Sejarah

Rangkuman Kehidupan Bangsa Indonesia Masa Revolusi dan Orde Lama

Rangkuman Kehidupan Bangsa Indonesia Masa Revolusi dan Orde Lama, kehidupan bangsa Indonesia pada masa revolusi lebih banyak diwarnai dengan pertempuran usaha mempertahankan kemerdekaan baik usaha secara fisik maupun diplomatik. 

Pada masa awal setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia kondisi bangsa Indonesia masih dihadapkan pada beberapa pertempuran fisik dengan Belanda. Sekutu dan juga Jepang. Para penjajah tersebut masih berupaya ingin merebut kembali Indonesia meski telah menyatakan kemerdekaannya. 

Rangkuman Kehidupan Bangsa Indonesia, pertempuran-pertempuran yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan banyaknya korban jiwa yang muncul dari rakyat Indonesia. 

Peristiwa-peristiwa tersebut antara lain: pertempuran 10 November di Surabaya, pertempuran Lima hari di Semarang, pertemuran Medan Area, peristiwa Bandung Lautan Api, perundingan Linggajati, agresi Militer Belanda I, perundingan Renville, agresi Militer Belanda II, Serangan Umum 1 maret 1949, persetujuan Roem- Royen dan Konferensi Meja Bundar. 

Demokrasi Liberal 

Masa Demokrasi Liberal adalah masa ketika pemerintah Indonesia menggunakan UUDS 1950 (Undang-Undang Dasar Sementara) sebagaiundang-undang negara. Masa Demokrasi Liberal disebut pula masa Demokrasi Parlementer, karena sistem politik dan ekonomi yang berlaku menggunakan prinsip-prinsip parlemen. 

Masa ini berlangsung mulai 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959. Pada masa berlakunya UUDS 1950 terjadi instabilas pemerintahan. Hal ni dibuktikan dengan munculnya gerakan separatis pemberontakan di berbagai daerah dan jatuh bangunnya kabinet. 

Hanya dalam rentang waktu 10 tahun terdapat 8 kali pergantian kabinet yaitu kabinet Natsir (6 September 1950-20 Maret 1951), kabinet Sukiman (April 1951-Pebruari 1952), kabinet Wilopo (April 1952–Juni 1953), kabinet Ali Sastroamidjoyo I(Juli 1953-Juli 1955), kabinet Burhanudin Harahap (Agustus 1955-Maret 1956), kabinet Ali Sastroamidjoyo II (Maret 1956- Maret 1957) dan kabinet Djuanda (April 1957–Juli 1959). 

Demokrasi Terpimpin 

Masa Demokrasi Terpimpin adalah masa ketika Indonesia menerapkan suatu sistem pemerintahan dengan seluruh keputusan pemerintah berpusat pada kepala negara. 

Pada saat itu, jabatan kepala negara dijabat oleh Presiden Soekarno. Masa Demokrasi Termimpin berlangsung sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai tahun 1965. 

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah: 

  1. menetapkan pembubaran Konstituante, 
  2. menetapkan UUD 45 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai tanggal penetapan Dekrit ini, dan tidak berlaku lagi UUDS, 
  3. pembentukan MPRS, yang terdiri atas anggota– anggota DPR ditambah dengan utusan–utusan daerah dan golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara dalam waktu yang sesingkat–singkatnya. 

Baca juga Kehidupan Pada Masa Revolusi Bangsa Indonesia

Pada tanggal 12 Januari 1966 pelajar, mahasiswa, dan masyarakan mengajukan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) Isi Tritura tersebut, yaitu: (1) Bubarkan PKI, (2) Bersihkan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur Gerakan 30 September, (3) Turunkan harga. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button