Pada masa praaksara, berburu menjadi cara utama manusia untuk menjaga kelangsungan hidup. Sebelum mengenal bercocok tanam, manusia sangat bergantung pada alam dengan berburu hewan dan mengumpulkan hasil hutan. Kegiatan ini bukan sekadar mencari makanan, tetapi juga melatih kerja sama, kecerdikan, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Bagaimana Manusia Zaman Dulu Menjaga Kelangsungan Hidupnya Lewat Berburu?
Peran Berburu dalam Kehidupan Manusia Zaman Dulu
Berburu memiliki peran penting, antara lain:
- Memenuhi kebutuhan pangan
- Mendukung keberlangsungan kelompok
- Melatih keterampilan bertahan hidup
- Menjaga keseimbangan dengan alam
Tanpa berburu, manusia praaksara sulit bertahan menghadapi tantangan alam liar.
Cara Manusia Zaman Dulu Berburu
1. Berburu Secara Berkelompok
Manusia purba jarang berburu sendirian. Mereka bekerja sama untuk:
- Mengepung hewan buruan
- Mengalihkan perhatian mangsa
- Mengurangi risiko cedera
Contoh:
Sekelompok pemburu mengepung rusa dari berbagai arah hingga hewan tersebut kelelahan.
2. Menggunakan Alat Sederhana
Alat berburu dibuat dari bahan alam seperti batu, kayu, dan tulang.
Contoh alat berburu:
- Tombak batu
- Kapak genggam
- Panah sederhana
- Alat penusuk dari tulang
3. Memanfaatkan Pengetahuan Alam
Manusia zaman dulu sangat memahami alam, seperti:
- Jejak kaki hewan
- Waktu terbaik berburu
- Tempat persembunyian mangsa
Pengetahuan ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Strategi Bertahan Hidup Lewat Berburu
1. Membagi Hasil Buruan
Hasil buruan dibagi rata agar semua anggota kelompok dapat bertahan hidup.
2. Mengolah dan Menyimpan Makanan
Daging hasil buruan:
- Dikeringkan
- Diasapi
- Dijemur di bawah matahari
Cara ini membantu makanan bertahan lebih lama.
3. Berpindah Tempat (Nomaden)
Jika sumber makanan menipis, manusia praaksara akan berpindah ke daerah baru yang lebih subur.
Contoh Kehidupan Berburu di Nusantara
Di wilayah Indonesia, manusia praaksara berburu:
- Babi hutan
- Rusa
- Kerbau liar
- Burung dan ikan
Bukti aktivitas ini ditemukan melalui alat batu dan lukisan gua di Sulawesi dan Kalimantan.
Baca juga: Perbedaan Mitos, Legenda, dan Dongeng Beserta Contohnya
