Advertisement
Advertisement
PJJ IPS KELAS 9

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru Dan Reformasi

Advertisement

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru Dan Reformasi, Pelaksanaan Demokrasi terpimpin telah banyak di manfaatkan oleh PKI untuk semakin menanamkan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Sebagai puncak pengaruh tersebut dengan PKI melakukan kudeta untuk mengganti ideologi negara dengan faham komunis.

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru Dan Reformasi. Kondisi tersebut semakin menjadikan bangsa Indonesia dalam posisi sulit dan diambang perpecahan dan pertikaian antar kelompok/golongan dalam masyarakat. Mahasiswa dalam wadah pergerakan KAMI, KAPPI melancarkan aksi yang di kenal dengan tritura untuk memperbaiki keadaan dan menuntut membubarkan PKI.

Perjalanan pemerintahan semakin sulit, keadaan semakin tidak stabil, maka presiden mengeluarka Surat Perintah 11 Maret yang di kenal dengan Supersemar.

Advertisement

Dalam surat perintah tersebut memberikan kewenangan kepada Letjend Suharto untuk mengambil segala tindakan untuk mengamankan revolusi dan menjaga kewibawaan pemimpin pemerintahan dan negara, menjaga keutuhan, ketertiban dan keamanan bangsa.

Dengan diterbitkannya supersemar tersebut, bangsa Indonesia mulai memasuki zaman Orde Baru, dengan tatanan baru dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Menguraikan Peristiwa G.30S/PKI 1965

Kalian telah mempelajari kondisi bangsa Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Kondisi politik pada tahun 1965 dalam situasi krisis. Pertentangan ideologi menyebabkan terjadinya berbagai konflik sosial di masyarakat.

Puncak konflik ini adalah terjadinya peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965, atau G 30 S PKI. Peristiwa ini dicatat sebagai pemberontakan PKI yang gagal. PKI bertujuan menggeser Pancasila dan menggantikan dengan dasar komunisme. PKI kemudian menyusun kekuatan untuk mempersiapkan pemberontakan dan pengkhianatan.

Upaya-upaya PKI untuk mempersiapkan pemberontakan adalah sebagai berikut :

  • TNI dipandang PKI sebagai penghalang utama dalam mencapai tujuannya, maka PKI mengadakan pengacauan-pengacauan terhadap rakyat yang dikenal dengan aksi sepihak. Hal ini dilakukan untuk menguji kekuatan TNI.
  • PKI mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk angkatan kelima, di samping keempat angkatan dalam ABRI yang telah ada (AD, AL, AU dan kepolisian). Angkatan kelima terdiri atas anggota-anggota organisasi massa yang dipersenjatai. Tujuannya jelas, agar PKI mempunyai kekuatan bersenjata untuk menandingi ABRI. Usul PKI ini ditolak oleh ABRI, maka usaha PKI gagal untuk mempersenjatai diri.
  • Berusaha menghancurkan lawan-lawan politiknya. Di antara partai-partai politik yang masih berani menghadapi teror PKI adalah Partai Murba. PKI berhasil mempengaruhi presiden, sehingga Partai Murba dibubarkan (1964).
  • Memecah belah partai penguasa yaitu PNI
  • PKI menyebarkan isu dan fitnah tentang “Dewan Jenderal” yang akan memberontak terhadap pemerintah.
  • PKI mengadakan latihan militer yang diikuti oleh Pemuda Rakyat dan Gerwani
  • PKI melakukan propaganda menggunakan organisasi massa seperti; Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), Pemuda Rakyat (PR), Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Barisan Tani Indonesia (BTI).

Baca juga Dukungan Spontan Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Advertisement
Gambar 60a. G30S/PKI: Peristiwa Penting dalam Sejarah Indonesia (ilustrasi foto/telisik.id)
Referensi : MODUL PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 UNTUK JENJANG SMP/MTs Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VIII Semester Gasal. Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button