Home ยป Sejarah ยป Peralatan yang Digunakan untuk Bercocok Tanam pada Masa Praaksara
Posted in

Peralatan yang Digunakan untuk Bercocok Tanam pada Masa Praaksara

Peralatan yang Digunakan untuk Bercocok Tanam pada Masa Praaksara (ft.istimewa)
Peralatan yang Digunakan untuk Bercocok Tanam pada Masa Praaksara (ft.istimewa)

Pada masa praaksara, manusia mengalami perubahan besar dalam cara memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu perubahan penting adalah munculnya kegiatan bercocok tanam. Keberhasilan pertanian awal ini tidak lepas dari penggunaan peralatan sederhana namun fungsional yang membantu manusia mengolah tanah dan memanen hasil pertanian. Apa Peralatan yang Digunakan untuk Bercocok Tanam pada Masa Praaksara?


Awal Mula Penggunaan Peralatan Pertanian Praaksara

Peralatan bercocok tanam mulai berkembang pada masa Neolitikum, ketika manusia hidup menetap dan mulai mengolah lahan secara tetap. Alat-alat ini umumnya terbuat dari batu yang diasah halus, tulang, dan kayu.


Jenis Peralatan Bercocok Tanam Masa Praaksara

1. Kapak Persegi

Kapak persegi digunakan untuk:

  • Membuka hutan
  • Menebang pohon
  • Mengolah lahan pertanian

Contoh:
Kapak persegi banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatra dan Jawa.


2. Kapak Lonjong

Kapak lonjong berfungsi serupa kapak persegi, tetapi lebih banyak digunakan di wilayah timur Indonesia.

Contoh:
Kapak lonjong ditemukan di Papua dan Maluku.


3. Alat Penumbuk dan Penggiling

Alat ini digunakan untuk mengolah hasil panen.

Contoh:
Lesung dan alu dari batu untuk menumbuk padi atau biji-bijian.


4. Alat Serpih dan Pisau Batu

Digunakan untuk:

  • Memotong hasil panen
  • Membersihkan tanaman

5. Alat dari Tulang dan Kayu

Alat ini digunakan sebagai:

  • Penusuk tanah
  • Alat bantu menanam

Ciri-Ciri Peralatan Pertanian Praaksara

  • Terbuat dari bahan alam
  • Dibuat secara manual
  • Multifungsi
  • Disesuaikan dengan lingkungan

Peran Peralatan dalam Keberhasilan Pertanian Awal

Peralatan praaksara memungkinkan manusia:

  1. Mengolah tanah lebih efektif
  2. Menanam dan memanen dengan lebih baik
  3. Menghasilkan makanan secara berkelanjutan
  4. Hidup menetap dan membentuk permukiman

Contoh Peninggalan Arkeologis

Berbagai alat pertanian praaksara ditemukan di situs-situs prasejarah Indonesia seperti di Jawa, Sumatra, dan Papua.

Baca juga: Dampak Perubahan Lingkungan terhadap Keberagaman Alam


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.