Pada masa praaksara, manusia hidup dalam kelompok kecil yang saling bergantung satu sama lain. Salah satu kunci utama kelangsungan hidup mereka adalah kebiasaan berbagi makanan. Tanpa teknologi pertanian dan penyimpanan modern, kerja sama dan solidaritas menjadi fondasi utama kehidupan komunitas praaksara. Bagaimana Komunitas Praaksara Berbagi Makanan dan Menjaga Kelangsungan Hidup?
Kehidupan Sosial Komunitas Praaksara
Komunitas praaksara umumnya hidup nomaden dan berkelompok dalam jumlah kecil. Setiap anggota memiliki peran yang saling melengkapi, seperti berburu, mengumpulkan makanan, hingga menjaga anak-anak.
Contoh:
Jika satu kelompok berhasil mendapatkan hewan buruan besar, hasilnya akan dibagi rata agar seluruh anggota kelompok tetap hidup.
Cara Komunitas Praaksara Berbagi Makanan
1. Pembagian Berdasarkan Kebutuhan
Makanan dibagikan kepada semua anggota, terutama:
- Anak-anak
- Lansia
- Anggota yang sakit
Hal ini menjaga keseimbangan dan kekuatan kelompok.
2. Sistem Gotong Royong
Berburu dan mengumpulkan makanan dilakukan secara bersama-sama. Hasilnya dianggap milik kelompok, bukan individu.
Contoh:
Hasil buruan rusa dibagi menjadi beberapa bagian sesuai jumlah anggota kelompok.
3. Penyimpanan Sederhana untuk Konsumsi Bersama
Beberapa makanan dikeringkan atau diasapi agar dapat dikonsumsi bersama di kemudian hari.
Peran Setiap Anggota Komunitas
| Anggota Komunitas | Peran |
| Laki-laki dewasa | Berburu hewan |
| Perempuan | Mengumpulkan tumbuhan dan mengolah makanan |
| Anak-anak | Membantu mengumpulkan makanan ringan |
| Lansia | Memberi pengetahuan dan menjaga kelompok |
Dampak Berbagi Makanan bagi Kelangsungan Hidup
Berbagi makanan membantu komunitas praaksara:
- Menghindari kelaparan
- Memperkuat ikatan sosial
- Meningkatkan rasa percaya
- Menjaga kelangsungan kelompok
Contoh Nyata dalam Kehidupan Praaksara
Jika hasil buruan sedikit, komunitas akan mengutamakan anak-anak dan perempuan agar generasi tetap berlanjut. Keputusan ini menunjukkan pemikiran sosial yang maju.
Nilai Kehidupan yang Bisa Dipelajari
Kebiasaan berbagi makanan mengajarkan nilai:
- Solidaritas
- Kerja sama
- Empati
- Tanggung jawab sosial
Nilai-nilai ini masih relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Baca juga: Contoh Sumber Sejarah Tertulis, Lisan, dan Benda Peninggalan
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah semua hasil buruan dibagi rata?
Umumnya ya, karena bertujuan menjaga kelangsungan kelompok.
2. Mengapa berbagi makanan sangat penting?
Karena tanpa berbagi, anggota kelompok bisa kelaparan dan kelompok melemah.
3. Apakah ada pemimpin yang mengatur pembagian makanan?
Biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan atau peran pemimpin informal.
4. Bagaimana jika makanan tidak cukup?
Kelompok akan mengutamakan anggota yang paling membutuhkan.
5. Apakah kebiasaan ini masih ada hingga kini?
Ya, masih terlihat pada masyarakat adat tertentu.
Kesimpulan
Bagaimana Komunitas Praaksara Berbagi Makanan dan Menjaga Kelangsungan Hidup. Kebiasaan berbagi makanan dalam komunitas praaksara merupakan strategi penting untuk menjaga kelangsungan hidup. Dengan kerja sama, empati, dan gotong royong, manusia praaksara mampu bertahan di tengah keterbatasan alam dan teknologi.
Referensi
- https://www.kemdikbud.go.id
- https://www.britannica.com/topic/prehistoric-society
- https://www.nationalgeographic.com/history
- Buku IPS SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka
ย
