Posted in

Runtuhnya Kerajaan Sunda: Faktor Penyebab dan Akibatnya

Runtuhnya Kerajaan Sunda: Faktor Penyebab dan Akibatnya (ft.istimewa)
Runtuhnya Kerajaan Sunda: Faktor Penyebab dan Akibatnya (ft.istimewa)

Akibat Runtuhnya Kerajaan Sunda

1. Munculnya Dominasi Kesultanan Banten

Setelah merebut Pakuan Pajajaran, Kesultanan Banten menjadi kekuatan dominan di wilayah barat Jawa. Wilayah-wilayah bekas Kerajaan Sunda secara bertahap diislamisasi dan masuk ke dalam struktur pemerintahan kesultanan.

2. Perubahan Agama dan Sistem Sosial

Dengan masuknya wilayah Sunda ke dalam kekuasaan kerajaan Islam, terjadi transformasi kepercayaan dari Hindu-Buddha menjadi Islam. Proses ini berlangsung secara bertahap dan damai di beberapa tempat, tetapi juga melalui penaklukan di wilayah lain.

Sistem kasta Hindu yang semula berlaku diubah menjadi sistem sosial Islam yang lebih egaliter, membuka peluang mobilitas sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

3. Pergeseran Pusat Kebudayaan

Pusat kebudayaan yang sebelumnya berada di Pakuan berpindah ke pesisir, seperti Cirebon dan Banten. Tradisi kesusastraan, seni, dan bahasa Sunda mulai bercampur dengan unsur Islam.

Meskipun begitu, identitas Sunda tetap bertahan dan berkembang dalam bentuk baru yang berakar dari perpaduan Hindu-Buddha dan Islam.

4. Lahirnya Legenda dan Kisah-Kisah Heroik

Keruntuhan Kerajaan Sunda melahirkan berbagai legenda yang masih dikenang hingga kini, seperti:

  • Kisah Prabu Siliwangi sebagai raja besar yang disucikan dan dianggap gaib.
  • Mitos tentang hilangnya Pakuan Pajajaran, yang dipercaya menjadi โ€œkota gaibโ€ yang tidak bisa ditemukan kembali.

Kisah-kisah ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sunda.


Upaya Pelestarian Warisan Kerajaan Sunda

Meski secara politik telah runtuh, warisan Kerajaan Sunda tetap hidup dalam berbagai bentuk:

  • Bahasa Sunda tetap menjadi bahasa yang aktif digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat.
  • Sastra dan naskah kuno, seperti Bujangga Manik, masih dipelajari dan dilestarikan.
  • Tradisi dan upacara adat, seperti Seren Taun, memiliki akar dari masa kerajaan.
  • Situs-situs bersejarah, seperti Prasasti Batutulis, masih dijaga sebagai bagian dari kebanggaan sejarah lokal.

Kesimpulan

Runtuhnya Kerajaan Sunda merupakan hasil dari perpaduan berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dari kehilangan pelabuhan strategis, tekanan dari kekuatan Islam, hingga kelemahan militer dan krisis legitimasi, semua faktor ini berkontribusi pada berakhirnya sebuah kerajaan yang pernah jaya selama berabad-abad.

Meskipun secara politik telah lenyap, pengaruh Kerajaan Sunda tidak benar-benar hilang. Jejak sejarah dan budaya kerajaan ini masih melekat dalam identitas masyarakat Sunda hingga hari ini. Dengan mempelajari runtuhnya Kerajaan Sunda, kita tidak hanya memahami dinamika sejarah masa lalu, tetapi juga belajar mengenai pentingnya adaptasi, persatuan, dan kepemimpinan dalam menjaga eksistensi suatu peradaban.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Kapan Kerajaan Sunda runtuh?
Kerajaan Sunda secara resmi runtuh pada tahun 1579 setelah ibu kota Pakuan Pajajaran direbut oleh pasukan Kesultanan Banten.

2. Apa penyebab utama keruntuhan Kerajaan Sunda?
Penyebab utamanya adalah hilangnya pelabuhan strategis Sunda Kalapa, ekspansi Kesultanan Islam (Demak, Cirebon, Banten), lemahnya pertahanan militer, dan krisis kepemimpinan.

3. Apakah Prabu Siliwangi masih berkuasa saat kerajaan runtuh?
Tidak. Prabu Siliwangi adalah raja besar Kerajaan Sunda pada abad ke-15. Keruntuhan kerajaan terjadi beberapa dekade setelah masa pemerintahannya.

4. Apa yang terjadi setelah Kerajaan Sunda runtuh?
Setelah runtuh, wilayah bekas Kerajaan Sunda dikuasai oleh Kesultanan Banten dan Cirebon, dan masyarakatnya mulai memeluk agama Islam.

5. Apakah masih ada warisan budaya dari Kerajaan Sunda saat ini?
Ya, warisan budaya seperti bahasa, sastra, upacara adat, dan situs bersejarah masih bertahan dan menjadi identitas masyarakat Sunda modern.


Referensi

  • Ekadjati, Edi S. Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Historis. Jakarta: Pustaka Jaya, 1995.
  • Poesponegoro, Marwati Djoened dan Notosusanto, Nugroho. Sejarah Nasional Indonesia Jilid III. Jakarta: Balai Pustaka, 2008.
  • Ricklefs, M.C. A History of Modern Indonesia Since c. 1200. Stanford University Press, 2008.
  • Wikipedia Bahasa Indonesia. Kerajaan Sunda
  • Tim Balai Arkeologi Bandung. Penelitian Situs Pakuan Pajajaran dan Prasasti Batutulis.

Jelajahi lebih banyak artikel sejarah kerajaan Nusantara lainnya untuk menambah wawasanmu tentang akar budaya Indonesia yang kaya dan beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.