan promosi merupakan mobilitas vertikal naik.
D. Kedua peristiwa tidak berkaitan dengan mobilitas sosial.

10. Mengapa perpindahan tempat kerja tidak selalu dapat dikategorikan sebagai mobilitas vertikal?

A. Karena mobilitas sosial hanya terjadi pada siswa.
B. Karena setiap perpindahan pekerjaan pasti menurunkan status.
C. Karena klasifikasi mobilitas sosial perlu memperhatikan perubahan kedudukan sosial.
D. Karena perpindahan pekerjaan tidak pernah memengaruhi kehidupan seseorang.

Kunci Jawaban dan Pembahasan
  1. B. Promosi menjadi kepala bagian menunjukkan peningkatan jabatan dan tanggung jawab.
  2. C. Perpindahan sekolah terjadi dengan kedudukan yang relatif setara.
  3. B. Kehilangan jabatan menunjukkan penurunan kedudukan sosial.
  4. B. Nomor 1 adalah mobilitas vertikal naik dan nomor 3 adalah mobilitas vertikal turun.
  5. A. Keterampilan dan prestasi dapat memperbesar peluang memperoleh jabatan lebih tinggi.
  6. C. Jabatan yang setara menunjukkan mobilitas horizontal.
  7. C. Mobilitas horizontal merupakan perpindahan ke posisi yang relatif setara.
  8. B. Perubahan kedudukan sosial dibandingkan antara generasi orang tua dan anak.
  9. C. Perpindahan cabang tidak mengubah tingkat jabatan, sedangkan promosi meningkatkan kedudukan.
  10. C. Perubahan lokasi kerja berbeda dari perubahan tingkat kedudukan sosial.
B. Soal Esai

1. Jelaskan pengertian mobilitas sosial vertikal dan berikan dua contohnya.

Pedoman jawaban: Mobilitas vertikal adalah perpindahan ke kedudukan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah. Contohnya, staf dipromosikan menjadi manajer dan kepala bagian diturunkan menjadi staf.

2. Apa perbedaan utama mobilitas sosial vertikal dan horizontal?

Pedoman jawaban: Mobilitas vertikal mengubah tingkat kedudukan sosial, baik naik maupun turun. Mobilitas horizontal merupakan perpindahan ke posisi yang relatif setara tanpa perubahan tingkat kedudukan sosial yang berarti.

3. Seorang guru pindah ke sekolah lain dengan jabatan yang sama. Jelaskan alasan peristiwa tersebut termasuk mobilitas horizontal.

Pedoman jawaban: Karena guru berpindah tempat kerja, tetapi jabatan dan kedudukan sosialnya relatif tetap.

4. Analisis peristiwa berikut: seorang karyawan dipindahkan ke kantor cabang lain, kemudian dipromosikan menjadi manajer. Apakah kedua peristiwa tersebut termasuk jenis mobilitas yang sama? Jelaskan.

Pedoman jawaban: Tidak. Perpindahan cabang dengan jabatan yang sama dapat termasuk mobilitas horizontal, sedangkan promosi menjadi manajer termasuk mobilitas vertikal naik.

5. Mengapa pendidikan dan keterampilan dapat membantu seseorang mengalami mobilitas sosial vertikal?

Pedoman jawaban: Pendidikan dan keterampilan meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan kualifikasi sehingga dapat membuka peluang pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi. Namun, hasilnya juga dipengaruhi ketersediaan kesempatan dan kondisi sosial ekonomi.

Rubrik Penilaian Esai
  • Skor 4: Jawaban benar, lengkap, dan disertai alasan serta contoh yang relevan.
  • Skor 3: Jawaban benar, tetapi penjelasan atau contoh belum lengkap.
  • Skor 2: Jawaban memuat sebagian konsep yang benar.
  • Skor 1: Jawaban kurang tepat dan penjelasannya sangat terbatas.
  • Skor 0: Tidak menjawab atau jawaban tidak relevan.

Skor maksimal untuk lima soal esai adalah 20. Nilai esai dapat dihitung dengan rumus: (skor yang diperoleh ÷ 20) × 100.

Link Referensi

Berikut sumber tepercaya untuk mendukung pembelajaran mengenai pendidikan, ketenagakerjaan, dan kondisi sosial masyarakat:

  1. Badan Pusat Statistik (BPS) — data sosial, pendidikan, dan ketenagakerjaan Indonesia: https://www.bps.go.id/
  2. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah — referensi pembelajaran IPS dan kebijakan pendidikan: https://www.kemendikdasmen.go.id/
  3. Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan — sumber untuk mencari buku pelajaran IPS dan materi pembelajaran: https://repositori.kemdikbud.go.id/
  4. Rumah Belajar Kemendikbud — sumber belajar dan materi pendidikan: https://belajar.kemdikbud.go.id/
  5. Encyclopaedia Britannica — Social Mobility — penjelasan umum mengenai mobilitas sosial: https://www.britannica.com/topic/social-mobility

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.