Posted in

Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya

Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya (ft.istimewa)
Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya (ft.istimewa)

C. ARBITRASE

Pengertian Arbitrase

Arbitrase adalah bentuk akomodasi melalui pihak ketiga yang berwenang memberikan keputusan yang mengikat dan wajib dipatuhi oleh kedua pihak. Berbeda dengan mediasi, dalam arbitrase pihak ketiga memiliki kekuatan hukum atau kesepakatan formal.

Ciri-Ciri Arbitrase
  • Ada pihak ketiga dengan kewenangan (arbiter).
  • Keputusan bersifat final dan mengikat.
  • Biasanya digunakan dalam konflik yang bersifat hukum atau bisnis.
  • Prosesnya lebih resmi dibanding mediasi.
Contoh Nyata Arbitrase
  1. Sengketa bisnis antarperusahaan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).
  2. Konflik tenaga kerja dan perusahaan diselesaikan melalui arbitrase ketenagakerjaan ketika mediasi dan konsiliasi gagal.
  3. Perselisihan kontrak internasional antara dua negara atau dua perusahaan multinasional.
  4. Kasus rumah tangga tertentu, misalnya sengketa harta gono-gini yang diputuskan oleh hakim melalui sistem arbitrase keluarga.

Arbitrase sangat penting ketika konflik membutuhkan penyelesaian formal dan memiliki konsekuensi hukum.


D. KOERSI (COERCION)

Pengertian Koersi

Koersi adalah bentuk akomodasi yang dilakukan dengan paksaan, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu pihak terpaksa menerima kehendak pihak lain untuk menghindari tekanan atau dampak yang lebih buruk.

Ciri-Ciri Koersi
  • Ada unsur paksaan.
  • Pihak yang kalah terpaksa mengikuti keputusan.
  • Digunakan untuk menghentikan konflik yang mengancam stabilitas sosial.
  • Biasanya dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuasaan.
Contoh Nyata Koersi
  1. Pembubaran paksa massa oleh aparat keamanan untuk mencegah kerusuhan atau bentrokan besar.
  2. Sanksi sekolah, misalnya siswa yang berkelahi dipaksa berdamai atau diberi hukuman agar konflik tidak berlanjut.
  3. Perusahaan memaksa karyawan yang melanggar aturan untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran.
  4. Pemerintah menetapkan aturan ketat saat darurat nasional, seperti larangan demonstrasi pada situasi genting.

Meskipun menggunakan paksaan, koersi diperlukan ketika konflik tidak dapat lagi diselesaikan melalui cara damai dan membahayakan ketertiban umum.


4. Perbandingan Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi

Bentuk AkomodasiAda Pihak KetigaKeputusan Mengikat?Unsur PaksaanContoh
KompromiTidakTidakTidakKesepakatan warga
MediasiYa (netral)TidakTidakGuru BK mendamaikan siswa
ArbitraseYa (berwenang)YaTidakBANI menyelesaikan sengketa
KoersiTidak/YaYaYaPolisi membubarkan massa

Tabel ini membantu siswa atau pembaca memahami perbedaan keempat bentuk akomodasi secara cepat dan jelas.


5. Kesimpulan

Akomodasi merupakan proses penting untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Empat bentuk utama akomodasiโ€”kompromi, mediasi, arbitrase, dan koersiโ€”memiliki karakteristik dan penerapan yang berbeda-beda, namun semuanya bertujuan menciptakan stabilitas sosial dan mencegah konflik berkembang menjadi pertentangan yang lebih besar.

Dengan memahami dan menerapkan akomodasi, masyarakat Indonesia dapat hidup lebih harmonis, saling menghargai, dan menyelesaikan masalah secara lebih dewasa dan damai.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Mengapa akomodasi penting dalam kehidupan sosial?

Akomodasi membantu meredakan konflik, mencegah kekerasan, dan menciptakan hubungan sosial yang stabil dan harmonis.

2. Apa perbedaan mendasar antara mediasi dan arbitrase?

Mediasi hanya memberikan saran dan tidak mengikat, sedangkan arbitrase memberikan keputusan final yang wajib dipatuhi.

3. Apakah kompromi selalu menjadi cara terbaik?

Kompromi efektif untuk konflik ringan, tetapi konflik besar kadang membutuhkan arbitrase atau koersi.

4. Apakah koersi selalu berdampak negatif?

Tidak. Koersi dibutuhkan dalam kondisi tertentu untuk menjaga ketertiban masyarakat.

5. Dalam situasi apa mediasi lebih tepat digunakan?

Mediasi cocok untuk konflik emosional atau konflik keluarga yang membutuhkan pihak ketiga netral.


Referensi

  • Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Grafindo Persada.
  • Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
  • Gillin & Gillin. Cultural Sociology. The Macmillan Company.
  • Kemendikbud. Buku Paket IPS/Sosiologi SMP Kurikulum 2013.

ย 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.