Aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan pada masa praaksara tidak hanya diketahui dari cerita, tetapi juga dibuktikan melalui berbagai temuan arkeologis. Alat batu, sisa tulang hewan, hingga lukisan gua menjadi bukti nyata bagaimana manusia purba bertahan hidup dengan memanfaatkan alam sekitar. Bukti-bukti ini membantu para ahli memahami pola hidup manusia pada masa paling awal sejarah. Apa Bukti Arkeologis Seru tentang Aktivitas Berburu dan Mengumpulkan Makanan?
Apa yang Dimaksud Bukti Arkeologis?
Bukti arkeologis adalah peninggalan fisik masa lalu yang ditemukan melalui penelitian dan penggalian, seperti:
- Alat-alat batu
- Sisa makanan
- Lukisan dinding gua
- Tempat tinggal manusia purba
Bukti ini menjadi sumber utama dalam mempelajari kehidupan manusia praaksara.
Bukti Arkeologis Aktivitas Berburu dan Mengumpulkan Makanan
1. Alat-Alat Batu
Alat batu merupakan bukti paling umum dari aktivitas berburu.
Contoh:
- Kapak genggam
- Alat serpih
- Mata tombak
- Alat penusuk dari tulang
Alat-alat ini digunakan untuk berburu, memotong daging, dan mengolah hasil buruan.
2. Sisa Tulang Hewan
Tulang hewan yang ditemukan di sekitar tempat tinggal manusia purba menunjukkan jenis hewan yang diburu.
Contoh:
- Tulang rusa
- Tulang babi hutan
- Tulang kerbau liar
Beberapa tulang menunjukkan bekas potongan alat batu.
3. Lukisan Dinding Gua
Lukisan gua menggambarkan adegan berburu dan kehidupan sehari-hari.
Contoh:
- Lukisan perburuan babi rusa di Sulawesi
- Gambar manusia membawa tombak dan panah
- Gambar hewan buruan seperti banteng
4. Sampah Dapur (Kjokkenmoddinger)
Kjokkenmoddinger adalah tumpukan kulit kerang dan sisa makanan.
Contoh:
- Tumpukan kerang di pesisir Sumatra
- Sisa tulang ikan dan hewan laut
Temuan ini membuktikan aktivitas mengumpulkan makanan dari laut.
5. Abris Sous Roche
Abris sous roche adalah ceruk batu atau gua yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara.
Contoh:
- Gua di Sulawesi Selatan
- Ceruk batu di Jawa dan Kalimantan
Di tempat ini ditemukan alat batu dan sisa makanan.
Baca juga: Contoh Legenda Terkenal di Indonesia Lengkap dengan Asal-Usulnya
Contoh Bukti Arkeologis di Indonesia
Indonesia kaya akan bukti aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan, antara lain:
- Sulawesi: lukisan gua tertua di dunia
- Sumatra: kjokkenmoddinger
- Jawa: alat serpih dan kapak genggam
- Kalimantan: lukisan gua dan alat batu
Manfaat Mempelajari Bukti Arkeologis
Mempelajari bukti arkeologis membantu kita:
- Mengetahui cara hidup manusia purba
- Memahami perkembangan teknologi awal
- Menelusuri asal-usul budaya manusia
- Menghargai peninggalan sejarah
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa bukti arkeologis penting?
Karena menjadi sumber utama untuk memahami kehidupan masa lalu.
2. Apa bukti paling jelas aktivitas berburu?
Alat batu dan tulang hewan dengan bekas potongan.
3. Apakah lukisan gua termasuk bukti arkeologis?
Ya, lukisan gua merupakan bukti seni dan aktivitas manusia praaksara.
4. Apa itu kjokkenmoddinger?
Tumpukan sisa makanan berupa kulit kerang.
5. Apakah bukti ini masih bisa ditemukan sekarang?
Ya, melalui penelitian arkeologi yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Bukti Arkeologis Seru tentang Aktivitas Berburu dan Mengumpulkan Makanan. Bukti arkeologis seperti alat batu, sisa tulang hewan, lukisan gua, dan sampah dapur memberikan gambaran jelas tentang aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan pada masa praaksara. Temuan-temuan ini membuktikan kecerdasan dan kemampuan manusia purba dalam memanfaatkan alam demi kelangsungan hidupnya.
Referensi
- Kemdikbud RI, Sejarah Indonesia SMP
- Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi
- https://www.kemdikbud.go.id
- https://www.britannica.com
ย
