Posted in

Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern

Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern (ft.istimewa)
Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern (ft.istimewa)
7. Kerja Sama Antar Bidang untuk Inovasi

Inovasi membutuhkan kolaborasi antara orang-orang dengan keahlian berbeda. Tidak ada inovasi besar yang muncul dari satu bidang saja.

Contoh nyata:
Kolaborasi antara tenaga medis, programmer IT, dan analis data dalam menciptakan aplikasi rekam medis digital.

Interaksi seperti ini merupakan bentuk interaksi sosial diagonal yang sangat produktif.


8. Mobilitas Sosial dan Mobilitas Pekerjaan

Mobilitas pekerjaan membuat seseorang harus berhubungan dengan berbagai lembaga dan bidang yang berbeda.

Contoh nyata:
Fresh graduate yang mengikuti magang harus berkoordinasi dengan kampus, perusahaan, dan lembaga pemerintah seperti BPJS.

Mobilitas inilah yang menciptakan interaksi diagonal secara alami dalam kehidupan sehari-hari.


9. Kebutuhan Administrasi dan Pelayanan Publik

Berbagai bentuk pelayanan publik seperti pengurusan KTP, pembayaran pajak, program kesehatan, dan perizinan, semuanya membutuhkan interaksi lintas lembaga.

Contoh nyata:
Usaha mikro yang ingin memperoleh izin usaha harus berinteraksi dengan kelurahan, dinas perdagangan, dan kantor pajak.

Pelayanan publik modern memperluas intensitas interaksi diagonal antar warga dan institusi.


Contoh Interaksi Sosial Diagonal di Masyarakat Modern

1. Di Sekolah
  • Kepala sekolah berkoordinasi dengan dinas pendidikan mengenai kurikulum.
  • Guru bekerja sama dengan petugas Puskesmas dalam program pemeriksaan kesehatan siswa.
  • Staf tata usaha berkomunikasi dengan pihak bank mengenai gaji pegawai.
2. Di Kantor atau Dunia Usaha
  • Manager bekerja sama dengan perusahaan outsourcing untuk pengadaan tenaga kerja.
  • Tim IT perusahaan berkoordinasi dengan vendor software.
  • HRD bekerja sama dengan lembaga pelatihan eksternal.
3. Di Lingkungan Pemerintahan
  • Kelurahan berkoordinasi dengan dinas sosial untuk pendataan warga miskin.
  • BPBD bekerja sama dengan relawan dalam penanganan bencana.
  • Dinas perhubungan berkoordinasi dengan polisi lalu lintas dalam rekayasa jalan.

Manfaat Interaksi Sosial Diagonal

  • Meningkatkan koordinasi lintas bidang
  • Mempercepat pelayanan publik
  • Memperluas jaringan kerja (networking)
  • Menghasilkan inovasi
  • Mempermudah pemecahan masalah yang kompleks
  • Meningkatkan efisiensi dan profesionalisme

Interaksi diagonal bukan hanya penting, tetapi menjadi tulang punggung pengelolaan masyarakat modern.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Mengapa interaksi diagonal semakin sering terjadi di masyarakat modern?

Karena kebutuhan masyarakat semakin kompleks dan menuntut kolaborasi lintas bidang serta lintas lembaga.

2. Apa perbedaan interaksi diagonal dengan interaksi vertikal?

Interaksi vertikal terjadi dalam satu lembaga dengan kedudukan berbeda. Interaksi diagonal melibatkan kedudukan berbeda dan lembaga berbeda.

3. Apa contoh paling umum dari interaksi sosial diagonal?

Koordinasi antara sekolah dan Puskesmas, perusahaan dengan bank, atau pemerintah dengan pihak swasta.

4. Faktor apa yang paling dominan mendorong interaksi diagonal?

Perkembangan teknologi, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan pelayanan publik.

5. Apa manfaat utama interaksi sosial diagonal?

Meningkatkan efektivitas kerja, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendukung inovasi.


Referensi

  • Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar.
  • Gillin & Gillin. Cultural Sociology.
  • Materi IPS SMP โ€“ Kemendikbud.
  • Jurnal Komunikasi dan Organisasi Indonesia.
  • Peraturan Pemerintah tentang Pelayanan Publik.

ย 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.