Pada masa sebelum manusia mengenal tulisan, kehidupan manusia berlangsung pada zaman praaksara. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia praaksara memiliki dua pola hidup utama, yaitu hidup nomaden (berpindah-pindah) dan hidup menetap. Kedua pola hidup ini terbentuk sebagai bentuk pembiasaan manusia praaksara dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan alam. Materi ini penting dipelajari dalam pelajaran IPS SMP kelas 7. Bagaimana Pembiasaan Hidup Nomaden dan Menetap pada Masa Praaksara?
Pengertian Zaman Praaksara
Zaman praaksara adalah masa ketika manusia belum mengenal tulisan. Informasi mengenai kehidupan pada masa ini diketahui melalui peninggalan berupa fosil, alat-alat batu, dan hasil kebudayaan lainnya. Zaman ini juga dikenal sebagai masa prasejarah.
Pengertian Hidup Nomaden dan Menetap
- Hidup Nomaden adalah pola hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari sumber makanan.
- Hidup Menetap adalah pola hidup tinggal di satu tempat dalam waktu lama karena telah mampu menghasilkan makanan sendiri.
Pembiasaan Hidup Nomaden pada Masa Praaksara
1. Bergantung pada Alam
Manusia praaksara yang hidup nomaden sangat bergantung pada alam sekitar.
Contoh:
Berpindah tempat ketika persediaan hewan buruan dan tumbuhan liar habis.
2. Berburu dan Meramu
Kegiatan utama manusia nomaden adalah berburu hewan dan meramu hasil alam.
Contoh:
Berburu rusa dan mengumpulkan buah-buahan di hutan.
3. Tempat Tinggal Sementara
Manusia praaksara nomaden tinggal di gua atau membuat tempat berlindung sederhana.
Contoh:
Menggunakan gua sebagai tempat berlindung dari hujan dan hewan buas.
4. Hidup Berkelompok
Hidup berkelompok membantu manusia nomaden bertahan hidup.
Contoh:
Berburu dilakukan bersama untuk meningkatkan keselamatan.
Pembiasaan Hidup Menetap pada Masa Praaksara
1. Mengenal Bercocok Tanam
Hidup menetap dimulai ketika manusia mengenal pertanian sederhana.
Contoh:
Menanam padi dan umbi-umbian di sekitar tempat tinggal.
2. Membuat Tempat Tinggal Tetap
Manusia praaksara mulai membangun rumah sederhana dari kayu dan daun.
Contoh:
Rumah panggung sederhana untuk menghindari banjir.
3. Pembagian Kerja
Hidup menetap mendorong pembagian tugas dalam kelompok.
Contoh:
Sebagian bertani, sebagian membuat alat, dan sebagian menjaga lingkungan.
4. Kehidupan Sosial Lebih Teratur
Dengan hidup menetap, kehidupan sosial menjadi lebih teratur.
Contoh:
Muncul pemimpin kelompok untuk mengatur kehidupan bersama.
Baca juga: Unsur-Unsur Sejarah dalam Ilmu Sejarah dan Contoh Penerapannya
