Advertisement
Advertisement
Ekonomi

Teori Kepemimpinan secara umum

Advertisement

Teori Kepemimpinan secara umum. Banyak teori yang melatarbelakangi kepemimpinan yang diberlakukan secara umum, bisa diimplementasi dengan berbagai bidang usaha. Teori ini bukan teori baru, merupakan teori yang sudah berlaku di dunia bahkan berkembang sampai sekarang ini. Teori yang akan dibahas pada bagian ini diantaranya.

1 Trait theory (Teori sifat)

Teori ini menekankan bahwa sifat, kepribadian, sosial, fisik dan intelektual akan mempengaruhi pemimpin satu dengan pemimpin yang lain. Dalam teori ini dapat dipahami timbul suatu pemimpin yang memiliki sifat – sifat tertentu seperti pemimpin yang karismatik, pemberani, ataupun pemimpin yang rendah hati.

Pendekatan ini menekankan bahwa pemimpin itu dibentuk dari sifat – sifat yang dibawa seseorang mulai dari lahir.

Advertisement

Pendekatan ini mengabaikan faktor situasional yang berkembang sebagai akibat interaksi antara pimpinan dan bawahan yang mungkin secara signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan seseorang.

2 Behavior theory (Teori perilaku)

Teori perilaku kepemimpinan mengemukakan bahwa perilaku spesifik membedakan pemimpin satu dengan pemimpin yang lainnya. Pendekatan ini menitikberatkan pada dua aspek penting dalam kepemimpinan yaitu fungsi – fungsi kepemimpinan dan gaya kepemimpinan.

Perbedaan dengan teori sifat bahwa dalam teori sifat menyatakan bahwa kepemimpinan dibawa dari lahir sehingga berbeda untuk setiap orang, maka berdasarkan pendekatan perilaku, kepemimpinan dapat dibentuk dengan dengan adanya latihan keperilakuan yang berhubungan dengan sifat kepemimpinan. Teori perilaku dapat dibedakan menjadi:

a. Teori Ohio State University

  • Struktur Prakarsa (initiating structure), yaitu sejauh mana seorang pemimpin berkemungkinan mendefinisikan dan menstruktur peran mereka dan peran bawahan dalam upaya mencapai tujuan
  • Pertimbangan (consideration), yaitu sejauh mana seorang pemimpin berkemungkinan memiliki hubungan pekerjaan yang ditandai saling percaya, menghargai bawahan, dan memperhatikan perasaan mereka 

b. Telaah Universitas Michigan

Model ini membagi pemimpin dalam dua fungsi, yaitu:

  • Berorientasi karyawan merupakan pemimpin yang menekankan hubungan antar pribadi
  • Berorientasi produksi merupakan pemimpin yang menekankan aspek teknik atau tugas dari pekerjaan.

c. Kisi-kisi Manajerial

Suatu matriks sembilan kali sembilan yang membagankan delapan puluh satu gaya kepemimpinan yang berlainan.

Teori ini tidak menunjukkan hasil yang diproduksikan, melainkan faktor-faktor dominan dalam pemikiran seorang pemimpin dalam rangka memperoleh hasil. Dari delapan puluh satu gaya kepemimpinan tersebut, ada lima yang menjadi penekanan teori ini, yaitu: 

Advertisement
  • Gaya kepemimpinan yang disebut impoverished management, yaitu gaya kepemimpinan yang menstrukturkan tugas dengan minim dan membangun hubungan dengan karyawan yang juga minim.
  • Gaya kepemimpinan otoriter, yaitu gaya kepemimpinan yang menstrukturkan tugas dengan jelas dan membangun hubungan yang minim dengan karyawan.
  • Gaya kepemimpinan jalan tengah, yaitu gaya kepemimpinan yang strukturkan tugas dan membangun hubungan dengan karyawan secara seimbang bobotnya.
  • Gaya kepemimpinan country club (kekeluargaan), yaitu gaya kepemimpinan yang menstrukturkan tugas dengan minim dan di satu sisi menstrukturkan tugas dengan minim.
  • Gaya kepemimpinan tim, yaitu gaya kepemimpinan yang menstrukturkan tugas dan membangun hubungan secara maksimal

Dari kelima gaya kepemimpinan tersebut, gaya kepemimpinan tim merupakan yang terbaik dan diharapkan dapat dijalankan oleh pimpinan. Kepemimpinan ini menstrukturkan tugas dengan baik tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan karyawan pula 

Baca juga Pengelolaan dan Pengorganisasian Bisnis

4 Contingency Theory (Teori Kemungkinan) 

Mary Forker menyatakan bahwa ada tiga variabel kritis yang memengaruhi keberhasilan kepemimpinan yaitu pemimpin, bawahan, dan situasi, yang mana ketiganya saling berinteraksi dan berhubungan. Pemimpin seharusnya berorientasi pada kelompok yang ada bukan pada kekuasaan. 

Advertisement
Gambar. Tiga Variabel Kritis yang Berpengaruh pada Kepemimpinan (foto/istimewa)
Gambar. Tiga Variabel Kritis yang Berpengaruh pada Kepemimpinan (foto/istimewa)

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button