Sejarah

Tiga jenis manusia homo praaksara yang ada di Indonesia

Tiga jenis manusia homo praaksara yang ada di Indonesia, ada tiga jenis manusia homo ini, antara lain homo soloensis (manusia pra aksara dari Solo), homo wajakensis (manusia pra aksara dari Wajak), dan homo sapiens (manusia cerdas).

Fosil Homo soloensis

Ditemukan oleh ahli purbakala yang bernama G.H.R. VonKoeningswald dan Wedewnrich di Lembah Sungai Bengawan Solo di dekat Desa Ngadong pada tahun 1931-1934. Karena penemuan jenis manusia pra aksara ini di Lembah Bengawan Solo maka selanjutnya dinamakan homo soloensis atau manusia pra aksara dari Solo.

Tiga jenis manusia homo, berdasarkan penelitian fosil-fosil yang ditemukan, Homo Soloensis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Otak kecilnya lebih besar daripada otak kecil Pithecanthropus Erectus. b) Tengkoraknya lebih besar daripadaPithecanthropus Erectus. c) Tonjolan kening agak terputus ditengah (di atas hidung). d) Berbadan tegap dengan ketinggiankurang lebih 180 cm.

Fosil homo wajakensis

Ditemukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di Desa WajakTulungagung. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois, dan temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia pra aksara pertama yang dilaporkan berasal dariIndonesia. Homo wajakensismempunyai tingkatan lebih tinggi dari pada pithecanthropus erectus dan tergolong jenis homo sapiens.

Homo wajakensis termasuk ras yang sulit ditemukan karena memiliki ciri-ciri ras Mongoloid dan juga ras Austromelanesoid atau mungkin berasal dari su bras Melayu Indonesia yang turut berevolusi menjadi ras Austromelanesoid sekarang.

Ras wajak mungkin juga meliputi manusia yang hidup sekitar 25.000 – 40.000 tahun yang lalu di AsiaTenggara.Fosil homo wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130-210 cm dengan berat badanantara 30-150 kg. Volume otaknya mencapai 1300 cc. Manusia pra aksara jenis ini hidup antara 40.000- 25.000 tahun yang lalu pada lapisan pleistosen atas.

Jenis manusia homo yang terakhir adalah homo sapiens

Homo sapiens artinya manusia cerdik berasal dari zaman holosen Hidup sekitar 40.000 tahun yang lalu. Secara fisik homo sapiens telah mengalami pengecilan kepala dan tubuh yang lain, sehingga fisiknya sudah hampir sama dengan manusia zaman sekarang. Homo sapiens terdiri atas sub sapiens atau ras. Jenis homo sapiens yang sampai sekarang masih ada adalah ras Mongoloid, ras Kaukasoid, dan ras Negroid.

Ras Mongoloid memiliki ciriberkulit kuning dan menyebar di Asia Tenggara. Ras Kaukasoid berkulit putih berhidung mancung dan tubuhnya jangkung, Penyebarannya di Eropa dan Asia Kecil (Timur Tengah). Ras Negroid berkulit hitam, bibir tebal, berambutkeriting, hidup menyebar di Papua, Australia dan Afrika. Selain ketiga ras tersebut, terdapat dua ras yang penyebarannya terbatas yaitu ras Austromelanesoid dan ras Kaukasoid.

Ras Austromelanesoid terdapat di Kepulauan Pasifik dan pulau-pulau di antara Asia dan Australia, sedangkan ras Kaukasoidatau adalah ras Indian yang terdapat di Benua Amerika dan sekarang terdesak oleh orang kulit putih.

Homo sapiens disebut manusia pra aksara paling sempurna karena 2 faktor. Faktor pertama adalah dari anatomi dan cara berjalan. Faktor anatomi homo sapiens sudah memiliki punggung tegak rahang rata serta berstruktur tulang kaki panjang dan tegak, hal ini menyerupai anatomi manusia modern saat ini.

Faktor kedua adalah cara hidup homo sapiens sudah menemukan cara hidup yang tidak 100% mengandalkan alam (berburu) tetapi juga sudah menerapkan pola bercocok tanam, berternak. Disamping itu perangkat rumah tangga yang dibuat, tidak lagi mengandalkan batuan yang kasar, namun telah ditemukan juga beberapa peralatan yang terbuat dari logam, batuan yang di bentuk halus sempurna.

Homo sapiens telah mengenal lokasi pemukiman yang baik. Hal ini ditunjukkan sebagian besar penemuan fosil berada di daerah aliran sungai. Homo sapiens juga telah memiliki tatanan sosial struktur masyarakat dimana ada pemimpin kelompok.

Baca juga Pra Aksara Zaman Tembaga dan Zaman Besi di Indonesia

Manusia pra aksara jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang untuk berburu. Mereka juga telah mampu memasak makanannya walau dengan cara sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button