Advertisement
Advertisement
EkonomiSMA Kelas 10

Deskripsikan Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan!

Advertisement

Deskripsikan Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan! Pernahkah kalian berbelanja di pasar? Semua pasti pernah berbelanja di pasar. Dan apa yang kalian lakukan ketika hendak membeli sesuatu barang yang ditawarkan oleh penjual?. Kalian tentu akan bertanya berapa harga yang ditawarkan/ diminta penjual dan kalian akan berusaha menawar harga dengan harga yang lebih rendah dari yang ditawarkan penjual. Proses tawar menawar harga suatu produk (barang atau jasa) antara penjual dan pembeli adalah hal yang wajar terjadi baik dalam pasar tradisional maupun dalam pasar modern.

Dalam proses tawar menawar, konsumen selalu menghendaki harga serendah mungkin. Sebaliknya produsen/penjual selalu menghendaki harga yang tinggi, karena pada harga yang tinggi produsen akan memperoleh keuntungan yang besar. Proses tawar menawar (interaksi) ini baru akan berhenti kalau harga yang diminta konsumen telah sama dengan harga yang ditawarkan oleh produsen. Pada harga dimana terjadi kesepakatan atau titik temu antara produsen dan konsumen inilah akan terjadi transaksi atau proses pertukaran.

Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan

Di pasar, berbagai pembeli mempunyai penilaian subyektif terhadap barang yang ia perlukan. Hal ini akan tergambar dalam kurva permintaannya. Ada pembeli yang mempunyai nilai subyektif tinggi terhadap suatu barang sehingga mereka berani membeli dengan harga yang tinggi.

Advertisement

Deskripsikan Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan! Kurva permintaan pembeli semacam ini akan terletak di bagian atas. Sebaliknya ada pembeli yang mempunyai nilai subyektif yang rendah, sehingga harga permintaannya juga rendah dan kurva permintaannya ada di bagian bawah. Jadi sepanjang kurva permintaan sebenarnya menunjukkan berbagai permintaan konsumen berdasarkan penilaian subyektif yang terungkap dalam harga permintaannya.

Di sisi lain, penjual dalam menentukan harga penawarannnya akan melihat besarnya biaya produksi. Ada produsen dengan biaya produksi rendah, sehingga mempunyai harga penawaran yang rendah. Produsen dengan biaya produksi rendah kurva penawarannya ada dibagian bawah.

Deskripsikan Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan! Disamping itu ada produsen dengan biaya produksi tinggi, sehingga harga penawarannyapun tinggi, akibatnya kurva penawarannya ada di bagian atas. Dengan demikian, maka titik-titik disepanjang kurva penawaran menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan produsen/pengusaha pada berbagai tingkat harga penawarannya, dimana tingkat harga penawarannya ditentukan oleh biaya produksi.

Oleh karena itu sebenarnya sebelum terjadi harga keseimbangan, maka jumlah yang diminta konsumen dan jumlah barang yang ditawarkan produsen tentunya tidaklah sama. Hasil proses interaksi atau tawar-menawar antara pembeli (permintaan) dan penjual (penawaran) inilah yang akan menghasilkan harga kesepakatan atau harga keseimbangan/pasar (Equilibrium price). Oleh karena itu harga keseimbangan atau harga pasar dapat diartikan sebagai tingkat harga yang terjadi berdasarkan kesepakatan antara pembeli (permintaan) dan penjual (penawaran).

Pada tingkat harga keseimbangan tersebut produsen bersedia melepas barangnya, sedangkan konsumen bersedia membayarnya, sehingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Dengan kata lain maka harga keseimbangan ini terjadi ketika kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawarannya. Titik perpotongan antara kedua kurva tersebut disebut dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya pada sumbu vertikal disebut harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan kuantitasnya pada sumbu horizontal disebut jumlah/kuantitas keseimbangan (Quantity Equlibrium).

Terbentuknya Harga dan Jumlah Keseimbangan

Proses terbentuknya harga keseimbangan/harga pasar sebenarnya merupakan proses tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Proses tarik menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran ini dalam kehidupan sehari-hari sering disebut dengan mekanisme pasar. Adam Smith menyebut yang mengatur proses terjadinya harga adalah Invisible Hand (tangan tidak kelihatan), yang tidak lain adalah mekanisme pasar.

Advertisement

Baca juga Penawaran (Supply), kesanggupan penjual mengeluarkan barang pada tingkat harga tertentu

Perlu juga diketahui bahwa keseimbangan antara permintaan dan penawaran akan menghasilkan suatu tingkat harga tertentu yang relatif stabil (Harga Ekuilibrium). Pada tingkat harga ekuilibrium tersebut, maka kuantitas barang yang diminta sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Sedangkan pada tingkat harga lainnya baik terlalu tinggi atau terlalu rendah akan cenderung mengakibatkan ketidakseimbangan pasar (Disekuilibrium), dan bersifat labil atau mudah berubah-ubah karena tarikan berbagai faktor. 

Sebagai contoh, jika kondisi harga yang terjadi (P1) < Harga Ekuilibrium (Pe), akan mengakibatkan kuantitas yang diminta (Qd) > kuantitas yang ditawarkan (Qs). Pada kondisi ini akan terjadi Excess Demand atau kelebihan permintaan barang (kekurangan Supply/defisit) yang akan mendorong harga ke atas. Sebaliknya, pada harga yang berlaku (P2) > harga ekuilibrium (Pe) akan mengakibatkan Qd < Qs, kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya Excess Supply atau kelebihan jumlah barang yang ditawarkan (Surplus) yang akan menekan harga untuk turun.

Advertisement

Baca juga Keseimbangan Harga, pembeli dan penjual menentukan keseimbangan harga

Keadaan akan relatif stabil pada saat harga yang berlaku sama dengan harga ekuilibrium, karena jumlah barang yang diminta konsumen (Qd) sama dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen (Qs). Perhatikan Grafik berikut:

Ekuilibrium Pasar

Keterangan: E = Titik Ekuilibrium/Titik keseimbangan Pe = Price Equilibrium/Harga Keseimbangan Qe= Quantity Equilibrium/ Kuantitas Keseimbangan

Advertisement

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button