Home » Sejarah » Sejarah PKI: Perkembangan, Pemberontakan, dan Akhirnya
Sejarah PKI: Perkembangan, Pemberontakan, dan Akhirnya (ft/istimewa)

Sejarah PKI: Perkembangan, Pemberontakan, dan Akhirnya

Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan salah satu organisasi politik yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Indonesia. Berdiri pada awal abad ke-20, PKI mengalami berbagai fase, dari pertumbuhan pesat hingga keterlibatan dalam beberapa pemberontakan yang berujung pada pembubaran totalnya. Artikel ini akan membahas sejarah PKI, mulai dari pendiriannya, perannya dalam politik Indonesia, hingga akhirnya dihapuskan pada tahun 1965.

Awal Berdirinya PKI

PKI pertama kali berdiri pada tahun 1920 sebagai kelanjutan dari Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV), sebuah organisasi yang dipimpin oleh tokoh-tokoh sosialis Belanda di Hindia Belanda. Dipimpin oleh Semaun, PKI menjadi partai komunis pertama di Asia yang berafiliasi dengan Komintern (Internasional Komunis).

Pada awalnya, PKI berperan dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan petani melawan kolonialisme Belanda. Namun, pada tahun 1926-1927, PKI terlibat dalam pemberontakan melawan pemerintah kolonial. Pemberontakan ini gagal, menyebabkan banyak anggotanya ditangkap atau diasingkan ke Boven Digoel.

PKI di Era Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, PKI kembali muncul sebagai kekuatan politik yang cukup besar. Dipimpin oleh Musso, partai ini mencoba mengambil alih pemerintahan dengan melakukan Pemberontakan PKI Madiun pada 1948. Pemberontakan ini dengan cepat ditumpas oleh pemerintah, dan Musso tewas dalam pertempuran.

Meskipun sempat mengalami kemunduran, PKI kembali bangkit di bawah kepemimpinan D.N. Aidit pada tahun 1950-an. Partai ini berhasil memperoleh dukungan besar dalam Pemilu 1955, menjadikannya salah satu partai politik terbesar di Indonesia. Dengan strategi “jalan parlementer,” PKI berusaha meraih kekuasaan melalui jalur politik, bukan pemberontakan bersenjata.

Baca juga: Teks Proklamasi Diketik oleh Sayuti Melik

Peran PKI dalam Politik Indonesia

Pada awal 1960-an, PKI semakin dekat dengan Presiden Soekarno, yang saat itu menganut konsep “Nasakom” (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme). Hubungan erat ini membuat PKI semakin kuat, meskipun mendapat perlawanan dari kelompok militer dan partai-partai Islam.

Namun, ketegangan politik semakin meningkat akibat persaingan antara PKI dan Angkatan Darat. Situasi ini mencapai puncaknya pada 30 September 1965, ketika terjadi peristiwa Gerakan 30 September (G30S). PKI dituduh sebagai dalang di balik penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI. Akibatnya, partai ini dinyatakan sebagai organisasi terlarang, dan anggotanya menjadi sasaran penangkapan serta eksekusi massal.

Pembubaran dan Akhir PKI

Pada 12 Maret 1966, PKI resmi dibubarkan oleh pemerintah melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto. Setelah itu, Orde Baru memberlakukan kebijakan anti-komunis yang ketat, termasuk larangan terhadap segala bentuk ajaran komunisme dan marxisme di Indonesia.

Ratusan ribu anggota dan simpatisan PKI ditangkap atau dibunuh dalam peristiwa pembersihan anti-komunis 1965-1966. Hingga saat ini, komunisme tetap menjadi ideologi yang dilarang di Indonesia berdasarkan TAP MPRS No. XXV Tahun 1966.

Kesimpulan

Sejarah PKI mencerminkan perjalanan panjang dari sebuah partai politik yang pernah menjadi salah satu kekuatan terbesar di Indonesia, namun akhirnya mengalami kehancuran total. Pemberontakan yang gagal, persaingan politik, dan tuduhan keterlibatan dalam G30S menjadi faktor utama yang menyebabkan PKI dibubarkan dan dihapuskan dari sejarah politik Indonesia.

Baca juga: Pemberontakan PKI Madiun: Latar Belakang


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Kapan PKI pertama kali berdiri?

PKI didirikan pada tahun 1920 sebagai kelanjutan dari Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV).

2. Apa yang menyebabkan pemberontakan PKI Madiun 1948?

Pemberontakan ini dipimpin oleh Musso sebagai upaya PKI untuk merebut kekuasaan. Namun, pemberontakan ini gagal dan berhasil ditumpas oleh TNI.

3. Mengapa PKI dibubarkan?

PKI dibubarkan pada tahun 1966 setelah dituduh sebagai dalang di balik Gerakan 30 September 1965 (G30S), yang menyebabkan pembunuhan beberapa jenderal TNI.

4. Apa dampak pembubaran PKI?

Dampaknya termasuk pembersihan besar-besaran terhadap anggota PKI, larangan terhadap ajaran komunisme di Indonesia, serta penguatan kekuasaan militer dalam politik nasional.

5. Apakah komunisme masih dilarang di Indonesia?

Ya, berdasarkan TAP MPRS No. XXV Tahun 1966, komunisme tetap dilarang di Indonesia hingga saat ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top