Pada masa praaksara, manusia hidup dengan mengandalkan alam sebagai sumber utama kehidupan. Aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan bukan sekadar cara bertahan hidup, melainkan sebuah seni yang melibatkan keterampilan, kerja sama, serta pemahaman mendalam terhadap lingkungan. Dari cara hidup inilah manusia belajar beradaptasi, berbagi, dan membangun kebersamaan sosial.
Artikel ini akan membahas seni berburu dan mengumpulkan makanan pada masa praaksara, contoh kegiatannya, serta pelajaran penting yang masih relevan hingga saat ini.
Pengertian Berburu dan Mengumpulkan Makanan pada Masa Praaksara
Berburu dan mengumpulkan makanan adalah pola hidup manusia praaksara yang mengandalkan:
- Berburu: menangkap hewan liar seperti rusa, banteng, atau babi hutan
- Mengumpulkan makanan: mengambil hasil alam seperti buah-buahan, umbi-umbian, kerang, dan ikan
Pola hidup ini dikenal sebagai food gathering, yang berkembang terutama pada masa Paleolitikum dan Mesolitikum.
Seni dalam Kegiatan Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan disebut sebagai seni karena memerlukan keahlian khusus, antara lain:
1. Keterampilan Mengamati Alam
Manusia praaksara mampu:
- Membaca jejak hewan
- Mengenali musim migrasi
- Menentukan waktu yang tepat untuk berburu atau mengumpulkan hasil alam
2. Pembuatan Alat Sederhana
Mereka menciptakan alat dari:
- Batu (kapak genggam, alat serpih)
- Tulang
- Kayu
Alat-alat ini dibuat dengan teknik tertentu agar efektif digunakan.
3. Kerja Sama Kelompok
Berburu hewan besar membutuhkan:
- Strategi
- Pembagian tugas
- Kekompakan
Hal ini menunjukkan adanya komunikasi dan solidaritas sosial.
Contoh Kegiatan Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Beberapa contoh kegiatan pada masa praaksara antara lain:
- Berburu rusa secara berkelompok menggunakan tombak batu
- Mengumpulkan buah-buahan liar di hutan
- Menangkap ikan dan kerang di sungai atau pantai
- Mengolah hasil buruan secara sederhana dengan cara dibakar
Contoh nyata dapat ditemukan pada peninggalan kjokkenmoddinger (tumpukan kulit kerang) di wilayah pesisir.
Pelajaran Berharga dari Masa Praaksara
Meskipun hidup sederhana, manusia praaksara meninggalkan banyak pelajaran penting, seperti:
1. Hidup Selaras dengan Alam
Mereka mengambil sumber daya alam secukupnya tanpa merusak lingkungan.
2. Pentingnya Kerja Sama
Kebutuhan hidup dipenuhi bersama, bukan secara individual.
3. Adaptasi terhadap Perubahan
Manusia praaksara mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam yang berubah.
4. Dasar Perkembangan Budaya
Kebiasaan berburu dan mengumpulkan makanan menjadi awal berkembangnya:
- Sistem sosial
- Budaya gotong royong
- Pembagian peran dalam kelompok
Baca juga: Contoh Lingkungan Sekitar dan Perannya dalam Kehidupan Manusia
Relevansi dengan Kehidupan Modern
Nilai-nilai dari masa praaksara masih relevan hingga kini, seperti:
- Kepedulian terhadap lingkungan
- Kerja sama dalam masyarakat
- Pemanfaatan sumber daya secara bijak
Hal ini penting ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran sejarah.
FAQ โ Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa yang dimaksud dengan seni berburu pada masa praaksara?
Seni berburu adalah keterampilan manusia praaksara dalam menangkap hewan dengan teknik, alat, dan strategi tertentu.
2. Mengapa berburu dan mengumpulkan makanan disebut food gathering?
Karena manusia memperoleh makanan langsung dari alam tanpa bercocok tanam.
3. Alat apa saja yang digunakan manusia praaksara untuk berburu?
Alat batu seperti kapak genggam, alat serpih, tombak, dan alat dari tulang atau kayu.
4. Apa manfaat mempelajari kehidupan manusia praaksara?
Untuk memahami asal-usul peradaban manusia serta menanamkan nilai adaptasi, kerja sama, dan kepedulian lingkungan.
5. Apakah pola hidup ini masih ada saat ini?
Beberapa komunitas tradisional di dunia masih menerapkan pola berburu dan meramu secara terbatas.
Kesimpulan
Seni berburu dan mengumpulkan makanan pada masa praaksara merupakan fondasi penting dalam sejarah kehidupan manusia. Dari aktivitas sederhana tersebut, lahir nilai-nilai luhur seperti kerja sama, kecerdasan adaptif, dan keharmonisan dengan alam. Memahami masa praaksara membantu kita menghargai perjalanan panjang peradaban manusia.
Link Referensi
- https://www.kemdikbud.go.id
- https://www.britannica.com/topic/prehistoric-people
- https://www.nationalgeographic.com/history/article/hunter-gatherers
ย
