Lingkungan permukiman merupakan tempat manusia tinggal dan beraktivitas sehari-hari. Kondisi lingkungan permukiman di setiap daerah berbeda-beda, tergantung pada faktor alam, sosial, dan budaya. Perbedaan tersebut menciptakan keberagaman lingkungan permukiman yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Bagaimana Keberagaman Lingkungan Permukiman dan Kehidupan Masyarakat?
Di Indonesia, keberagaman lingkungan permukiman dapat dilihat dari perbedaan permukiman di daerah pantai, pegunungan, pedesaan, hingga perkotaan.
Pengertian Keberagaman Lingkungan Permukiman
Keberagaman lingkungan permukiman adalah perbedaan kondisi tempat tinggal manusia yang dipengaruhi oleh lingkungan alam, sosial, dan budaya. Keberagaman ini terlihat dari bentuk rumah, pola permukiman, serta aktivitas masyarakat di dalamnya.
Keberagaman lingkungan permukiman menunjukkan cara manusia beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Jenis-Jenis Lingkungan Permukiman
1. Permukiman Perkotaan
Permukiman perkotaan ditandai dengan kepadatan penduduk tinggi dan fasilitas yang lengkap.
Ciri-ciri:
- Bangunan bertingkat
- Aktivitas industri dan jasa
- Mobilitas penduduk tinggi
Contoh:
Permukiman di pusat kota Jakarta atau Surabaya.
2. Permukiman Pedesaan
Permukiman pedesaan memiliki kepadatan penduduk rendah dan lingkungan yang masih alami.
Ciri-ciri:
- Rumah berjauhan
- Mata pencaharian pertanian
- Hubungan sosial erat
Contoh:
Permukiman di desa-desa pertanian.
3. Permukiman Pesisir
Permukiman pesisir berada di sekitar pantai dan laut.
Ciri-ciri:
- Rumah panggung
- Mata pencaharian nelayan
- Terpengaruh pasang surut laut
Contoh:
Permukiman nelayan di pantai utara Jawa.
4. Permukiman Pegunungan
Permukiman pegunungan berada di daerah dataran tinggi.
Ciri-ciri:
- Udara sejuk
- Rumah mengikuti kontur tanah
- Mata pencaharian pertanian dan perkebunan
Contoh:
Permukiman di daerah Dieng atau Puncak.
Hubungan Keberagaman Permukiman dengan Kehidupan Masyarakat
1. Pengaruh terhadap Mata Pencaharian
Lingkungan permukiman menentukan jenis pekerjaan masyarakat.
Contoh:
Masyarakat pesisir bekerja sebagai nelayan, masyarakat desa sebagai petani.
2. Pengaruh terhadap Pola Sosial
Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kepadatan dan kondisi lingkungan.
Contoh:
Masyarakat desa lebih mengutamakan gotong royong dibandingkan masyarakat kota.
3. Pengaruh terhadap Budaya dan Kebiasaan
Budaya berkembang sesuai kondisi permukiman.
Contoh:
Tradisi melaut di daerah pesisir.
Contoh Keberagaman Lingkungan Permukiman di Indonesia
Beberapa contoh keberagaman permukiman di Indonesia antara lain:
- Kampung nelayan
- Perumahan perkotaan
- Desa adat
- Permukiman di bantaran sungai
Baca juga: Keberagaman Lingkungan Sekitar dan Contohnya untuk Siswa Kelas 7
