IPS Kelas 10Sejarah

Ringkasan Reaksi melawan imperialisme atau kerjasama yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap kaum barat

Ringkasan Reaksi melawan imperialisme atau kerjasama yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap kaum barat, dilatarbelakangi oleh adanya perebutan kepentingan. Terutama ekonomi dan kekuasaan.

Rakyat Indonesia yang kerjasama dengan kaum imperialis memanfaatkan mereka untuk membantu merebut kekuasaan ekonomi dan tahta dari rakyat Indonesia. Kondisi inilah yang turut menjadi faktor pendukung praktek adu domba oleh kaum imperialis.

Reaksi dalam bentuk perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap bangsa barat disebabkan bangsa-bangsa tersebut berusaha memaksakan kehendaknya dengan cara ingin memperluas kekuasaannya di wilayah Indonesia sambil merampas hak-hak tradisional kerajaan-kerajaan (Islam), merampas hak dan kehidupan rakyat hindia belanda, serta menyebarkan agama secara paksaan.

Perlawanan terhadap kekuatan Barat

Perlawanan bangsa Indonesia terhadap kekuasaan Barat ditandai dengan perang atau perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa Barat. Perlawanan tersebut juga ditandai dengan persaingan di antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam rangka memperebutkan hegemoni kekuasaan di wilayah tersebut.

Dalam persaingan tersebut sering kali kerajaan-kerajaan Nusantara melibatkan kekuatan bangsa Barat atau meminta bantuan VOC/Belanda untuk membantu mengalahkan pesaingpesaingnya dalam memperebutkan kekuasaan.

Konsekuensinya VOC/ Belanda mendapatkan daerah kekuasaan karena upayanya membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya kegagalan bangsa Indonesia dalam mengusir bangsa-bangsa barat dari wilayah Indonesia.

Praktek imperialisme dan kolonialisme bangsa barat di wilayah Indonesia mempunyai dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya mengakibatkan terjadinya penderitaan dan kesengsaraan fisik saja, tetapi juga psikhis, bahkan akibatnya terasa hingga saat ini.

Dampak tersebut diantaranya adalah komersialisasi telah menggantikan sistem ekonomi tradisional. Nilai uang telah menggantikan satuan ekonomi tradisional yang selama ini dijalankan oleh masyarakat pedesaan.

Pembangunan infrastruktur Jalan

Ringkasan Reaksi melawan imperialisme, adanya jaringan jalan raya serta jalan kereta api dan hubungan laut telah membantu mempercepat pertumbuhan kota. Terjadilan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Pembangunan pendidikan telah mempercepat mobilitas penduduk.

Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang paling menentukan dalam sejarah pergerakan di Indonesia, walaupun waktunya hanya selama tiga setengah tahun. Imperialisme Jepang memberi sumbangan langsung pada perkembangan pergerakan nasional Indonesia, terutama di Jawa dan di Sumatera.

Jepang mengindoktrinasi, melatih, dan mempersenjatai generasi muda serta memberi kesempatan kepada para pemimpin yang lebih tua untuk menjalin hubungan dengan rakyat.

Baca juga Gabungan Politik Indonesia (Gapi) didirikan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional sebagai jalan mencapai kemerdekaan Indonesia

Di seluruh Nusantara mereka mempolitisasikan bangsa Indonesia sampai pada tingkat desa dengan sengaja dan menghadapkan Indonesia pada rezim kolonial yang bersifat sangat menindas dan merusak dalam sejarahnya.

Penjajahan Jepang juga melahirkan penderitaan rakyat yang tiada taranya, tetapi di masa penjajahan Jepang inilah nasionalisme Indonesia, sendi-sendi negara Republik Indonesia terbentuk hingga diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta.

Gambar. Praktek imperialisme dan kolonialisme bangsa barat di wilayah Indonesia mempunyai dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia (ilustrasi foto/Nasional Geographic Indonesia – Grid.ID)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button