Advertisement
EkonomiSMA Kelas 10

Hubungan inflasi dengan harga indeks konsumen

Advertisement
Advertisement

Hubungan inflasi dengan harga indeks konsumen, Inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga-harga barang, adalah peristiwa moneter penting yang biasa kita jumpai dalam kegiatan perekonomian. Hampir seluruh perekonomian di Negara manapun mesti mengalami inflasi. Sehingga kadang-kadang fenomena ekonomi ini bisa menjadi suatu kendala bahkan juga bisa menjadi acuan untuk mengukur tingkat kestabilan ekonomi.

Inflasi yang terjadi terus menerus secara beruntun dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Kenaikan harga akan menyulitkan masyarakat khususnya bagi mereka yang berpenghasilan tetap.

Misalkan sebelum terjadi inflasi uang Rp.100.000, bisa digunakan selama 2 minggu, tetapi setelah terjadi inflasi nilai uang sebesar itu hanya cukup untuk pemenuhan kebutuhan selama 1 minggu dengan kualitas yang sama seperti sebelum terjadi inflasi.

Jadi , dengan jumlah uang yang sama diperoleh jumlah barang yang lebih sedikit dibanding sebelum inflasi. Sebagai sebuah fenomena ekonomi yang pengaruhnya cukup besar terhadap kehidupan masyarakat, maka inflasi banyak mendapat perhatian istimewa oleh para ekonom, pemerintah maupun masyarakat umum.

Untuk lebih jelasnya bisa kita amati bagan/illustrasi berikut ini.

Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu kenaikan indeks harga. Inflasi yang sangat tinggi akan berdampak pada tingkat pengangguran dan kesempatan kerja serta pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja merupakan ciri dari kemakmuran masyarakat, sehingga inflasi harus dikendalikan dan diatasi.

Definisi Inflasi

Secara umum dapat diambil pengertian bahwa inflasi merupakan suatu peningkatan harga secara umum dalam perekonomian yang terjadi secara terus menerus. Peningkatan di sini bisa berarti peningkatan yang kecil (creeping inflation) atau peningkatan tinggi dan cepat (Hyper inflation).

Pada dasarnya keberadaan inflasi sangat erat kaitannya dengan masalah nilai uang. Uang sebagai alat tukar nilainya dapat ditentukan oleh kemampuannya terhadap barang atau jasa yang disimbolkan dengan harga.

Bila harga-harga dalam kegiatan perekonomian naik, maka jumlah barang dan jasa yang dapat ditukarkan dengan uang menjadi sedikit. Dengan kata lain adanya peningkatan harga-harga barang dan jasa menyebabkan kemampuan atau nilai dari uang mengalami penurunan.

Fenomena Inflasi

Untuk lebih jelasnya dalam mengetahui fenomena inflasi maka akan kita runtut keberadaanya secara lebih mendetail. Adanya kenaikan atau ketidakstabilan harga (inflasi) sebenarnya bersumber dari ketidakseimbangan arus uang dengan arus barang dalam perekonomian. Secara sederhana dapat kita gambarkan sebagai berikut :

Arus barang mengalir dari hasil produksi Rumah Tangga Perusahaan ke pasar barang dan bertemu dengan arus uang yang berasal dari pembelanjaan pemerintah dan rumah tangga Konsumen, di sinilah harga akan tercipta.

Jika terjadi keseimbangan arus uang dan barang maka harga-harga akan stabil atau antara permintaan dan penawaran seimbang. Apabila terjadi ketidakseimbangan arus uang dan arus barang maka harga-harga akan mengalami kenaikan. Hal demikian itulah yang disebut dengan inflasi.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang keberadaan inflasi dengan jenisjenisnya, sebenarnya komponen harga yang dimaksud dalam inflasi adalah harga yang bagaimana? Harga yang dimaksud di sini adalah tingkat harga Umum, yaitu rata-rata tertimbang dari harga barang dan jasa dalam perekonomian yang diperlihatkan dalam sebuah angka Indeks Harga Konsumen.

Jenis jenis Inflasi

Keberadaan inflasi bisa ditinjau dari beberapa sisi, bisa dari sisi parah atau tidaknya, dari sisi penyebabnya yang sangat berkaitan erat dengan arus uang dan barang atau bisa juga dilihat dari sisi asalnya.

a. Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkatan ini inflasi dibedakan menjadi 4 tingkatan, yaitu:

  1. Ringan ( di bawah 10% per tahun )
  2. Sedang ( antara 10% s/d 30% per tahun )
  3. Berat ( antara 30% s/d 100% per tahun)
  4. Bangat berat atau hiperinflasi ( di atas 100% per tahun )

b. Inflasi di lihat dari Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya inflasi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

1) Demand Pull Inflation

Jenis inflasi ini disebabkan karena adanya peningkatan jumlah permintaan efektif baik dari masyarakat maupun pemerintah. Misalkan, dari sisi masyarakat karena permintaan akan barang/jasa yang terlalu besar tidak bisa diikuti oleh kapasitas produksi sehingga keseimbangan antara permintaan dan penawaran akan terganggu yang berakibat harga-harga akan naik.

