EkonomiSMA Kelas 10

Jenis-jenis Uang yang beredar di Indonesia dan Teori Nilai Uang

Jenis-jenis Uang yang beredar di Indonesia. Uang yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria sebagai berikut.

a. Berdasarkan bahan

  1. Uang logam, yaitu uang yang terbuat dari logam.
  2. Uang kertas, yaitu uang yang terbuat dari kertas.

b. Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan

  1. Uang Kartal (Chartal = kepercayaan), yaitu mata uang logam dan kertas yang dikeluarkan oleh bank sentral dan berlaku umum di masyarakat.
  2. Uang Giral (Giro = simpanan di bank), yaitu dana yang disimpan pada rekening giro (demand deposit) di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantaraan cek, bilyet giro atau perintah membayar. Jadi, uang giral dikeluarkan oleh bank umum.

c. Berdasarkan nilai

  1. Bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa Jenis-jenis uang logam.
  2. Tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) tidak sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang kertas.

d. Berdasarkan pemakai

  1. Internal Value, yaitu kemampuan uang untuk membeli uang atau jasa di dalam negeri.
  2. Ekternal Value, yaitu kemampuan uang untuk ditukarkan dengan uang asing.

Teori Nilai Uang

a. Teori barang

  1. Teori logam (katalistik) menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena bahannya dibuat dari logam yang bernilai tinggi. Teori ini dipelopori oleh Adam Smith.
  2. Teori nilai batas menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena adanya keperluan masyarakat akan barang dan adanya kepercayaan terhadap uang.

b. Teori nominalisme

  1. Teori perjanjian (konvensi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya perjanjian untuk memakai suatu benda dalam pertukaran. Pelopor teori ini adalah Thomas Aquinas.
  2.  Teori kebiasaan, yaitu uang diterima oleh masyarakat karena kebiasaan masyarakat menggunakan benda tertentu dalam pertukaran.
  3. Teori kenegaraan, yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya ketetapan dari pemerintah dalam pertukaran.
  4. Teori tuntutan (klaim), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena ada tuntutan terhadap barang-barang yang dihasilkan masyarakat. Pelopor teori ini adalah J. S. Mill.
  5. Teori realisme (fungsi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya penilaian terhadap uang yang dapat memudahkan pertukaran. Pelopor teori ini adalah David Hume.

c. Teori internal

Teori ini didasarkan pada kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang/jasa tertentu. Jenis-jenis Uang yang beredar dalam ekonomi moneter teori ini disebut juga Teori permintaan uang.

1. Teori kuantitas (quantit theor )

Menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar semakin tinggi harga barang, dan sebaliknya. Hal tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut.

Keterangan: M (mone ) = Jumlah uang yang beredar k (konstanta) = Perbandingan konstan P (price) = Harga barang

Baca juga Uang sebagai sarana pertukaran dalam kegiatan ekonomi

2. Teori transaksi (exchange equation)

Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher yang berpendapat bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar, kecepatan uang beredar (berpindah tangan), dan jumlah barang yang diperdagangkan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan: M (mone ) = Jumlah uang yang beredar V (velocit of circulation) = Kecepatan peredaran uang P (price) = Harga barang T (transaction of goods) = Jumlah barang yang diperdagangkan.

Baca juga Definisi Uang Dalam Ilmu Ekonomi Modern

3. Teori persediaan kas (cash balance theor )

Teori ini dikemukakan oleh Alfred Marshall yang menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang disimpan untuk persediaan kas dari sebagian pendapatan masyarakat. Persediaan kas tergantung pada jumlah pendapatan dan tingkat suku bunga di pasar. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan: M (mone ) = Jumlah uang yang beredar k (koefisien) = Jumlah uang untuk persediaan kas P (price) = Harga barang Y (income) = Pendapatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker