Masa bercocok tanam merupakan tahap penting dalam kehidupan manusia praaksara. Pada masa ini, manusia mulai hidup menetap dan memilih tempat tinggal yang strategis agar dapat mendukung kegiatan pertanian. Lingkungan alam menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan bercocok tanam dan kelangsungan hidup manusia. Bagaimana Tempat Tinggal dan Lingkungan Pendukung Masa Bercocok Tanam?
Ciri Kehidupan Manusia pada Masa Bercocok Tanam
Beberapa ciri utama kehidupan manusia pada masa bercocok tanam antara lain:
- Hidup menetap (sedenter)
- Mengolah tanah untuk pertanian
- Memelihara hewan
- Membentuk permukiman sederhana
- Menggunakan alat dari batu halus
Tempat Tinggal Manusia pada Masa Bercocok Tanam
1. Permukiman di Dekat Sungai
Sungai menjadi lokasi favorit karena menyediakan air untuk irigasi dan kebutuhan sehari-hari.
Contoh:
Permukiman di tepi Sungai Bengawan Solo yang subur dan kaya sumber daya air.
2. Dataran Rendah yang Subur
Dataran rendah dipilih karena tanahnya mudah diolah dan cocok untuk pertanian.
3. Lereng Perbukitan
Beberapa kelompok tinggal di lereng bukit untuk menghindari banjir dan ancaman binatang buas.
4. Sekitar Hutan
Hutan dimanfaatkan sebagai sumber kayu, bahan makanan, dan perlindungan alami.
Bentuk Tempat Tinggal
Bentuk rumah manusia pada masa bercocok tanam masih sederhana:
- Rumah panggung dari kayu
- Dinding dari anyaman bambu
- Atap dari daun rumbia atau ilalang
Lingkungan Pendukung Masa Bercocok Tanam
1. Tanah Subur
Tanah aluvial dan vulkanik sangat mendukung pertanian.
2. Sumber Air
Air dari sungai, mata air, dan hujan sangat penting untuk irigasi.
3. Iklim yang Mendukung
Iklim tropis dengan curah hujan cukup membantu pertumbuhan tanaman.
4. Flora dan Fauna Sekitar
Flora dan fauna mendukung kebutuhan pangan dan bahan bangunan.
Baca juga: Peran Manusia dalam Melestarikan Keberagaman Lingkungan
