Home ยป IPS Kelas 7 ยป Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern
Posted in

Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern

Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern (ft.istimewa)
Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern (ft.istimewa)

Interaksi sosial merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa interaksi, manusia tidak dapat bekerja sama, berkomunikasi, atau membangun hubungan sosial yang harmonis. Dalam perkembangan masyarakat modern, bentuk interaksi sosial semakin beragam, termasuk interaksi sosial diagonal, yaitu hubungan sosial antara dua pihak yang berbeda kedudukan sekaligus berasal dari bidang, lembaga, atau institusi yang berbeda. Apa Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Secara Diagonal di Lingkungan Masyarakat Modern?

Interaksi diagonal kini semakin sering terjadi dalam dunia kerja, organisasi masyarakat, institusi pendidikan, pemerintahan, dan sektor usaha. Hubungan ini muncul karena kebutuhan masyarakat modern yang dinamis, kompleks, serta saling terhubung satu sama lain. Artikel ini membahas secara komprehensif faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial diagonal, contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta manfaatnya bagi efektivitas kerja dan hubungan sosial.


Pengertian Interaksi Sosial Diagonal

Interaksi sosial diagonal adalah bentuk hubungan sosial antara pihak-pihak yang berbeda kedudukan dan berbeda bidang atau lembaga, namun tetap membutuhkan kerja sama. Berbeda dengan interaksi horizontal (kedudukan sejajar) dan vertikal (kedudukan berbeda tetapi dalam satu lembaga), interaksi diagonal memiliki cakupan yang lebih kompleks karena menghubungkan perbedaan jabatan sekaligus perbedaan institusi.

Contoh:
Kepala sekolah berkoordinasi dengan staf Puskesmas terkait program pemeriksaan kesehatan siswa.
Atau staf HRD perusahaan bekerja sama dengan petugas Dinas Tenaga Kerja.


Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial Diagonal

Interaksi diagonal tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi didorong oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat modern. Berikut adalah pembahasannya:


1. Kompleksitas Kebutuhan Masyarakat Modern

Masyarakat saat ini memiliki kebutuhan yang semakin beragam, mulai dari kebutuhan pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, keamanan, hingga informasi. Kebutuhan tersebut sering kali tidak bisa dipenuhi oleh satu lembaga saja, sehingga memerlukan kerja sama lintas bidang dan lembaga.

Contoh nyata:
Program vaksinasi sekolah tidak bisa terlaksana tanpa kerja sama antara pihak sekolah, Puskesmas, dinas terkait, dan orang tua.

Kompleksitas kebutuhan inilah yang membuat interaksi diagonal menjadi hal yang sangat penting dan tidak terhindarkan.


2. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi membuat koordinasi antara lembaga yang berbeda menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien. Komunikasi dapat dilakukan melalui email, aplikasi layanan publik, rapat daring, atau platform manajemen data.

Teknologi juga memaksa manusia untuk bekerja lintas bidang karena setiap pekerjaan kini saling terhubung dengan sistem digital.

Contoh nyata:
Staf sekolah berkoordinasi dengan operator Dinas Pendidikan melalui aplikasi dapodik untuk penginputan data siswa.

Kemajuan teknologi inilah yang mempercepat dan memperluas terjadinya interaksi sosial diagonal.


3. Tuntutan Profesionalisme di Dunia Kerja

Organisasi modern menuntut efisiensi, akurasi, dan kolaborasi lintas bidang untuk mencapai target kinerja. Tuntutan profesionalisme membuat pegawai harus mampu bekerja sama dengan orang dari bidang lain yang berbeda hierarki.

Contoh nyata:
Manager HRD bekerja sama dengan konsultan hukum eksternal untuk meninjau kontrak kerja.

Semakin tinggi tingkat profesionalisme, semakin besar pula kebutuhan untuk membangun interaksi diagonal.


4. Adanya Regulasi dan Kebijakan Pemerintah

Banyak kebijakan pemerintah mengharuskan lembaga atau institusi melakukan koordinasi lintas bidang. Tanpa koordinasi antar instansi, layanan publik tidak akan berjalan efektif.

Contoh nyata:
Dalam program bantuan sosial, kelurahan perlu bekerja sama dengan bank penyalur, dinas sosial, dan RT/RW.

Kebijakan seperti ini mendorong terbentuknya interaksi diagonal yang rutin dan formal.


5. Globalisasi dan Keterhubungan Antar Sistem Sosial

Globalisasi membuat batas-batas sosial dan institusional semakin samar. Dunia pendidikan terhubung dengan teknologi bisnis; dunia usaha terhubung dengan aturan pemerintah; sektor kesehatan terhubung dengan lembaga internasional.

Keterhubungan ini menuntut komunikasi lintas bidang yang lebih intens.

Contoh nyata:
Pelaku UMKM bekerja sama dengan bank, dinas perdagangan, dan marketplace internasional untuk keperluan ekspor produk.


6. Kebutuhan Koordinasi dalam Menyelesaikan Masalah Berskala Besar

Masalah-masalah modern seperti bencana alam, kemacetan, pandemi, hingga kerusakan lingkungan tidak dapat diatasi oleh satu lembaga saja. Semua membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang teratur.

Contoh nyata:
Pada penanganan banjir, BPBD bekerja sama dengan kepolisian, dinas PU, PLN, relawan, dan warga setempat.

Semakin besar skala masalah, semakin besar pula intensitas interaksi diagonal yang harus dijalankan.

Baca juga: Peran Keluarga sebagai Tempat Pertama Terjadinya Interaksi Sosial


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.