IPS Kelas 8Sejarah

Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan pada 4 Juli 1927 di Bandung

Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan pada 4 Juli 1927 di Bandung. Pemimpinnya adalah Ir. Soekarno. Tujuan PNI, yaitu Indonesia Merdeka, dengan ideologi gerakan marhaenisme. PNI mengadakan kegiatan konkret, baik politik, sosial maupun ekonomi.

Sebagai organisasi yang terbuka dan revolusioner, PNI cepat meraih anggota yang banyak. Pengaruh Soekarno sangat meresap dalam lapisan masyarakat. Keikutsertaan Hatta dalam kegiatan politik Soekarno semakin membuat PNI sangat kuat.

Karena kegiatan politiknya mengancam pemerintah Belanda, akhirnya para tokoh PNI ditangkap dan diadili tahun 1929. Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata diadili Belanda. Dalam pembacaan pembelaannya, Soekarno memberi judul “Indonesia Menggugat”. Soekarno dan kawan-kawan dihukum penjara.

Pada tahun 1931 PNI dibubarkan. Sartono kemudian membentuk Partindo. Sementara itu, Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia. Sayangnya, para tokoh partai tersebut kemudian ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Digul.

Setelah keluar dari penjara, Soekarno berusaha untuk menyatukan PNI, tetapi tidak berhasil. Kemudian, ia masuk Partindo. Namun, ia kemudian ditangkap dan diasingkan ke Flores.

Partai Nasional Indonesia (PNI), Sejak saat itu pergerakan nasional kebangsaan Indonesia menerapkan strategi moderat kooperatif. Perjuangan secara radikal ternyata justru membuat penekanan yang luar biasa oleh pemerintah Belanda.

Para tokoh PNI ditangkap dan diadili tahun 1929. Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata diadili Belanda.(ilustrasi foto/Hastara)

Partai Indonesia Raya (Parindra)

Parindra muncul tahun 1935 sebagai gabungan dari Boedi Oetomo dan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Pendirinya adalah Dr. Soetomo. Tujuan Parindra adalah Indonesia Raya (kata merdeka disembunyikan karena dilarang oleh Belanda). Selain gerakan dalam bidang ekonomi dan sosial, Parindra menjalankan politik kooperatif.

 Salah satu bentuk politik kooperatif Parindra adalah masuknya beberapa tokoh Parindra dalam Volksraad. Beberapa tokoh itu adalah M. Husni Thamrin, R. Sukardjo, R. Panji Suroso, dan Mr. Susanto.

Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)

Didirikan di Jakarta pada April 1937. Pimpinannya adalah bekas pimpinan Partindo yang dibubarkan tahun 1937, seperti Amir Syarifuddin, Mr. M. Yamin, Mr. Sartono, dan Dr. A.K. Gani.

Baca juga Organisasi Kepanduan dan Peranan Wanita dalam pergerakan nasional ikut berkembang setelah perang dunia 1

Gabungan Politik Indonesia

Golongan nasionalis mencoba untuk menggunakan Volksraad sebagai media perjuangan nasional. Untuk memperkuat wakil-wakil bangsa Indonesia, M. Husni Thamrin membentuk Fraksi Nasional pada tahun 1930.

Pada tahun 1936, seorang anggota Volksraad, Sutarjo mengajukan petisi yang menuntut kemerdekaan Indonesia berangsur-angsur dalam sepuluh tahun. Petisi ini kemudian dikenal dengan Petisi Sutarjo. Petisi tersebut ditolak Belanda dengan alasan bangsa Indonesia belum siap untuk merdeka.

Para pejuang pergerakan nasional kecewa. Pada tahun 1939 dibentuk gabungan dari beberapa organisasi politik yang disebut Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Semboyan GAPI yang terkenal adalah “Indonesia Berparlemen”. Adapun tujuan perjuangan GAPI, antara lain.

  1. persatuan bangsa berdasar demokrasi, politik, ekonomi, dan sosial;
  2. pembentukan parlemen yang mewakili aspirasi rakyat;
  3. memperjuangkan bahasa Indonesia dipakai dalam sidangsidang Volksraad dan mengubah sebutan inlander menjadi orang Indonesia;
  4. pengangkatan lebih banyak orang Indonesia dalam jabatan pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker