Jauh sebelum manusia mengenal pertanian, kehidupan dijalani dengan cara mengumpulkan buah dan sayur langsung dari alam. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari kehidupan manusia zaman praaksara. Dengan mengandalkan alam, manusia belajar memilih makanan yang aman, bergizi, dan cukup untuk bertahan hidup. Dari kebiasaan ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari masa lalu. Bagaimana Mengumpulkan Buah dan Sayur di Alam: Pelajaran dari Masa Lalu?
Kehidupan Mengumpulkan Makanan pada Masa Praaksara
Manusia praaksara hidup dengan pola food gathering, yaitu mengumpulkan makanan tanpa menanam. Buah dan sayur liar menjadi sumber utama vitamin dan energi, melengkapi hasil buruan hewan.
Jenis Buah dan Sayur yang Dikumpulkan
1. Buah-Buahan Liar
Buah liar mudah ditemukan di hutan dan sekitar sungai.
Contoh:
- Pisang liar
- Buah hutan
- Buah beri
Buah biasanya dimakan langsung tanpa diolah.
2. Umbi-Umbian
Umbi menjadi sumber karbohidrat utama.
Contoh:
- Ubi liar
- Talas
- Ganyong
Umbi sering dimasak menggunakan api agar aman dikonsumsi.
3. Sayuran Alami
Manusia praaksara juga mengumpulkan:
- Daun muda
- Tunas tanaman
- Pucuk pohon
Cara Mengumpulkan Buah dan Sayur
Manusia praaksara mengumpulkan makanan dengan cara:
- Memetik langsung dari pohon
- Menggali umbi menggunakan alat batu
- Mengamati musim buah
Kegiatan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Contoh Kehidupan di Nusantara
Beberapa contoh praktik mengumpulkan buah dan sayur:
- Manusia Toala (Sulawesi) mengumpulkan umbi dan daun liar
- Manusia gua di Jawa memanfaatkan buah hutan
- Manusia Papua mengumpulkan sayur alami
Temuan sisa tumbuhan menjadi bukti kegiatan ini.
Keunikan Aktivitas Mengumpulkan Makanan
Aktivitas ini unik karena:
- Ramah lingkungan
- Tidak merusak alam
- Mengandalkan pengetahuan turun-temurun
Baca juga: Fungsi Mitos bagi Kehidupan Sosial dan Pembentukan Tradisi Masyarakat
