Contoh Penerapan Dongeng di Sekolah
- Guru membacakan dongeng sebelum pelajaran dimulai
- Diskusi pesan moral setelah mendengarkan dongeng
- Tugas menceritakan kembali dongeng dengan bahasa sendiri
Dongeng dan Kurikulum Pendidikan
Dalam Kurikulum Merdeka, dongeng berperan dalam:
- Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
- Literasi membaca
- Pendidikan karakter berbasis budaya lokal
FAQ โ Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Mengapa dongeng penting bagi perkembangan karakter anak?
Karena dongeng menyampaikan nilai moral dengan cara yang mudah dipahami anak.
2. Apakah dongeng masih relevan di era digital?
Sangat relevan, bahkan dapat dikemas dalam bentuk digital dan audiovisual.
3. Dongeng apa yang cocok untuk pendidikan karakter?
Bawang Merah dan Bawang Putih, Timun Mas, dan Kancil dan Buaya.
4. Bagaimana peran guru dalam menyampaikan dongeng?
Guru berperan sebagai pendongeng dan fasilitator diskusi nilai moral.
5. Apakah dongeng hanya cocok untuk anak usia dini?
Tidak, dongeng juga relevan untuk siswa SD hingga SMP.
Kesimpulan
Dongeng memiliki manfaat besar dalam pembentukan karakter anak dan dunia pendidikan. Melalui cerita yang sederhana dan bermakna, anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kerja keras. Oleh karena itu, dongeng perlu terus dilestarikan dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif.
Referensi
- Danandjaja, James. Folklor Indonesia.
- Endraswara, Suwardi. Sastra Anak dan Pendidikan Karakter.
- Kemdikbud RI. Literasi dan Pendidikan Karakter.
- Buku Tematik Kurikulum Merdeka SD.
