Pada masa awal kehidupan manusia, sebelum mengenal tulisan, manusia hidup pada masa praaksara. Salah satu ciri utama kehidupan manusia praaksara adalah kebiasaan berburu dan meramu. Kegiatan ini menjadi cara utama manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, pembahasan tentang pembiasaan berburu dan meramu pada masa praaksara penting dipelajari dalam mata pelajaran IPS SMP, khususnya kelas 7.
Pengertian Berburu dan Meramu
Berburu dan meramu adalah cara hidup manusia praaksara dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan:
- Berburu, yaitu menangkap atau membunuh hewan liar
- Meramu, yaitu mengumpulkan hasil alam seperti buah-buahan, umbi-umbian, dan daun-daunan
Kegiatan ini dilakukan dengan alat-alat sederhana dan sangat bergantung pada alam.
Ciri-ciri Kehidupan Berburu dan Meramu
Kehidupan manusia pada masa berburu dan meramu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Hidup berpindah-pindah (nomaden)
- Bergantung sepenuhnya pada alam
- Menggunakan alat dari batu, kayu, dan tulang
- Hidup berkelompok kecil
- Belum mengenal bercocok tanam
Pembiasaan Berburu pada Masa Praaksara
1. Berburu Secara Berkelompok
Manusia praaksara terbiasa berburu secara bersama-sama untuk meningkatkan keberhasilan dan keselamatan.
Contoh:
Sekelompok manusia berburu rusa atau babi hutan dengan tombak dan alat batu.
2. Menggunakan Alat Sederhana
Alat berburu dibuat dari bahan alam yang mudah ditemukan.
Contoh:
Kapak genggam dan tombak batu digunakan untuk melukai hewan buruan.
3. Memanfaatkan Seluruh Hasil Buruan
Hewan hasil buruan dimanfaatkan seluruhnya, mulai dari daging, tulang, hingga kulit.
Contoh:
Daging dimakan, tulang dijadikan alat, dan kulit digunakan sebagai penutup tubuh.
Pembiasaan Meramu pada Masa Praaksara
1. Mengumpulkan Makanan dari Alam
Manusia praaksara meramu dengan cara mengumpulkan hasil alam yang tersedia di sekitar tempat tinggal.
Contoh:
Mengumpulkan buah-buahan liar, umbi-umbian, dan daun-daunan.
2. Mengenali Lingkungan Sekitar
Manusia belajar mengenali tanaman yang dapat dimakan dan yang berbahaya.
Contoh:
Mengetahui jenis umbi yang aman dikonsumsi dan tidak beracun.
3. Membagi Hasil Ramuan
Hasil meramu dibagi secara merata kepada anggota kelompok.
Contoh:
Buah-buahan hasil ramuan dikumpulkan lalu dibagikan untuk seluruh anggota kelompok.
Pola Hidup Nomaden
Karena persediaan makanan terbatas, manusia praaksara terbiasa berpindah tempat.
Contoh:
Jika hewan buruan dan tumbuhan di suatu daerah habis, mereka berpindah ke wilayah lain yang lebih subur.
Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Sejarah: Primer, Sekunder, dan Tersier
