PJJ IPS KELAS 8

Perlawanan Terhadap Persekutuan Dagang Kolonialisme dan Imperialisme

Perlawanan Terhadap Persekutuan Dagang Kolonialisme dan Imperialisme, Ananda yang hebat, yuk kita perhatikan gambar peta dunia di atas. Fokus pada negara yang ditandai dengan lingkaran merah dan lingkaran biru. Lingkaran merah merupakan negara Belanda dan lingkaran biru merupakan negara Indonesia. Sekarang bandingkan luas dua negara tersebut.

Indonesia jauh lebih luaskan? Pada masa lalu Indonesia hanya dianggap sebuah propinsi saja oleh Belanda, dan kekayaan Indonesia hanya dikuras untuk memakmurkan negara Belanda. Tentu saja hal itu membuat rakyat Indonesia melakukan berbagai perlawanan. Nah, sekarang Ananda akan belajar berbagai perlawanan rakyat Indonesia terhadap persekutuan dagang.

1) Sultan Baabullah Mengusir Portugis

Gambar. Sultan Baabullah (ilustrasi foto/m2mecaxta)

Sultan Baabullah merupakan sultan ke7 dan penguasa ke-24 Kesultanan Ternate di Kepulauan Maluku yang memerintah antara tahun 1570 dan 1583.

Ia dianggap sebagai Sultan teragung dalam sejarah Ternate dan Maluku karena keberhasilannya mengusir penjajah Portugis dari Ternate dan membawa kesultanan tersebut kepada puncak kejayaannya di akhir abad ke-16.

Sultan Baabullah juga dikenali dengan gelar “Penguasa 72 Pulau”. Sultan Baabullah dengan gagah berani melanjutkan perjuangan ayahnya (Sultan Hairun) yang meninggal dibunuh secara licik dan jahat oleh Portugis dalam sebuah perundingan perdamaian.

Pada tahun 1575 Portugis berhasil diusir dari Ternate, kemudian Portugis melarikan diri dan menetap di Ambon. Pada tahun 1605 Portugis berhasil diusir oleh VOC dari Ambon yang kemudian menyingkir ke Timor Timur/Timor Leste dan melakukan kolonialisasi di sana.

2) Perlawanan Aceh

Perlawanan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda yang memerintah pada tahun 1607-1639. Pada tahun 1629 Aceh telah memiliki armada laut yang sudah disiapkan untuk menyerang Portugis di Malaka.

Tetapi perlawanan Aceh saat itu belum berhasil mendapatkan kemenangan. Meskipun demikian Aceh masih tetap berdiri sebagai kerajaan yang merdeka.

3) Ketangguhan “Ayam Jantan dari Timur”

Sultan Hasanuddin Raja Gowa di Sulawesi Selatan (ilustrasi foto/kompasiana.com)

Ananda yang hebat, “Ayam Jantan dari Timur” adalah julukan dari Sultan Hasanuddin yang sangat tangguh dan sangat di takuti Belanda. Beliau Raja Gowa di Sulawesi Selatan.

Suatu ketika, dua kerajaan yang ada di Sulawesi yang berselisih yaitu Kerajaan Gowa (Sultan Hasanuddin) dengan Kerajaan Bone (Arung Palaka). Nah, kondisi ini dimanfaatkan oleh VOC dengan mengadu domba dua kerajaan itu. VOC membantu Kerajaan Bone sehingga Bone menang dalam perang pada tahun 1666.

Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Perjanjian Bongaya ini merupakan perjanjian antara Sultan Hasanuddin dengan VOC yang memangkas kekuasaan Kerajaan Gowa sebagai kerajaan terkuat di Sulawesi. Setelah itu tinggal kerajaan-kerajaan kecil yang sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.

4) Serangan Mataram terhadap VOC

Mataram adalah kerajaan besar di Jawa Tengah rajanya bernama Sultan Agung. Pada awalnya Mataram dengan Belanda menjalin hubungan baik. Belanda diizinkan mendirikan benteng gudang atau loji untuk kantor dagang di Jepara pada tahun 1615.

Belandapun memberi senjata Meriam kepada Mataram. Tetapi karena nafsu monopoli Belanda dan Jenderal VOC Jan Pieterzoon Coen menyerang Jepara, ahirnya terjadi perselisihan antara Mataram dengan Belanda.

Mataram melakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia sebanyak dua kali. Serangan pertama pada tahun 1628 dibawah pimpinan Tumenggung Baurekso. Tetapi serangan yang pertama gagal.

Kegagalan ini dikarenakan selain senjata Belanda lebih modern dibandingkan dengan tentara Mataram, juga karena kurangnya perbekalan dan kurang matang dalam dalam memperhitungkan medan perang. Serangan kedua dipimpin oleh Kyai Adipati Juminah, K.A.Puger, dan K.A.Purbaya. Serangan yang kedua inipun gagal.

Sebenarnya pada serangan kedua ini persiapan sudah dilakukan secara matang, gudang-gudang makanan sudah disediakan, namun ternyata lumbung padi persediaan makanan banyak dihancurkan oleh Belanda karena laporan mata-mata yang menghianati Sultan Agung, sehingga melemahkan kekuatan Mataram.

Baca juga Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan

Referensi : MODUL PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 UNTUK JENJANG SMP/MTs Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VIII Semester Gasal. Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button