Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing

Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Ilustrasi interaksi yang terjadi antara manusia penghuni suatu pulau dengan manusia pendatang, yang nampaknya terjadi pada masa purba. Hal ini dibuktikan dengan gambar manusia yang tidak berbusana. 

Ilustrasi yang  menggambarkan salah satu bentuk awal terjadi perubahan sosial dalam masyarakat. Kedatangan manusia berperahu tersebut telah membawa perubahan sosial pada masyarakat penghuni, walaupun mungkin manusia perahu tersebut tidak jadi mendarat.

Kehidupan manusia perahu yang selalu berpindah-pindah tempat (ilustrasi foto/Langit7)

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.

Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman (dalam Horton, 1993) mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Perubahan sosial Budaya

Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial: (1) tekanan kerja dalam masyarakat; (2) keefektifan komunikasi; dan (3) perubahan lingkungan alam.

Perubahan sosial-budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasiinovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara penetrasi damai (penetration pasifique) dan penetrasi kekerasan (penetration violante).

Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai, contohnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini tidak mengakibatkan hilangnya unsurunsur asli budaya masyarakat. 

Penyebaran kebudayaan

Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan akulturasi, asimilasi, atau sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.

Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru.

Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. (ilustrasi foto/Liputan6.com)

Sedangkan sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. 

Baca juga Mendefinisikan kelas pekerja, harus terlebih dahulu diketahui posisi kelas pekerja dalam sistem produksi sosial

Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak, contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan yang disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.  

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.