Periodisasi merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu sejarah. Dengan periodisasi, peristiwa sejarah yang sangat panjang dan kompleks dapat dibagi ke dalam bagian-bagian tertentu agar lebih mudah dipelajari. Tanpa periodisasi, kita akan kesulitan memahami hubungan antarperistiwa, proses perubahan, serta perkembangan suatu masyarakat dalam lintas waktu.
Artikel ini membahas pengertian periodisasi, tujuan penggunaannya, manfaatnya dalam studi sejarah, serta contoh pembagian periode sejarah, baik di dunia maupun di Indonesia.
Apa Itu Periodisasi Sejarah?
Periodisasi sejarah adalah pembagian rentang waktu sejarah ke dalam beberapa bagian atau periode tertentu berdasarkan ciri khas, pola perkembangan, atau peristiwa penting yang terjadi pada masa tersebut.
Dengan kata lain, periodisasi adalah cara menyederhanakan sejarah agar lebih sistematis, mudah diingat, dan mudah dianalisis.
Contoh periodisasi yang sering digunakan misalnya: zaman prasejarah, zaman kuno, abad pertengahan, zaman modern, dan era kontemporer.
Mengapa Periodisasi Penting dalam Sejarah?
Periodisasi memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
1. Memudahkan Pemahaman atas Perjalanan Sejarah
Sejarah yang panjang dibagi ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana.
2. Mengelompokkan Peristiwa Berdasarkan Ciri-Ciri Tertentu
Misalnya pembagian berdasarkan perkembangan teknologi, budaya, atau pemerintahan.
3. Menjelaskan Perubahan Sosial Secara Bertahap
Periodisasi membantu menjelaskan bagaimana proses perubahan terjadi dari satu era ke era berikutnya.
4. Mempermudah Analisis dan Penelitian
Para sejarawan dapat fokus meneliti satu periode tertentu tanpa kehilangan konteks sejarah keseluruhan.
5. Menghindari Kerancuan dalam Penafsiran
Periodisasi membantu menempatkan peristiwa sesuai dengan masanya sehingga tidak terjadi anachronisme.
Tujuan Periodisasi Sejarah
Periodisasi dilakukan dengan tujuan:
- Menjadi alat bantu analisis dalam menelaah perkembangan sejarah
- Menyederhanakan rentang waktu yang panjang
- Mengidentifikasi karakteristik setiap masa
- Menunjukkan kesinambungan dan perubahan antarperiode
- Menunjukkan hubungan antarperistiwa dalam suatu lini waktu
Dasar-Dasar Penyusunan Periodisasi
Periodisasi dapat disusun berdasarkan beberapa aspek, misalnya:
- Aspek politik โ misalnya masa kerajaan, masa kolonial, masa kemerdekaan
- Aspek ekonomi โ masa berburu-meramu, masa pertanian, masa perdagangan
- Aspek teknologi โ zaman batu, zaman logam, era digital
- Aspek sosial-budaya โ perkembangan agama, sistem sosial, atau adat
- Peristiwa besar โ seperti revolusi, perang dunia, reformasi
Contoh Periodisasi Sejarah Secara Umum
Berikut contoh pembagian periodisasi sejarah dunia yang sering dipakai:
1. Zaman Praaksara
- Manusia belum mengenal tulisan
- Terbagi menjadi masa berburu-meramu, bercocok tanam, dan perundagian
2. Zaman Kuno
- Munculnya sistem tulisan
- Berdirinya peradaban besar seperti Mesir, Mesopotamia, India, dan Tiongkok
3. Abad Pertengahan (476โ1453)
- Bermula dari runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat
- Ditandai dominasi gereja dan feodalisme
4. Zaman Modern Awal (1453โ1800)
- Dimulai setelah jatuhnya Konstantinopel
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan penjelajahan samudra
5. Zaman Modern (1800โ1945)
- Revolusi Industri, kapitalisme, dan lahirnya negara modern
6. Zaman Kontemporer (1945โsekarang)
- Teknologi berkembang pesat
- Globalisasi dan digitalisasi
Baca juga: Faktor Penyebab Terjadinya Kontravensi dalam Masyarakat dan Cara Mengatasinya
