Ilmu sejarah tidak hanya mempelajari peristiwa masa lalu, tetapi juga memiliki objek kajian yang jelas dan terstruktur. Objek kajian inilah yang membuat sejarah menjadi disiplin ilmu yang bersifat ilmiah, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara umum, objek kajian ilmu sejarah terbagi menjadi objek materi dan objek formal. Artikel ini akan menjelaskan keduanya secara lengkap dan memberikan contoh-contoh nyata, FAQ, referensi, dan tag WordPress SEO-friendly.
Apa Itu Objek Kajian Ilmu Sejarah?
Objek kajian adalah sasaran utama yang diteliti oleh suatu ilmu. Dalam sejarah, objek ini mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia di masa lalu.
Namun, pembahasan sejarah tidak hanya sekadar mencatat kejadian, tetapi juga menganalisis makna, sebab-akibat, dan perkembangan manusia dalam perjalanan waktu.
Objek kajian sejarah terbagi menjadi dua:
- Objek Materi Sejarah
- Objek Formal Sejarah
1. Objek Materi Sejarah
Objek materi sejarah adalah peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi di masa lalu, melibatkan manusia sebagai pelaku utama. Objek materi berisi fakta-fakta sejarah yang sudah pernah terjadi dan tidak dapat diulang.
Ciri-ciri Objek Materi Sejarah
- Berkaitan dengan manusia
- Terjadi pada masa lampau
- Bersifat faktual dan tidak dapat diubah
- Berdasarkan bukti sejarah
Contoh Objek Materi Sejarah
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 โ sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi sekali dalam sejarah.
- Perang Diponegoro (1825โ1830) โ konflik besar antara Kesultanan Yogyakarta dan Belanda.
- Penjajahan Belanda selama 350 tahun โ fenomena historis yang memengaruhi perkembangan Indonesia.
- Perpindahan ibu kota Kerajaan Majapahit ke Trowulan โ fenomena sejarah kerajaan Nusantara.
- Letusan Gunung Krakatau 1883 yang berdampak sosial besar โ meski fenomena alam, tetap menjadi objek sejarah karena memengaruhi kehidupan manusia.
2. Objek Formal Sejarah
Objek formal adalah cara peneliti atau sejarawan memandang, menafsirkan, dan menganalisis peristiwa tersebut dalam kerangka keilmuan.
Jika objek materi menjawab pertanyaan โapa yang terjadi?โ, maka objek formal menjawab โbagaimana dan mengapa hal itu terjadi?โ.
Ciri-ciri Objek Formal Sejarah
- Menggunakan metode ilmiah (heuristik, verifikasi, interpretasi, historiografi)
- Bersifat analitis dan interpretatif
- Menjelaskan hubungan sebab-akibat
- Mengaitkan peristiwa dengan konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya
Contoh Objek Formal Sejarah
- Menganalisis mengapa Proklamasi 1945 bisa terjadi pada tanggal 17 Agustus dan bukan tanggal lain.
- Menafsirkan dampak Perang Diponegoro terhadap sistem pemerintahan kolonial Belanda.
- Mengkaji bagaimana kolonialisme membentuk struktur sosial masyarakat Indonesia.
- Menganalisis mengapa Majapahit mengalami kemunduran pada abad ke-15.
- Menilai peran tokoh tertentu (misalnya Gajah Mada) berdasarkan bukti sejarah.
Baca juga: Bagaimana Interaksi Sosial Membentuk Budaya dan Norma dalam Masyarakat
