Home ยป Sejarah ยป Masa Bercocok Tanam: Awal Mula Kehidupan Pertanian Manusia
Posted in

Masa Bercocok Tanam: Awal Mula Kehidupan Pertanian Manusia

Masa Bercocok Tanam: Awal Mula Kehidupan Pertanian Manusia (ft.istimewa)
Masa Bercocok Tanam: Awal Mula Kehidupan Pertanian Manusia (ft.istimewa)

Masa bercocok tanam merupakan salah satu tahap penting dalam sejarah kehidupan manusia. Pada masa ini, manusia mulai meninggalkan pola hidup berburu dan mengumpulkan makanan, lalu beralih ke kehidupan pertanian. Perubahan ini membawa dampak besar terhadap pola hidup, teknologi, dan struktur sosial manusia, sehingga sering disebut sebagai awal mula peradaban. Bagaimana Masa Bercocok Tanam: Awal Mula Kehidupan Pertanian Manusia?


Pengertian Masa Bercocok Tanam

Masa bercocok tanam adalah periode ketika manusia mulai menanam tanaman dan memelihara hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masa ini dikenal juga sebagai Zaman Neolitikum, ditandai dengan penggunaan alat batu halus dan kehidupan menetap.


Ciri-Ciri Kehidupan Masa Bercocok Tanam

Beberapa ciri utama masa bercocok tanam antara lain:

  • Hidup menetap di suatu wilayah
  • Mengenal sistem pertanian sederhana
  • Menggunakan alat batu halus
  • Memiliki tempat tinggal tetap
  • Mulai mengenal pembagian kerja

Jenis Tanaman dan Hewan yang Dibudidayakan

Manusia mulai membudidayakan tanaman dan hewan yang mudah dijinakkan.

Contoh Tanaman
  • Padi
  • Jagung
  • Umbi-umbian
Contoh Hewan
  • Anjing
  • Kambing
  • Ayam

Peralatan Pertanian pada Masa Bercocok Tanam

Peralatan mengalami perkembangan dibanding masa sebelumnya.

Contoh Peralatan:

  • Kapak persegi
  • Kapak lonjong
  • Alat penumbuk hasil panen

Dampak Masa Bercocok Tanam terhadap Kehidupan Manusia

Peralihan ke pertanian membawa dampak besar, antara lain:

  1. Pertumbuhan penduduk
  2. Terbentuknya permukiman tetap
  3. Munculnya sistem sosial yang lebih kompleks
  4. Berkembangnya kebudayaan

Contoh Kehidupan Masa Bercocok Tanam di Indonesia

Di Indonesia, masa bercocok tanam ditandai dengan ditemukannya kapak persegi dan kapak lonjong di berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, dan Papua.

Baca juga: Manfaat Keberagaman Lingkungan Alam bagi Manusia


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.