IPS Kelas 10Sosiologi

Struktur Sosial dan Hubungan Sosial Didalam kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat

Struktur Sosial dan Hubungan Sosial Didalam kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat, hubungan-hubungan sosial yang dilakukannya dengan para anggota masyarakatnya dalam kelompok-kelompok kekerabatan, kelompok wilayah, dan dalam kelompok-kelompok sosial lainnya (yaitu perkumpulan olahraga, arisan, teman sejawat di kantor, teman sepermainan, tetangga, organisasi partai politik, dan sebagainya), tidaklah sama dalam hal interaksi sosialnya antara yang satu dengan yang lainnya. 

Interaksi sosial adalah aspek kelakuan dari dan yang terdapat dalam hubungan sosial. Dengan kata lain, seorang anggota masyarakat itu tidaklah dapat mengadakan interaksi sosial dengan semua orang yang menjadi warga masyarakatnya.

Begitu juga, seorang anggota masyarakat yang mempunyai hubungan sosial dengan sejumlah warga masyarakat tidaklah sama dalam hal sering dan eratnya hubungan sosial yang dipunyainya dengan semua anggota masyarakat yang mempunyai hubungan sosial dengan dirinya.

Hubungan sosial dengan orang lain

Dengan demikian, ada sejumlah orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan-hubungan sosial yang erat dan sering dengan orang tersebut, sedangkan sejumlah orang lainnya jarang-jarang mengadakan interaksi sosial dengan orang tersebut sehingga hubungan sosialnya tidak erat, dan masih ada sejumlah orang lainnya yang juga anggota masyarakat tersebut yang tidak mempunyai hubungan sosial dengan orang tersebut.

Kalau kita melihat hubungan sosial di antara dua orang individu sebagai sebuah garis, maka hubungan sosial yang terwujud antara seorang individu dengan sejumlah orang individu dapat dilihat sebagai sejumlah garis yang menghubungkan individu tersebut dengan individu-individu lainnya dan yang garis-garis tersebut berpusat pada individu tersebut. 

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, hubungan-hubungan sosial yang terwujud bukanlah hanya antara dua pihak saja tetapi merupakan suatu hubungan seperti jala atau jaring yang mencakup sejumlah orang. Karena itu hubungan-hubungan sosial yang mencakup hubungan di antara tiga orang atau lebih dinamakan jaringan sosial.

Jaringan Sosial

Jaringan sosial adalah suatu pengelompokkan yang terdiri atas tiga orang atau lebih, yang masing-masing orang tersebut mempunyai identitas tersendiri, dan yang masing-masing dihubungkan antara satu dengan lainnya melalui hubungan-hubungan sosial yang ada, sehingga melalui hubungan-hubungan sosial tersebut mereka dapat dikelompokkan sebagai suatu kesatuan sosial atau kelompok sosial.

Hubungan-hubungan yang ada diantara mereka yang terlibat dalam suatu jaringan sosial biasanya tidak bersifat hubungan-hubungan yang resmi tetapi hubungan-hubungan yang tidak resmi atau perseorangan.

Karena mereka yang berada dalam suatu jaringan sosial biasanya tidak sadar akan keanggotaannya dalam jaringan sosial tersebut, karena jaringan sosial tersebut belum tentu terwujud sebagai suatu organisasi atau perkumpulan resmi.

Jaringan-jaringan sosial telah terbentuk dalam masyarakat karena manusia tidak dapat berhubungan dengan semua manusia yang ada. Hubungan-hubungan sosial yang dipunyai oleh seorang manusia selalu terbatas pada sejumlah manusia.

Baca juga Struktur sosial sebagai pola dari hak dan kewajiban para pelaku dalam suatu sistem interaksi

Begitu juga, setiap orang telah belajar dari pengalaman sosialnya masing-masing untuk memilih dan mengembangkan hubungan-hubungan sosial yang paling menguntungkan bagi dirinya, yang terbatas jumlahnya dibandingkan dengan jumlah rangkaian hubungan-hubungan sosial yang tersedia dalam masyarakatnya, yang dapat digunakannya.

Jaringan sosial adalah suatu pengelompokkan yang terdiri atas tiga orang atau lebih (ilustrasi foto/liputan6.com)

Konsep Jaringan Sosial

Sejumlah ahli ilmu sosial telah menggunakan konsep jaringan sosial sebagai pendekatan untuk dapat membuat rekonstruksi struktur sosial. Landasan berpikirnya adalah bahwa suatu jaringan sosial mewujudkan adanya suatu kesatuan atau kelompok sosial;

dan bahwa interaksi diantara mereka yang terlibat dalam satu jaringan sosial mempunyai suatu corak keteraturan tersendiri, dan bahwa keteraturan tersebut mencerminkan adanya aturan-aturan yang berupa suatu pola mengenai hubungan-hubungan sosial yang melibatkan statu atau identitas dan peranan sosial dari para pelakunya;

dan bahwa dengan menggunakan pendekatan jaringan sosial ketepatan corak dari struktur sosial dapat lebih dipertanggung jawabkan karena penggunaan teknik-teknik dan analisa kuantitatif.

Menurut pandangan teori marxis mengatakan bahwa totalitas dari lapisan-lapisan dan kelompok sosial serta sistem yang mengatur hubungan antar mereka ini kemudian membentuk struktur sosial masyarakat. Dalam menganalisis struktur sosial, marxisme membuat pembagian antara kelas fundamental dan kelas non fundamental.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker