Home » Ekonomi » Jenis-Jenis UMKM di Indonesia dan Contoh Usahanya
Posted in

Jenis-Jenis UMKM di Indonesia dan Contoh Usahanya

Jenis-Jenis UMKM di Indonesia dan Contoh Usahanya (ft.istimewa)
Jenis-Jenis UMKM di Indonesia dan Contoh Usahanya (ft.istimewa)
sekolahGHAMA

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Jenis-Jenis UMKM di Indonesia dan Contoh Usahanya!

UMKM tersebar di seluruh pelosok negeri, mulai dari usaha rumahan hingga bisnis menengah yang telah memiliki pasar luas. Agar lebih memahami peran UMKM, penting untuk mengetahui jenis-jenisnya dan contoh usaha yang termasuk di dalamnya. Artikel ini akan membahas jenis-jenis UMKM di Indonesia beserta contoh usahanya agar pembaca dapat lebih mudah memahami dan mungkin terinspirasi untuk memulai bisnis sendiri.


Pengertian UMKM

UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang sesuai dengan kriteria tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, UMKM dibedakan berdasarkan aset atau kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan usaha) serta hasil penjualan tahunan (omzet).

Selain berdasarkan ukuran usaha, UMKM juga dapat dikelompokkan berdasarkan sektor usaha yang digeluti.


Jenis-Jenis UMKM Berdasarkan Skala Usaha

1. Usaha Mikro

Usaha mikro adalah unit usaha yang dijalankan dengan skala sangat kecil, biasanya berbasis rumah tangga.
Kriteria usaha mikro:

  • Kekayaan bersih maksimal Rp50 juta.
  • Omzet tahunan maksimal Rp300 juta.

Contoh usaha mikro:

  • Warung kelontong di kampung.
  • Pedagang makanan kaki lima (bakso, sate, gorengan).
  • Usaha laundry rumahan.
  • Jasa pangkas rambut sederhana.

Ciri khas usaha mikro adalah dikelola sendiri atau dengan bantuan keluarga tanpa banyak tenaga kerja.


2. Usaha Kecil

Usaha kecil memiliki skala lebih besar dibanding usaha mikro, dengan jumlah tenaga kerja lebih banyak dan cakupan pasar lebih luas.
Kriteria usaha kecil:

  • Kekayaan bersih Rp50 juta – Rp500 juta.
  • Omzet tahunan Rp300 juta – Rp2,5 miliar.

Contoh usaha kecil:

  • Toko pakaian dengan cabang kecil di beberapa lokasi.
  • Restoran kecil dengan beberapa karyawan.
  • Jasa konveksi pakaian.
  • Produsen roti rumahan dengan distribusi ke warung dan minimarket.

Usaha kecil biasanya sudah memiliki pencatatan keuangan lebih rapi dan mulai memikirkan strategi pemasaran.


3. Usaha Menengah

Usaha menengah memiliki struktur organisasi lebih profesional, tenaga kerja lebih banyak, dan jangkauan pasar lebih luas.
Kriteria usaha menengah:

  • Kekayaan bersih Rp500 juta – Rp10 miliar.
  • Omzet tahunan Rp2,5 miliar – Rp50 miliar.

Contoh usaha menengah:

  • Pabrik kecil pengolahan makanan.
  • Perusahaan furniture skala nasional.
  • Produsen batik dengan distribusi ke berbagai daerah.
  • Perusahaan travel dengan cabang di beberapa kota.

UMKM kategori menengah umumnya sudah menggunakan teknologi modern dalam produksinya dan memiliki sistem manajemen lebih baik.


Jenis-Jenis UMKM Berdasarkan Sektor Usaha

Selain berdasarkan ukuran, UMKM juga bisa dibedakan berdasarkan sektor usaha. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Sektor Pertanian

Banyak UMKM di Indonesia bergerak di bidang pertanian, mengingat sebagian besar masyarakat tinggal di pedesaan.

Contoh usaha UMKM pertanian:

  • Budidaya sayuran organik.
  • Usaha pupuk kompos.
  • Peternakan ayam, kambing, atau sapi skala kecil.
  • Pembibitan tanaman buah.

2. Sektor Industri Kreatif

Industri kreatif adalah sektor yang berkembang pesat seiring tren digital. UMKM di sektor ini mengandalkan kreativitas dan inovasi.

