EkonomiIPS Kelas 8

Pelaku Ekonomi dan Perekonomian Indonesia

Pelaku Ekonomi dan Perekonomian Indonesia, Terdapat tiga masalah pokok dalam ekonomi, yaitu apa yang diproduksi (what), bagaimana memproduksi (how), dan untuk siapa diproduksi (for whom). Dalam memecahkan ketiga persoalan pokok tersebut, tiap-tiap negara mempunyai cara yang berbeda.

Perbedaan cara memecahkan masalah pokok tersebut ditentukan oleh sistem ekonomi apa yang dianut oleh negara tersebut. Sistem ekonomi juga akan berpengaruh pada pelaku kegiatan ekonomi.

Siapa saja yang akan berperan dalam perekonomian suatu negara sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang dianut. Pada bab ini kalian akan mempelajari sistem ekonomi dan pelaku ekonomi dalam perekonomian Indonesia. 

A. Sistem Perekonomian

Pada bab terdahulu kalian telah mempelajari bahwa ilmu ekonomi berkenaan dengan masalah utama mengenai bagaimana menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.

Lebih khusus lagi ilmu ekonomi berupaya untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang akan diproduksi? Bagaimana memproduksi? Untuk siapa diproduksi?

Pernahkah kalian membayangkan bagaimana tiap-tiap negara yang ada di dunia ini memecahkan ketiga persoalan pokok ekonomi tersebut? Tentunya cara yang ditempuh masing-masing negara akan berbeda satu sama lain. Negara Qatar akan mempunyai cara yang berbeda dengan Inggris.

Demikian juga dengan negara Indonesia. Apa yang dapat kalian simpulkan dari pernyataan ini? Pernyataan tadi menyiratkan bahwa untuk menjawab masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa tergantung dari sistem ekonomi apa yang dianut negara tersebut. Agar dapat memahami lebih dalam lagi mengenai sistem ekonomi, pelajarilah bab ini dengan saksama.

1. Pengertian Sistem Ekonomi

Jawaban atas tiga pertanyaan what, how, dan for whom menunjukkan sistem ekonomi yang dianut oleh suatu bangsa atau negara. Sistem ekonomi yang dianut bergantung pada falsafah atau ideologi yang dianut bangsa atau negara tersebut, potensi sumber daya yang dimiliki, dan riwayat sejarah bangsa yang bersangkutan. 

Dengan demikian, sistem ekonomi dapat didefinisikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan barang dan jasa “apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksi, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi”.

Adanya sistem ekonomi memungkinkan seluruh pelaku perekonomian suatu negara dapat menjalankan kegiatan ekonomi sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis.

2. Macam-Macam Sistem Ekonomi

Di atas sudah sedikit disinggung bahwa sistem ekonomi merupakan suatu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai barang dan jasa “apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksi, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi”. Sistem ekonomi yang berbeda akan menjawab persoalan di atas dengan cara yang berbeda. Klasifikasi sistem ekonomi yang paling umum adalah seperti berikut:

  1. ekonomi tradisional (traditional economy);
  2. ekonomi pasar (market economy);
  3. ekonomi terpimpin/terpusat/komando (planned economy/ command system);
  4.  ekonomi campuran (mixed economy).

a. (Traditional Economy) Ekonomi Tradisional

Kebiasaan, adat, tradisi, dan agama sangat berperan dalam kehidupan ekonomi pada sistem ekonomi tradisional. Dengan demikian, keputusan mengenai “apa yang akan diproduksi, bagaimana memproduksi, siapa yang memproduksi, dan untuk siapa barang diproduksi” berlandaskan pada adat kebiasaan, keyakinan, kepercayaan, agama, dan sebagainya.

Salah satu keuntungan sistem ini adalah minimnya friksi atau konflik antaranggota masyarakat pelaku ekonomi yang disebabkan oleh relatif kecilnya perselisihan yang terjadi. Akan tetapi, sistem ini membatasi munculnya inisiatif individual karena segala sesuatu hanya berdasarkan apa yang biasa dilakukan pendahulunya.

Dalam sistem ekonomi tradisional, permasalahan ekonomi dipecahkan dengan menggunakan cara dan kebiasaan yang telah dijalankan di masa lalu secara turuntemurun yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Misalnya, lahan pertanian selalu ditanami jenis tanaman yang sama yang ditanam oleh leluhur mereka dan cara mereka memproduksi dan mengolah lahan pun dengan cara yang sama seperti yang diajarkan secara turun-temurun. Sistem ekonomi ini digunakan oleh beberapa suku di Afrika, beberapa wilayah di Amerika Selatan, dan beberapa wilayah Asia.

b. (Market Economy) Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi pasar sering kali dikaitkan dengan sistem kapitalis yang berkenaan dengan kepemilikan sumber daya secara pribadi (privat) meskipun tidak harus selalu seperti itu. 

Pada intinya, konsep sistem ekonomi pasar adalah apa yang disebut dengan free enterprise, yaitu kebebasan bagi produsen untuk menjual dan kebebasan bagi konsumen untuk membeli barang dan jasa yang mereka inginkan tanpa campur tangan dari pemerintah.

Sistem ekonomi pasar awalnya berkembang di Inggris pada pertengahan abad ke-18. Semboyan sistem ekonomi ini adalah laissez-faire yang secara harfiah berarti “biarkanlah”. Hal ini mengandung makna kebebasan berusaha dan biarkanlah produksi dilakukan oleh pihak swasta, mekanisme pasar berjalan tanpa campur tangan pemerintah.

