Advertisement
Advertisement
IPS Kelas 8Sejarah

Munculnya Konsepsi Indonesia, Tahukah kalian kapan sebenarnya nama “Indonesia”

Advertisement

Munculnya Konsepsi Indonesia, Tahukah kalian kapan sebenarnya nama “Indonesia” disebut untuk menunjukkan bangsa dan negara yang kita diami sekarang? Pada tahun 1850, J.R. Logan, seorang berkebangsaan Inggris menulis sebuah artikel pada jurnal Indian Archipelago and Eastern Asia tentang kekayaan alam Kepulauan Nusantara. Ia telah menggunakan istilah “Indonesia”.

Penyebutan istilah “Indonesia” kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh lain, seperti Earl G. Windsor (1850), yang menggunakan istilah Indos-nesians, dan Melayu-nesians, untuk menunjuk penduduk di Kepulauan Nusantara.

Adolf Bastian (1884), Snouck Hurgronje, Kern, dan beberapa ilmuwan Belanda lainnya termasuk orang yang turut memopulerkan istilah “Indonesia”. Indonesia secara lebih tegas adalah seluruh jajahan Belanda (Hindia Belanda) di Kepulauan Nusantara.

Advertisement

Pada dua dekade awal abad XX, nama Indonesia kemudian mulai banyak digunakan oleh organisasi pergerakan nasional. Sebagai contoh adalah Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) tahun 1908, yang kemudian berubah menjadi “Perhimpunan Indonesia”. 

Munculnya Konsepsi Indonesia, penggunaan istilah Indonesia semakin matang dengan dicetuskannya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Momentum inilah yang menandai nasionalisme Indonesia telah mencapai identitas yang sempurna.

Jendela Info

Jika bangsa kita ingin maju, pendidikan harus menjadi perhatian utama. Tanpa mengedepankan pendidikan, kita tidak akan memiliki sumber daya yang berkualitas. Mari terus belajar dengan giat untuk menjadi sumber daya manusia Indonesia berkualitas!

Nasionalisme adalah kesadaran berbangsa dan bernegara, serta keinginan untuk hidup bersama. Nasionalisme Indonesia, berarti perasaan yang sadar sebagai bagian bangsa Indonesia, tanpa memandang suku, agama, dan ras. Sementara patriotisme artinya perasaan cinta tanah air.

Nasionalisme adalah kesadaran berbangsa dan bernegara (ilustrasi foto/Kompas)

Semboyan yang terkenal dari Taman Siswa adalah Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangunkarsa, tutwuri handayani. Maksudnya, di depan memberi contoh yang baik, di tengah selalu bersama, dan di belakang selalu memberikan dorongan.

Banyaknya surat kabar yang menentang pemerintah mendorong Belanda untuk mengeluarkan Undang-Undang Pers yang baru pada 7 September 1931 dengan nama Persbreidel Ordonantie.

Advertisement

Baca juga Faktor Intern Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia salah satunya akibat eksploitasi sumber daya alam

Walaupun istilah Indonesia baru secara tegas muncul pada abad XX, pada masa sebelumnya rakyat kita telah menjalin ikatan kuat sebagai satu bangsa. Hubungan antardaerah sejak Kerajaan Hindu Buddha merupakan bentuk ikatan persaudaraan bangsa Indonesia.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Sementara rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung OostJava Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Pada akhir 1928, Jong Java berfusi dengan PPI. Sayangnya pada 1929, Jong Java akhirnya dibubarkan dan diganti dengan Indonesia Muda.

Advertisement

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button