Jenis pengangguran dan Penyebab pengangguran

Jenis pengangguran dan Penyebab pengangguran. Pengangguran yang ada di suatu negara dapat dikelompokkan menurut faktor penyebab terjadinya, yaitu

a. pengangguran voluntair, yaitu pengangguran yang terjadi secara sukarela karena mencari pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik;

b. pengangguran teknologi, yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya penggunaan alat-alat mesin, komputerisasi, bahkan robot dalam proses produksi, yang merupakan produk teknologi, hal ini mengakibatkan penggunaan tenaga kerja menjadi berkurang;

Contoh Pabrik tekstil dahulu menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dioperasikan dengan manusia, dengan semakin canggihnya berbagai mesin produksi, sekarang pabrik tekstil banyak yang menggunakan mesin printing.

c. pengangguran deflatoir, yaitu pengangguran yang terjadi karena menurunnya kegiatan perekonomian suatu negara sehingga permintaan masyarakat ikut menurun, hal ini mengakibatkan perusahaan mengurangi kapasitas produksinya, atau bahkan menghentikan produksinya, akibatnya terjadi pengurangan pekerja; 

d. pengangguran struktural, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh adanya perubahan pada struktur ekonomi dari suatu negara, misalnya dari struktur ekonomi pertanian ke struktur ekonomi industri, hal ini menyebabkan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan tidak sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia, akibatnya terjadi pengangguran.

Contoh Akibat perekonomian beralih dari sektor pertanian ke sektor industri maka tenaga kerja yang tadinya bekerja pada sektor pertanian tidak dapat bekerja.

Baca juga Pengaruh pusat keunggulan ekonomi terhadap pendidikan dan pekerjaan

Penyebab Pengangguran

Jenis pengangguran dan Penyebab pengangguran. Penyebab terjadinya pengangguran di suatu negara, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Tekanan demografis dengan jumlah dan komposisi angkatan kerja yang besar.
  2. Pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kecil daripada pertumbuhan angkatan kerja.
  3. Jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.
  4. Kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
  5. Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan, antara lain perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor-impor, dan sebagainya.
  6. Kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
  7. Berbagai regulasi dan perilaku birokrasi yang kurang kondusif bagi pengembangan usaha.
  8. Masih sulitnya arus masuk modal asing.
  9. Iklim investasi yang belum kondusif.
  10. Tekanan kenaikan upah di tengah dunia usaha yang masih lesu.
  11. Kemiskinan.
  12. Ketimpangan pendapatan.
  13. Urbanisasi.
  14. Stabilitas politik yang tidak stabil.
  15. Perilaku proteksionis sejumlah negara maju dalam menerima ekspor dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
  16. Keberadaan pasar global.

Baca juga Beberapa Konsep Ketenagakerjaan Menurut ilmu ekonomi

Gambar. Pengangguran voluntair, yaitu pengangguran yang terjadi secara sukarela karena mencari pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. (ilustrasi foto/Liputan6)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.