Advertisement
Advertisement
Sejarah

Perumusan Teks Proklamasi disusun di kediaman Maeda

Advertisement

Perumusan Teks Proklamasi disusun di kediaman Maeda, Soekarno dan Hatta akhirnya menyetujui Proklamasi Kemerdekaan segera dikumandangkan. Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta pada pukul 23.00, lalu menuju rumah kediaman Laksamada Maeda.

Pertemuan di rumah Laksamana Maeda dianggap tempat yang aman dari ancaman tindakan militer Jepang, karena Maeda adalah Kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut di daerah kekuasaan Angkatan Darat.

Di kediaman Maeda itulah rumusan teks proklamasi disusun. Sukarni, Sayuti Melik, BM. Diah, dan Soediro dari golongan muda hadir dalam pertemuan itu untuk menyaksikan perumusan teks proklamasi.

Advertisement

Berdasarkan pembicaraan antara Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subardjo, diperoleh rumusan teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno.

Teks naskah Proklamasi yang telah mengalami perubahan,yang dikenal dengan sebutan naskah “Proklamasi Otentik” merupakan hasil ketikan oleh Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut didalam persiapan Proklamasi).

Detik-detik Proklamasi

Setelah selesai merumuskan dan mengesahkan teks proklamasi, pagi harinya pada17Agustus 1945 para pemimpin nasional dan para pemuda kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan penyelenggaraan pembacaan teks proklamasi.

Rakyat dan tentara Jepang menyangka pembacaan proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada sehingga tentara Jepang memblokade Lapangan Ikada.

Pemimpin Barisan Pelopor Sudiro juga datang ke Lapangan Ikada dan melihat pasukan Jepang dengan senjata lengkap menjaga ketat lapangan itu. Sudiro kemudian melaporkan keadaan itu kepada Muwardi, Kepala Keamanan Soekarno.

Oleh karena itu,disepakati bahwa proklamasi akan di ikrarkan dirumah Soekarno Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Upacara dipimpin oleh Latief Hendra ningrat dan tanpa protokol.

Advertisement

Sebelum membacakan teks proklamasi, Soekarno membacakan pidato singkat yang intinya berisi:

  • Perjuangan melawan colonial telah cukup panjang dan memerlukan keteguhan hati,
  • Cita-cita perjuangan itu adalah kemerdekaan Indonesia,
  • Indonesia yang berdaulat harus mampu menentukan arah dan kebijakannya sendiri, menjadi negara yang diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Setelah itu, Soekarno membacakan teks proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik.

Setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi dilakukan pengibaran bendara Merah Putih yang dijahit oleh istri Soekarno, ibu Fatmawati.

Advertisement

Baca juga Pengaruh Penjajahan Jepang pada Kehidupan Bangsa Indonesia

Pengibaran bendera dilakukan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud. Bendera merah putih dinaikkan dengan diiringi lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman yang secara spontan dinyanyikan oleh para hadirin.

Dengan demikian, selesailah upacara proklamasi kemerdekaan yang menjadi tonggak berdirinya negara Republik Indonesia.

Advertisement

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button