Kunci dari sistem ekonomi pasar adalah mekanisme harga. Harga inilah yang akan menjadi jawaban persoalan ekonomi mengenai “apa yang diproduksi, bagaimana memproduksi, dan untuk siapa barang/jasa diproduksi“. 

Pada sistem ekonomi pasar murni atau kapitalisme murni (laissezfaire capitalism) peran pemerintah dibatasi hanya untuk melindungi kepemilikan pribadi dan penciptaan lingkungan yang kondusif untuk beroperasinya sistem pasar.

Pembatasan karena campur tangan pemerintah

Paham ini mengajarkan pembatasan campur tangan pemerintah di bidang ekonomi karena campur tangan pemerintah akan mengakibatkan sistem pasar tidak akan berjalan dengan efisien.

Sistem ekonomi pasar secara garis besar ditandai oleh ciri-ciri berikut ini.

  1. Adanya kebebasan memiliki alat produksi dan pengakuan hak milik pribadi.
  2. Kebebasan memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
  3. Kebebasan bagi para produsen untuk menentukan apa dan berapa yang akan diproduksi. Hal ini dilatarbelakangi oleh profit motive.
  4. Pasar merupakan fokus kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap produsen.
  5. Harga dibentuk oleh mekanisme pasar melalui proses tarikmenarik antara permintaan dan penawaran.
  6. Adanya persaingan bebas di antara para pelaku kegiatan ekonomi, terutama untuk menguasai pasar.
  7. Campur tangan dan peran pemerintah sangat dibatasi pada halhal yang tidak dapat dilaksanakan oleh swasta.
  8. Setiap pelaku kegiatan ekonomi dianggap sebagai homo economicus yang selalu berusaha mencapai laba dan kepuasan maksimum.

c. (Planned Economy/ Command System) Ekonomi Terpimpin/Terpusat/Komando

Pada sistem ekonomi ini secara menyeluruh perekonomian dikontrol dan diatur oleh pemerintah. Pada sistem ekonomi terpimpin, peran mekanisme harga ditekan sekecil mungkin.

Masalah ekonomi (what, how, dan for whom) dipecahkan oleh pemerintah pusat. Pemerintah pusat inilah yang menentukan penggunaan sumber daya, jenis, dan jumlah barang yang akan diproduksi. Ciri-ciri yang menandai sistem ekonomi terpimpin, antara lain sebagai berikut.

  1. Sumber daya ekonomi dikuasai oleh negara. Tidak ada sumber daya ekonomi yang dikuasai atau dimiliki secara pribadi.
  2. Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk melaksanakan kegiatan ekonomi.
  3. Pemerintah menentukan semua aktivitas ekonomi.
  4. Apa barang dan jasa yang akan diproduksi, berapa yang diproduksi serta bagaimana produk diproduksi ditentukan secara terpusat oleh pemerintah.
  5. Pemenuhan kebutuhan masyarakat cenderung ”sama rata sama rasa”.
  6. Pemerintah menentukan harga-harga dan pendistribusian barang dan jasa.
  7. Mekanisme pasar tidak berjalan.
  8. Adanya prinsip kebersamaan (kolektivisme) menyebabkan tidak adanya persaingan dalam kegiatan ekonomi.

d. (Mixed Economy) Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang banyak dipraktikkan negara-negara di dunia. Sistem ekonomi ini menggabungkan mekanisme pasar dengan campur tangan pemerintah. Menurut para ahli, ada dua jenis sistem ekonomi campuran, yaitu market socialism dan social market.

Market socialism adalah sistem ekonomi campuran dengan peran campur tangan pemerintah yang tampak lebih dominan. Swedia adalah contoh negara yang menganut sistem market socialism.

Baca juga Mendefinisikan kelas pekerja, harus terlebih dahulu diketahui posisi kelas pekerja dalam sistem produksi sosial

Sistem Ekonomi sosial Market

Pelaku Ekonomi dan Perekonomian Indonesia. Sementara social market adalah sistem ekonomi campuran dengan dominasi peran mekanisme pasar, tetapi masih tetap ada peran campur tangan pemerintah. Inggris dan Jerman adalah contoh negara yang mempraktikkan sistem ekonomi social market. 

Ciri-ciri ekonomi campuran, antara lain sebagai berikut.

  1. Ada campur tangan pemerintah dalam perekonomian yang dimaksudkan untuk mengoreksi distorsi ekonomi.
  2. Hak kepemilikan pribadi diakui.
  3. Kepemilikan faktor produksi yang vital diatur atau diawasi oleh negara.
  4. Apa dan berapa barang/jasa yang akan diproduksi ditentukan oleh sektor swasta atas dasar mekanisme pasar, tetapi sektorsektor yang strategis diatur dan diawasi oleh negara.
  5. Harga-harga ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi diawasi, bahkan kadang-kadang dikoreksi oleh pemerintah bila perlu.
  6. Kesempatan kerja penuh (full employment) dan jasa-jasa kolektif diprioritaskan.
  7. Pemerintah memberikan jaminan sosial dan mengupayakan pemerataan distribusi pendapatan.
Salah satu bentuk pasar tradisional yang ada di Indonesia (ilustrasi foto/Tourism News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button