Home ยป IPS Kelas 7 ยป Tenaga Kerja sebagai Faktor Produksi: Pengertian, Peran, dan Jenis-Jenisnya
Posted in

Tenaga Kerja sebagai Faktor Produksi: Pengertian, Peran, dan Jenis-Jenisnya

Tenaga Kerja sebagai Faktor Produksi: Pengertian, Peran, dan Jenis-Jenisnya (ft.istimewa)
Tenaga Kerja sebagai Faktor Produksi: Pengertian, Peran, dan Jenis-Jenisnya (ft.istimewa)

Dalam kegiatan ekonomi, produksi tidak akan berjalan tanpa peran manusia sebagai pelaku utama. Salah satu faktor terpenting dalam proses produksi adalah tenaga kerja. Tenaga kerja menjadi penggerak utama yang mengubah sumber daya alam menjadi barang dan jasa bernilai ekonomi. Bagaimana peran Tenaga Kerja sebagai Faktor Produksi?

Ketersediaan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan suatu kegiatan ekonomi, baik di tingkat individu, perusahaan, maupun nasional. Karena itu, memahami pengertian, peran, dan jenis-jenis tenaga kerja menjadi hal yang sangat penting dalam memahami bagaimana roda perekonomian berputar.


1. Pengertian Tenaga Kerja dalam Produksi

Secara umum, tenaga kerja adalah semua orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa. Dalam konteks ekonomi, tenaga kerja merupakan faktor produksi yang berasal dari manusia dan digunakan untuk mengelola serta memanfaatkan sumber daya alam dan modal agar menghasilkan produk yang berguna bagi kehidupan.

Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Tenaga Kerja sebagai Faktor Produksi tidak hanya sebatas pekerja fisik, tetapi juga mencakup kemampuan intelektual, keterampilan, dan kreativitas yang dimiliki oleh seseorang.


2. Peran Tenaga Kerja dalam Proses Produksi

Tenaga kerja berperan sebagai penggerak utama (motor penggerak) dalam kegiatan produksi. Tanpa tenaga manusia, sumber daya alam dan modal tidak akan dapat menghasilkan apa pun.

Peran tenaga kerja dapat dijelaskan melalui diagram berikut:

+————————–+

|     SUMBER DAYA ALAM     |

| (Tanah, Air, Tambang)    |

+————-+————+

              |

              v

+————————–+

|     TENAGA KERJA         |

| (Mengolah SDA dengan     |

|  keterampilan dan tenaga)|

+————-+————+

              |

              v

+————————–+

|     PROSES PRODUKSI      |

| (Menciptakan Barang/Jasa)|

+————-+————+

              |

              v

+————————–+

|     HASIL PRODUKSI       |

| (Barang dan Jasa jadi)   |

+————————–+

Dalam diagram di atas, tenaga kerja menjadi jembatan antara sumber daya alam (input) dan barang/jasa (output). Kualitas dan produktivitas tenaga kerja akan menentukan efisiensi dan hasil akhir dari kegiatan produksi.


3. Jenis-Jenis Tenaga Kerja

Tenaga kerja dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, yaitu berdasarkan kemampuan, hubungan kerja, dan sifat pekerjaannya. Berikut penjelasan lengkapnya:

a. Berdasarkan Kemampuan atau Keterampilan
  1. Tenaga kerja terdidik
    Adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan formal tinggi dan keahlian tertentu.
    Contoh: dokter, guru, insinyur, programmer, dan dosen.
  2. Tenaga kerja terlatih
    Merupakan tenaga kerja yang memiliki keahlian karena pelatihan dan pengalaman, meski pendidikan formalnya mungkin tidak tinggi.
    Contoh: montir, tukang las, sopir, penjahit, dan teknisi.
  3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
    Adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan fisik tanpa keahlian khusus.
    Contoh: buruh bangunan, pemulung, dan pekerja kasar.

b. Berdasarkan Hubungan Kerja
  1. Tenaga kerja formal
    Bekerja dengan perjanjian kerja yang jelas, seperti di perusahaan, instansi pemerintah, atau lembaga resmi lainnya.
    Contoh: pegawai negeri, karyawan swasta, dan pekerja pabrik.
  2. Tenaga kerja informal
    Tidak memiliki hubungan kerja resmi atau kontrak tetap, biasanya bekerja secara mandiri.
    Contoh: pedagang kaki lima, nelayan, petani kecil, dan ojek online.

Baca juga: Dampak Iklim terhadap Ketahanan Pangan dan Pola Tanam Petani


c. Berdasarkan Sifat Pekerjaan
  1. Tenaga kerja jasmani
    Mengandalkan kekuatan fisik dalam melakukan pekerjaannya.
    Contoh: buruh, petani, dan tukang bangunan.
  2. Tenaga kerja rohani
    Mengandalkan kemampuan berpikir dan intelektual.
    Contoh: penulis, akuntan, guru, dan desainer.

4. Pentingnya Tenaga Kerja dalam Perekonomian Nasional

Tenaga kerja memiliki peran strategis dalam perekonomian. Beberapa alasan mengapa tenaga kerja sangat penting, antara lain:

  1. Sebagai penggerak kegiatan ekonomi
    Tenaga kerja mengubah sumber daya alam menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
  2. Menentukan produktivitas nasional
    Semakin tinggi kualitas tenaga kerja, semakin besar pula hasil produksi nasional.
  3. Meningkatkan pendapatan masyarakat
    Melalui pekerjaan, tenaga kerja memperoleh penghasilan yang meningkatkan daya beli dan kesejahteraan.
  4. Mendorong inovasi dan teknologi
    Tenaga kerja terdidik berperan penting dalam pengembangan teknologi dan efisiensi produksi.
  5. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran
    Penciptaan lapangan kerja membantu menggerakkan ekonomi lokal dan mengurangi kesenjangan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.