Contoh usaha UMKM kreatif:

  • Kerajinan tangan (souvenir, anyaman, batik).
  • Desain grafis dan percetakan.
  • Bisnis fotografi dan videografi.
  • Produksi konten digital (podcast, YouTube).

3. Sektor Perdagangan

Perdagangan merupakan salah satu sektor terbesar UMKM karena mudah dimulai.

Contoh usaha perdagangan:

  • Toko sembako.
  • Usaha grosir dan eceran pakaian.
  • Penjual online melalui marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada).
  • Jual beli barang bekas (thrift shop).

4. Sektor Kuliner

Kuliner menjadi sektor paling populer di kalangan UMKM. Karena makanan adalah kebutuhan pokok, sektor ini relatif mudah berkembang.

Contoh usaha kuliner:

  • Warung makan sederhana.
  • Usaha katering.
  • Minuman kekinian (boba, kopi susu).
  • Snack rumahan dengan pemasaran online.

5. Sektor Jasa

UMKM juga banyak bergerak di bidang jasa, baik jasa konvensional maupun berbasis digital.

Contoh usaha jasa:

  • Jasa laundry.
  • Jasa pangkas rambut atau salon.
  • Jasa transportasi lokal.
  • Jasa konsultan atau pelatihan online.

6. Sektor Teknologi

Meskipun masih berkembang, UMKM di bidang teknologi mulai bermunculan seiring meningkatnya literasi digital.

Contoh usaha teknologi:

  • Startup aplikasi lokal.
  • Jasa pembuatan website dan aplikasi.
  • Layanan IT support untuk UMKM lain.

Manfaat Mengetahui Jenis-Jenis UMKM

Mengetahui jenis UMKM beserta contohnya bermanfaat untuk:

  1. Menentukan skala usaha yang sesuai kemampuan.
  2. Memilih sektor bisnis yang potensial di daerah masing-masing.
  3. Menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat.
  4. Mengakses bantuan pemerintah, karena banyak program disesuaikan dengan kategori UMKM.

Baca juga: Belanja Online dan Jasa Pengiriman Barang di Indonesia: Kemudahan, Keamanan, dan Solusi Modern


Tantangan yang Dihadapi UMKM

Meskipun berperan penting, UMKM di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, di antaranya:

  • Keterbatasan modal usaha.
  • Kurangnya pengetahuan digital marketing.
  • Akses pasar yang masih terbatas.
  • Persaingan dengan produk impor atau brand besar.

Strategi Pengembangan UMKM

Agar UMKM terus berkembang, pelaku usaha dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  • Memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.
  • Mengikuti pelatihan bisnis dari pemerintah atau komunitas.
  • Berkolaborasi dengan UMKM lain untuk memperluas jaringan.
  • Menjaga kualitas produk agar mampu bersaing.

Kesimpulan

UMKM di Indonesia terdiri dari berbagai jenis, baik berdasarkan skala usaha (mikro, kecil, menengah) maupun sektor usaha (pertanian, perdagangan, kuliner, jasa, kreatif, hingga teknologi). Setiap jenis memiliki ciri khas dan tantangannya masing-masing.

Bagi pemula yang ingin terjun ke dunia UMKM, penting untuk memilih jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan, minat, serta kebutuhan pasar. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM bukan hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang menjadi bisnis besar yang memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa perbedaan usaha mikro, kecil, dan menengah?
Perbedaan utamanya terletak pada kekayaan bersih (aset), omzet tahunan, serta skala usaha. Mikro paling kecil, sedangkan menengah sudah memiliki aset dan omzet besar.

2. Sektor apa yang paling banyak digeluti UMKM di Indonesia?
Sektor perdagangan dan kuliner menjadi yang paling populer karena relatif mudah dijalankan.

3. Apakah usaha online termasuk UMKM?
Ya, usaha online seperti jualan di marketplace atau media sosial juga termasuk UMKM, tergantung omzet dan asetnya.

4. Bagaimana cara UMKM berkembang di era digital?
Dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, website, serta mengikuti pelatihan digital marketing.

5. Apakah UMKM bisa mendapat bantuan dari pemerintah?
Bisa. Pemerintah menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan, dan bantuan lainnya untuk mendukung UMKM.


Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.