Pada masa praaksara, berburu hewan besar seperti rusa, banteng, dan kerbau liar merupakan tantangan besar. Namun, dengan strategi yang cerdas, kerja sama kelompok, dan pemahaman alam, manusia purba mampu menaklukkan hewan berukuran besar demi mempertahankan hidup. Strategi berburu ini menjadi bukti kecerdasan dan adaptasi manusia sejak masa awal peradaban. Apa Rahasia Strategi Berburu Hewan Besar di Masa Praaksara?
Mengapa Hewan Besar Menjadi Target Buruan?
Hewan besar dipilih karena:
- Menghasilkan daging dalam jumlah banyak
- Dapat memenuhi kebutuhan satu kelompok
- Tulang dan kulitnya berguna sebagai alat dan pakaian
Berburu hewan besar dianggap lebih berisiko, tetapi hasilnya sangat bernilai.
Rahasia Strategi Berburu Hewan Besar
1. Berburu Secara Berkelompok
Manusia praaksara tidak berburu sendirian. Mereka membentuk kelompok untuk:
- Mengepung hewan buruan
- Mengalihkan arah lari hewan
- Menyerang dari berbagai sisi
Contoh:
Sekelompok pemburu mengarahkan banteng liar ke arah jurang atau rawa.
2. Memanfaatkan Lingkungan Alam
Alam digunakan sebagai alat bantu berburu:
- Jurang
- Sungai
- Rawa-rawa
Hewan digiring ke tempat yang membatasi geraknya.
3. Menggunakan Alat Berburu yang Efektif
Alat berburu dibuat dari batu, kayu, dan tulang.
Contoh alat:
- Tombak bermata batu
- Panah sederhana
- Kapak genggam
Alat ini dirancang untuk melukai hewan besar dengan cepat.
4. Menyerang Secara Bergantian
Pemburu menyerang secara bergiliran untuk:
- Melelahkan hewan
- Mengurangi risiko cedera
- Memastikan keberhasilan berburu
5. Mengamati Perilaku Hewan
Manusia praaksara mempelajari:
- Jalur migrasi
- Waktu minum
- Kebiasaan makan hewan
Pengetahuan ini membantu menentukan waktu dan lokasi berburu yang tepat.
Baca juga: Pengertian Mitos: Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan Masyarakat
