Advertisement
Advertisement
Advertisement
ArtikelGTech

3 Peran yang dibutuhkan dalam membangun StartUp

Advertisement

Menurut akademisi dan entrepeneur di Silicon Valley, Steve Blank dan Paul Graham, Digital Start Up adalah sebuah perusahaan rintisan yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan solusi dari permasalahan bangsa.

Mengapa Digital Start Up ?

Potensi Digital di Indonesia begitu besar. Jumlah pengguna Internet di Indonesia saja mencapai 93,4 juta orang, dimana 71 jutanya dalah pengguna smartphone. Di sisi lain, dengan jumlah pengguna smartphone yang besar, potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai masalah bangsa baru sedikit sekali. Padahal digital startup mampu berkembang dengan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang.

Tahu Gojek atau Grab ? Ya, aplikasi transportasi yang sedang booming saat ini. Dan pastinya kamu juga sudah akrab dengan nama-nama aplikasi seperti Traveloka, Lazada, Tokopedia dan aplikasi-aplikasi lainnya. Ya, itulah sekilas contoh dari Digital Start Up.

Advertisement

Yang terpenting dalam sebuah Digital Start Up adalah bagaimana sebuah aplikasi mampu memberikan solusi bagi pengguna. Semakin aplikasi tersebut mampu memberikan solusi bagi masyarakat, semakin luas pengguna aplikasi tersebut.

Berikut ini adalah 3 peran yang dibutuhkan dalam membangun sebuah Digital Start up :

Pertama, HUSTLER (Business) peran Bisnis. Mahasiswa yang mengelola peran ini bertanggungjawab dalam proses menyusun model bisnis yang akan digunakan oleh start up. Termasuk di dalamnya menghubungkan pihak-pihak yang bisa mendukung kesuksesan Start Up yang akan dikembangkan seperti mencari investor, mentor dan lain sebagainya.

Kedua, HIPSTER (Designer + User Experience) peran Disigner dan User Experience, mahasiswa yang mengelola peran ini bertanggungjawab dalam pengembangan disain grafis dan website yang digunakan oleh start up. Menarik tidaknya tampilan aplikasi bagi pengguna sangat dipengaruhi oleh disain grafis. Oleh karena itu peran ini sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah Digital Start Up.

Ketiga, HACKER (Technologist), mahasiswa yang mengelola peran ini bertanggungjawab dalam membangun aplikasi dengan mengembangakan bahasa pemrograman komputer.

Ketiga peran inilah yang diajarkan di ESQ Business School jurusan Sistem Informasi konsentrasi Digital Startup yang membuat mereka sudah membangung startup di usia Muda. (sumber; www.esqbs.ac.id)

Advertisement

Advertisement
Read article
Advertisement
Back to top button