Dan dilihat dari sisi pemerintah yang juga sebagai pelaku ekonomi bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru atau bertambahnya investasi swasta karena memperoleh kredit murah dari bank. Hal ini juga akan menyebabkan peningkatan permintaan tanpa diimbangi dengan peningkatan penawaran sehingga mendorong harga-harga naik. Untuk memahami tentang Demand Pull Inflation ini perhatikan gambar berikut ini.

Kurva Inflasi dikarenakan Demand Pull In flation

2) Cost Push Inflation

Merupakan jenis inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya produksi. Ada beberapa hal yang menyebabkan biaya produksi naik yang akhirnya menimbulkan inflasi, hal tersebut antara lain :

a) Kenaikan Biaya bahan Baku (Price Push Inflation)

Inflasi ini secara umum disebabkan karena adanya kenaikan harga bahan baku produksi. Misalkan, Kenaikan harga BBM akan berakibat pada kenaikan biaya transport untuk hampir semua jenis barang, sehingga harga jualnya juga mengalami kenaikan.

b) Adanya Kenaikan Gaji/upah (Wages Cost Push Inflation)

Kenaikan upah buruh yang terjadi karena adanya tuntutan dari kaum buruh (serikat pekerja) akan menyebabkan biaya produksi menjadi naik, untuk menutupi kerugian ini maka perusahaan akan meningkatkan harga jual produknya. Pada jenis inflasi ini efeknya cukup membahayakan di masa-masa selanjutnya, yakni bisa dilukiskan sebagai berikut:

“Jika upah buruh naik maka akan mendorong timbulnya kenaikan harga, adanya kenaikan harga tersebut tentu saja akan menimbulkan tuntutan lagi dari kaum buruh untuk menaikkan gaji/upahnya begitu seterusnya.”

Efek semacam ini dalam permasalahan inflasi disebut Efek Spiral.

Kurva Inflasi dikarenakan Cost Push Inflation

c) Inflasi dilihat dari asalnya

Hubungan inflasi dengan harga indeks konsumen. Berdasarkan asal terjadinya, inflasi dibedakan dalam 2 jenis.

1) Inflasi yang berasal dari luar negeri (Imported Inflation) Inflasi ini merupakan bentuk inflasi sebagai efek dari terjadinya inflasi di luar negeri. Bahwasanya sekarang ini kita sudah menginjak era globalisasi, dimana hubungan antara Negara sudah begitu terbuka.

Apa yang terjadi di suatu negara dampaknya baik secara langsung maupun tak langsung bisa dirasakan oleh negara lain. Apalagi bila suatu negara dalam kehidupan ekonominya banyak tergantung dari negara lain maka akan mudah sekali terpengaruh fenomena ini.

2) Inflasi yang berasal dari dalam negeri (Domestic Inflation) Inflasi ini terjadi karena adanya beberapa permasalahan yang ada di dalam negeri, baik yang disengaja (kebijakan) maupun yang tidak disengaja. Misalkan, adanya bencana alam, gagal panen, kebijakan pemerintah mencetak uang baru untuk menutup defisit anggaran, kebijakan uang longgar dan sebagainya.

Ketiga jenis inflasi yang telah kita bahas di atas semuanya saling mendorong dan saling memperkuat, begitu masyarakat mendengar adanya inflasi biasanya akan bereaksi sedemikian rupa yang justru kebanyakan akan menambah parah kondisi yang sudah ada.

Dilihat dari sisi pedagang atau produsen, karena harga-harga naik maka para pedagang cenderung untuk menahan atau menyimpan barang dagangannya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi lagi.

Kenaikan Harga

Hubungan inflasi dengan harga indeks konsumen, Hal ini menyebabkan peredaran barang di pasar berkurang sehingga harga-harga akan menjadi naik lebih tinggi lagi. Karena harga naik terus maka pengusaha akan mengikuti gerakan harga dan berusaha mempertahankan atau meningkatkan pendapatan dan labanya dengan cara menaikkan harga jual produknya.

Baca juga Pengertian Pasar Uang dan Contohnya

Kemudian dari sisi masyarakat umum karena harga-harga naik, maka masyarakat mengalami kegelisahan dan cenderung bereaksi dengan cara melakukan pembelian secara besar-besaran (sebelum harga-harga naik).

Baca juga Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan

Justru reaksi yang demikian akan membawa akibat pada kenaikan hargaharga secara umum, karena permintaan masyarakat akan barang naik secara tajam. Yang perlu diingat bahwa antara barang satu dengan barang lain saling berkaitan sehingga kenaikan salah satu barang akan mendorong naiknya harga barang-barang lain.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button

Adblock Detected

Turn off Ad Blocker from browsing the site